CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / SINDOnews.com /
Sertifikasi NKV Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Sarang Burung Walet
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3d239368cc9547d677c614/sertifikasi-nkv-dorong-peningkatan-daya-saing-produk-sarang-burung-walet

Sertifikasi NKV Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Sarang Burung Walet

Sertifikasi NKV Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Sarang Burung Walet

JAKARTA - Kementerian Pertanian mencanangkan peningkatan produksi dan gerakan ekspor tiga kali lipat (Gratieks) untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pertanian nasional. Terkait hal tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya memenuhi potensi pasar produk peternakan yang masih terbuka luas. Salah satu komoditas dengan potensi pasar yang besar adalah sarang burung walet (SBW).

Di Indonesia, terdapat 18 provinsi penghasil SBW dengan potensi lebih dari 800 unit rumah walet per provinsinya, dan sebanyak 520 rumah walet yang telah diregistrasi di Kementerian Pertanian (Badan Karantina Pertanian).

"Indonesia saat ini merupakan produsen terbesar sarang burung walet dunia. Produksi kita mencapai sekitar 79,55 persen produksi sarang burung walet dunia. Dari segi penjaminan, kita dorong semua produsen memiliki Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV)," ungkap I Ketut Diarmita, Dirjen PKH di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Baca Juga:

Berdasarkan data BPS, data ekspor sarang burung walet Indonesia tahun 2018 adalah sebanyak 1.291,9 ton dengan nilai USD 291.233.100 atau setara dengan 4,077 triliun. Sedangkan selama rentang waktu Januari sampai dengan November tahun 2019, Indonesia telah mengekspor 1.128,3 Ton sarang walet atau setara dengan 4.472 Triliun (Pusdatin Ditjen PKH 2019).

Ada 12 negara tujuan ekspor SBW yaitu China, Hong Kong, Vietnam, Singapura, USA, Canada, Thailand, Australia, Malaysia, Jepang, Laos, Korea. Sedangkan pangsa pasar terbesar untuk ekspor sarang burung walet dari Indonesia adalah Hong Kong.

"Ekspor SBW ke Hongkong mencapai 48 persen dari total ekspor Indonesia, menyusul Vietnam 28 persen, dan China 10 persen," tambah Ketut.

Lebih lanjut, Dirjen PKH menerangkan bahwa salah satu upaya dalam peningkatan mutu dan daya saing sarang burung walet adalah melengkapinya dengan NKV. Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah nomor registrasi unit usaha produk hewan sebagai bukti telah dipenuhinya persyaratan higienis dan sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan produk hewan. Sementara, sebagai bentuk penjaminan serta pelaksanaan amanat undang-undang juga dilakukan pengawasan berbasis pengujian.

"Sejak tahun 2005 sampai saat ini, tercatat sebanyak 2633 unit usaha bidang peternakan telah memiliki NKV, termasuk 64 unit usaha sarang burung walet," imbuh Ketut.

Dalam rangka mendukung Gratieks, Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan ekspor SBW sebesar 30 persen pada tahun 2020 menjadi 1.466 ton, dan meningkat menjadi 2.200 Ton pada tahun 2022.

"Untuk meningkatkan daya saing, kita dorong terus agar produk SBW tersertifikasi NKV, dan ekspor SBW ke depan akan lebih diarahkan kepada produk yang sudah diolah atau yang sudah mengalami proses pencucian," pungkasnya.


Sumber : https://nasional.sindonews.com/read/...let-1581060934

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Sertifikasi NKV Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Sarang Burung Walet Megawati, Prabowo, Puan, hingga Hasto Datang ke Akmil Magelang

- Sertifikasi NKV Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Sarang Burung Walet Fungsi Dewas KPK Dipertanyakan, Keberadaannya Antara Ada dan Tiada

- Sertifikasi NKV Dorong Peningkatan Daya Saing Produk Sarang Burung Walet DPR Dukung Usulan Terowongan Penghubung Istiqlal-Katedral



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di