CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bukannya Berguru Agama, Santri Purbalingga Ini Malah Curi Sound Sistem Milik Pondok
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3d1b635cf6c406f068b7f3/bukannya-berguru-agama-santri-purbalingga-ini-malah-curi-sound-sistem-milik-pondok

Bukannya Berguru Agama, Santri Purbalingga Ini Malah Curi Sound Sistem Milik Pondok



Bukannya Berguru Agama, Santri Purbalingga Ini Malah Curi Sound Sistem Milik Pondok

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Biasanya orang pergi ke pondok pesantren ingin belajar agama.
Namun berbeda halnya dengan seorang santri kalong, Muhamad Warih Mahayadi Kian Imani (20) yang mencari kesempatan untuk mencuri perangkat sound system di pondok pesantren Nurul Quran jalan Warudoyong Desa Bukateja Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga.
Warih mengaku baru lima bulan menjadi santri kalong di Pondok Pesantren Nurul Quran.
Dirinya mencuri sound system di pondok pesantren karena ingin memiliki.

"Saya mengambil sound system pukul 03.30 WIB.

Saya panggul sendiri sound system itu," ujarnya saat dihadirkan pada rilis di Mapolres Purbalingga, Kamis (6/2/2020).

Menurut dia, saat melakukan aksinya pondok pesantren dalam keadaan sepi dan gudang tidak terdapat pintu.

Dirinya telah menyiapkan mobil bak terbuka yang dipinjam dari tetangganya untuk mengangkut hasil curiannya.

"Sound system saya simpan di rumah.

Sound system saya sewakan," tutur dia.

Warih menuturkan sudah dua kali sound system tersebut disewakan.

Pertama kali disewakan tidak mendapat bayaran dan sewa kedua menerima uang Rp 200 ribu.

"Uang sewa untuk beli rokok.

Tidak buat beli minum-mimuman karena ga doyan," kata dia.

Setelah mencuri, ia masih datang ke pondok pesantren untuk berguru.

Dirinya tetap tenang meskipun lingkungan pondok pesantrennya ribut karena kehilangan sound system.



"Saya diam saja saat ada keributan sound system hilang, " tuturnya.

Wakaporles Purbalingga, Kompol Widodo Ponco Susanto, mengatakan pencurian dilakukan pada 22 Desember 2019 pukul 03.30.

Kasus tersebut dilaporkan pada 28 Januari 2020 dan terungkap pada 31 Januari 2020.

"Pelaku merupakan murid atau santri kalong yang tidak tinggal di pondok pesantren.

Pelaku hanya datang pada malam hari saja," terangnya.

Menurutnya, saat itu pelaku bisa masuk ke gudang dan melihat adanya soundsystem.

Pelaku mempunyai keingginan untuk mengambil barang tersebut.

"Sound syatem tersebut memang akan dijual dengan diupload (unggah) di facebook.

Hasil penelusuran gambarnya cocok dengan ini," paparnya.

Ia menuturkan kerugian materiil yang dialami pondok pesantren sebesar Rp 12 juga.



Pihaknya masih mendalami pelaku lain yang ikut aksi pencurian tersebut.

"Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," pungkasnya.


sumur


emoticon-Leh Uga ngoahahah
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh paman.happy
ya ampun
Kayanya baru tau ini agan, Dari jadul pesantren emg sasaran orang tua kalo anaknya nakal. Kalo pinter suruh masuk negri cari bea siswa. Ane juga ada temen jebolan pesantren... tapi suka mabok, klo di tanya knp mabok, kan lulusan pesantren jawabnya udah tau caranya tobat. Ada lagi anak tetangga lulus pesantren buntingin anak org, kejadian blm lama yg jelas ortunya puyeng.
profile-picture
darck91 memberi reputasi
Diubah oleh Shutangku.GD
Quote:


akhi jangan sembarangan ngomong.. tidak mungkin itu.. anak di pesantren itu ibarat malaikat di dunia yang fana ini.. tingkat kesucian sebelas-duabelas dengan junjungan nan bercahaya yang sedang di arab menuntut ilmu dan jadi undangan baginda raja arab..
emoticon-Mad
Diubah oleh kbeniadip
santri garong
wanjir... santrinya kakek
emoticon-Mewek
yang disalahin paling kapir
kapir nyamar lah, konspirasi kapir lah emoticon-Wakaka
Quote:


Sori bre.. Numpang komen..

ane tidak membantah akan kebenaran komen ente. Memang sebagian ada yg seperti itu... Namun kebanyakan karena faktor ekonomi, sisanya pengen anak menjadi sholeh sholehah agar bisa mendoakan orang tuanya kelak.
Ane sendiri sampe saat ini masih punya kesimpulan tentang hal ini dan itupun berdasarkan pengalaman juga.

"Sepoloh santri mung dadi siji... Diantara 10 santri, hanya 1 santri yg jadi"

"Jadi" dalam hal ini adalah menjadi santri yg betul2 santri sesuai maknanya bahkan bisa menjadi seorang pimpinan santri atau biasa disebut kyai.

Itu dulu, entah sekarang...
Lagipula banyak pondok pesantren yg menerapkan ilmu modern selain ilmu agama.
Mudah2an santri jaman now bisa lebih baik dari kemarin kemarin.
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan raptordeltadunn memberi reputasi
Diubah oleh ayic222
ane malah fokus ke kakek sugi diatasemoticon-Leh Uga
kirain pelecehan ternyata maling
Diubah oleh MrJeffBezos
Bukannya Berguru Agama, Santri Purbalingga Ini Malah Curi Sound Sistem Milik Pondok
kaga baca berita, kaga tertarik
cuman masuk aja karena ada gambar idola ane sambil berharap ada lawan mainnya juga emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
raptordeltadunn dan tsimtsum memberi reputasi
gak ada sound sistem toanya gak bisa bunyi dong
koq kaya kakek yg jepang itu sapa ya lupa gua namanya emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Salah satu contoh manusia yang tinggi rasa memilikinya.
Editan kepala Kakek Sugiono terlalu besar tuh

emoticon-Nyepi
Diubah oleh enopandarmawan
mantap.. pakdhe bangga padamu nak..emoticon-Recommended Seller
Bukannya Berguru Agama, Santri Purbalingga Ini Malah Curi Sound Sistem Milik Pondok


si kakek mualaf?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di