CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ekonomi Loyo, Indef Semprot Pemerintah: Jangan Sedikit-Sedikit Salahkan Global
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3c8b64fac44867436b8dee/ekonomi-loyo-indef-semprot-pemerintah-jangan-sedikit-sedikit-salahkan-global

Ekonomi Loyo, Indef Semprot Pemerintah: Jangan Sedikit-Sedikit Salahkan Global

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rendah bukan berasal dari gejolak ekonomi global, namun akibat dari turunnya daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga.

Tercatat ekonomi kuartal IV tahun lalu tumbuh melambat sebesar 4,97 persen (yoy) dibandingkan dengan triwulan-triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia 2019 hanya tumbuh 5,02 persen, lebih rendah dari target APBN 2019 sebesar 5,3 persen.

"Jangan sedikit-sedikit pemerintah salahkan global," kata Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga: Ekonomi Tersungkur di Bawah 5%, Indef: RI Kebanyakan Masalah

Dia menuturkan, selama ini keterbukaan ekonomi nasional terhadap ekonomi global relatif terbatas. Porsi ekspor barang dan jasa pun tidak lebih dari 20 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) baru setiap tahunnya juga tidak cukup tinggi, hanya 2,65 persen terhadap PDB pada 2019. Sedangkan porsi penanaman modal asing (PMA) baru setiap tahunnya terhadap keseluruhan investasi tidak lebih dari 10 persen.

"Kita enggak banyak terbuka dari asing, jadi kalau narasinya global sebabkan ekonomi melambat, mungkin (pemerintah) kesulitan cari analisis lain," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, melemahnya konsumsi rumah tangga di kuartal IV 2019 menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi. Tercatat, konsumsi rumah tangga kuartal IV 2019 hanya 4,97 persen.

Angka ini jauh lebih lambat ketimbang pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV 2018 yang masih tembus 5 persen, tepatnya 5,08 persen.

"Kita tumbuhnya lebih rendah dari tahun lalu itu yang sebabkan istilahnya kita sudah tambah ekstra effort ternyata kita tetap melempem, ini cukup mengkhawatirkan," pungkasnya.

Baca Juga: Tahan Banting, Ekonomi Jakarta Tetap Cakep

Lebih jauh, katanya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya melihat dari penurunan kinerja ekspor dan impor akibat gejolak ekonomi global. Namun, sesungguhnya ada faktor domestik yang nggak pernah kita perkirakan.

"Konsumsi rumah tangga di kuartal IV 2019 biasanya di atas 5 persen tapi ini hanya 4,97 persen. Ini artinya sumber global sudah diperkirakan sebelumnya yakni berada di kerwenangan pemerintah bukan karena faktor luar," tutupnya.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Rosmayanti
Foto: Yulius Satria Wijaya

https://m.id.investing.com/news/econ...global-1956383


meroket pala lo peyang bong
Diubah oleh wolfvenom88
https://indonesiainside.id/ekonomi/2020/02/05/pemerintah-jokowi-dibayang-bayangi-krisis-ekonomi

https://celebestopnews.com/ekonomi/2020/02/bps-sebut-konsumsi-domestik-2019-melambat-504-persen/

https://m.akurat.co/id-995139-read-masih-diselimuti-awan-hitam-pertumbuhan-ekonomi-2020-hanya-akan-48-persen

https://joglosemarnews.com/2020/02/klaim-makin-miskin-buruh-tolak-kenaikan-iuran-bpjs-kesehatan/

https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20200206/47/1198265/pertumbuhan-sektor-properti-terhambat-lesunya-daya-beli-

https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20200206/9/1198327/optimisme-konsumen-melemah-waspadai-penurunan-daya-beli




profile-picture
rajin.meremas memberi reputasi
https://suryakepri.com/2020/02/06/penjualan-tas-sepatu-fashion-masih-sepi-kedai-kedai-di-nagoya-batam-juga-mengeluh-kondisi-pahit/


https://suryakepri.com/2020/02/06/toko-emas-di-nagoya-dan-jodoh-sepi-pembeli-pedagang-biasanya-banyak-turis-yang-beli/
profile-picture
rajin.meremas memberi reputasi
wih venom ngepost lagi
bayaran dah cair ya emoticon-Leh Uga
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post SpiritOfZoro
Hmm sekarang siapa yang bayarin ya?
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Harus banyak bersabar..
Kayaknya masyarakat menengah kebawah lebih byk menahan diri utk berhemat.
malah menukik
"Kita enggak banyak terbuka dari asing, jadi kalau narasinya global sebabkan ekonomi melambat, mungkin (pemerintah) kesulitan cari analisis lain," jelasnya.

Lah tapi pemerintah kan asing aseng asing aseng...
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan pemburu.kobokan memberi reputasi
salahkan bujer ajaemoticon-Belgia
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Balasan post Zreel
@Zreel tanya dia lah ngapain nanya gw
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Ekonom.goblok ini mah
Berpikiran sempit!
Lha wong cina ma Amerika aja sedang lesu ko
Terus laporan dari pwc, para CEO di 2020 ini jg lebih banyak pesimisnya akan kondisi ekonomi
lama gak liat wolppenom emoticon-Belo
dana awal bulan cair emoticon-Ngacir
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
ga boleh salahin global.. emoticon-Malu (S)

pokoknya semua salah jokowi.. emoticon-Mad (S)

emoticon-Blue Guy Bata (L)


emoticon-Ngacir
emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Diubah oleh valkyr7
Rezim gak becus ngurus ekonomi. emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
rajin.meremas dan galuhsuda memberi reputasi
kmren2 pada seneng karena bnyk promo emoney yg sangat membantu pemenuhan kbutuhan hidup...dan ojol pun bnyk promo jg..

pada nyadar ga..
perusahaan startup uda mulai ga mau bakar duid...

smakin kerasa penurunan daya beli nya..

beware...
Lah yang kemarin tahun baru ada edaran untuk melarang tiup trompet siapa?

Terus pembuat dan pedagang trompet gigit jari karena berkurang pendapatan nya salah siapa?

Itu baru trompet tahun baru!

Belum yang lain lain!

Masih Bagus pemerintahan jokowi nyalahin luar daripada borok di dalam negri di ungkap ke muka umum! Yang nanti malu siapa? Ini kan karena ada wakil president Maruf Amin saja jadi pemerintah nyalahin keluar
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Diubah oleh daimond25
kalau makin loyo tinggal salahin negara lain,hahahaha
ini namanya nasib (apapun policy pemerintah gk ada hasilnya)
tinggal nunggu apakah nasib baik ato nasib buruk
salah SBY emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
rajin.meremas dan galuhsuda memberi reputasi
Yg ngomong ahli2 ekonomi bukan bujer.
Jadi bisa lebih terpercaya analisisnya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di