CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Luhut dan Politik Denialisme
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3cb659c0cad73b8624726f/luhut-dan-politik-denialisme

Luhut dan Politik Denialisme


Melalaui kanal YouTube-nya, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sangkalan terhadap tudingan yang selama ini menyebutnya The Real RI-1, Menteri Segala Urusan, ataupun”Lord” karena dinilai begitu berkuasa dan berpengaruh. Akan tetapi, di video itu pula Luhut menunjukkan pengakuannya bahwa ia memang berperan dalam mendamaikan kisruh pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dan rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. Bukankah itu menunjukkan dirinya justru memiliki pengaruh yang besar?

Kata “super”, sepertinya tidak hanya dapat dilekatkan kepada tokoh-tokoh fiksi pahlawan yang diciptakan oleh Marvel ataupun DC. Kata itu nyatanya dapat pula dilekatkan kepada sosok yang memiliki pengaruh yang besar dalam hal politik.

Menteri Ekonomi Brasil, Paulo Guedes misalnya, dikenal sebagai “menteri super” karena besar dan luasnya wewenang yang diberikan oleh Presiden Brasil, Jair Bolsonaro kepadanya.

Di Indonesia, sosok menteri super seperti Guedes kerap merujuk kepada Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Pelabelan menteri super kepada Luhut misalnya dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono karena menilai sang jederal berperan penting di balik berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terlebih lagi, bertambahnya cakupan wewenang Luhut dengan penambahan bidang investasi, memperlihatkan secara jelas bagaimana Presiden Jokowi telah memberikan porsi wewenang yang luas kepada politisi Golkar tersebut.

Konteks bertambahnya wewenang Luhut ini juga yang menjadi sorotan The Jakarta Post dalam tulisan Jokowi Gives Minister Luhut more Powers through New Regulation, yang menilai penambahan bidang investasi terjadi karena vitalnya posisi Luhut dalam memastikan Indonesia menjadi target investasi dari Tiongkok, Amerika Serikat (AS), ataupun Uni Emirat Arab.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, dalam blog pribadinya, DI’s Way bahkan menyebutkan bahwa Luhut adalah bumper atau benteng Jokowi untuk menghadapi berbagai tekanan politik.

Kanupriya Kapoor dalam tulisannya Indonesian President Treads Fine Line by Empowering Chief of Staff, juga menyebutkan bahwa Luhut berperan sebagai bumper dari tekanan politik PDIP di tengah memburuknya hubungan Presiden Jokowi dengan partai banteng tersebut.

Tidak hanya sebagai bumper politik, Dahlan juga menyebutkan bahwa Menteri Agama, Fachrul Razi sebenarnya adalah orang Luhut, di mana penunjukannya dapat menghilangkan tekanan dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) kepada Jokowi.

Terang saja, dengan frontal-nya berbagai politikus nasional menyebut Luhut sebagai menteri super ataupun besarnya pengaruh sang jenderal, warganet juga turut memberikan pelabelan serupa. Bahkan lebih kreatif, muncul predikat untuk Luhut sebagai The Real RI-1, Menteri Segala Urusan, hingga menyebutnya dengan sebutan “Lord”.

Di tengah berbagai pelabelan berbagai pihak terhadap dirinya, melalui video di kanal YouTube-nya yang bertajuk “Sore Bersama LBP; Berpikirlah Damai, Untuk Persatuan Dan Kesatuan”, Luhut memberikan bantahan atas pelabelan tersebut.

Menurutnya, ia tidak memiliki kekuasaan ataupun pengaruh sebesar, seperti apa yang banyak pihak tuduhkan terhadap dirinya selama ini.

Akan tetapi, menariknya, di akhir video tersebut, Luhut juga mengakui bahwa ia memiliki peran dalam mendamaikan kisruh pemilihan Ketua Umum Partai Golkar yang melibatkan Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan Ketua MPR, Bambang Soesatyo. Pun begitu dalam hal rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo beberapa waktu lalu.

Membandingkan kedua pernyataan tersebut, tentunya terdapat kontradiksi. Pasalnya, jika Luhut menyadari dirinya memiliki peran dalam dua peristiwa politik besar semacam itu, bukankah itu menunjukkan sang jenderal sebetulnya memiliki pengaruh yang cukup besar? Lantas, apa hal yang dapat dimaknai dari kontradiksinya pernyataan Luhut tersebut?

Artikel selengkapnya Luhut dan Politik Denialisme hanya di Pinterpolitik.com

Web: http://bit.ly/2hBqPxf
YouTube: http://bit.ly/PinterPolitik
Instagram: http://bit.ly/2gdJwGP
Facebook: http://bit.ly/2ycBqF6
Twitter: http://bit.ly/2ygW5HT
Podcast: http://bit.ly/Podcast-Pinpol
LINE@: http://goo.gl/J4As4i



Beek pasti bangga dengan LBP dan ga salah klo LBP jadi anak emas LBM

Polanya sama No.2 yang menyetir no.1

LBP memang cerdas emoticon-Shakehand2
merendahkan diri sendiri untuk menaikan mutu
opung luhut want to know your location ....

emoticon-Leh Uga


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di