CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jadi Kapten Geng Perampok ‘Jemcy’, Pelajar 15 Tahun: Perlu Uang Jajan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3c5517eaab254c0b1eefcb/jadi-kapten-geng-perampok-jemcy-pelajar-15-tahun-perlu-uang-jajan

Jadi Kapten Geng Perampok ‘Jemcy’, Pelajar 15 Tahun: Perlu Uang Jajan

Jadi Kapten Geng Perampok ‘Jemcy’, Pelajar 15 Tahun: Perlu Uang Jajan


DEPOK – Anak 15 tahun ini sudah 15 kali memimpin perampokan tiga teman sebaya. Dia di-KO si Pitung yang diincarnya sebagai korban ke-16.

Tangan kiri bandit bau kencur itu luka kena clurit yang dibawanya saat duel melawan Pitung, panggilan Rafi Umar, di Jalan Anggrek, Cinere, Kamis (6/2/2020) sekira pukul 03:30.

Anak SMP kelas 2 ini pun dilarikan polisi ke rumah sakit. Tiga anak buahnya, masing-masing usia 15 sudah putus sekolah dan dua lainnya 16 tahun duduk di bangku kels 3 SMP.

Kapten begal ini mengaku setiap barang yang bisa didapat, terutama HP, akan dijual lalu hasilnya dibagi rata. “Uangnya dipakai untuk jajan, padahal sudah diberi uang jajan oleh orangtuanya,” ungkap Kapolsek Limo Kompol Bintang Silaen.

Dalam pemeriksaan, sambungnya, kawanan bandit belia ini mengaku sudah 15 kali beraksi. Bahkan setengah jam sebelum dibikin keok si Pitung baru saja merampok HP sopir taksi online.

"Mereka mengaku punya kelompok namanya Jemcy alias Jemblongan City yang berada di daerah Pancoran Mas. Setiap beraksi selalu mobile, mengancam pengendara motor pakai clurit lalu merampas HP-nya," paparnya.

Menurutnya, meski berusia amat muda kawanan ini tergolong kejam. Mereka akan melukai sasaran yang melawan tak mau memberi harta yang diincarnya. Polisi menyita clurit dan dua motor yang biasa dipakai komplotan ini dalam beraksi.

"Keempat pelaku kita kenakan tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan Pasal 53 Jo 365 KUHP dengan ancaman pidana di atas 10 tahun,” kata kapolres. “Namun mereka masih di bawah umur sehingga penanganan kasus kita bedakan dengan tersangka yang dewasa.” (angga/yp)


SUMBER:
https://poskota.id/2020/2/6/jadi-kap...rlu-uang-jajan

KOMEN TS:
Gila juga nih bocah, masih 15 tahun udah 15 kali mimpin rampok. Sebutuh duit apasih ya emang bocah umur segitu. emoticon-Ngakak (S)

Tapi sih ya, kalau mau ngomongin soal kriminalitas yang dilakuin sama anak-anak tuh rasanya gak pernah ada habisnya. Bahkan kalau berpijak pada data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tersaji data yang menyebut kalau mulai dari tahun 2011 sampai akhir 2018 tuh tindak kriminalitas yang dilakukan anak dibawah umur makin meningkat. Kalau tahun 2011 ada 695 anak yang melakukan tindak kriminal, di tahun 2018 naik signifikan jadi 1.434 orang. Sayangnya gw belum dapet data di tahun 2019. Tapi dari data yang ada aja bisa kelihatan kok seberapa mirisnya lihat generasi muda Indonesia.

Untuk memecahkan solusi ini emang gak mudah buat elit kita. Pemerintah atau KPAI gw rasa sih udah setengah mati berupaya melakukan upaya preventif agar tidak terjadi lagi tindak kriminal yang dilakukan anak, tapi yang lebih penting dari itu semua ya balik lagi ke peran orang tua dan lingkungan.

Udah jadi rahasia umum kalau peran keluarga tuh sebenernya penting dalam tumbuh kembang anak. Tapi banyak yang nganggep enteng hal ini. Bisanya cuma beranak doang, tapi cara mengurusnya salah. Apalagi orang tua zaman sekarang banyak yang sibuk dengan gadget dan kehidupannya di dunia maya. Konsekuensinya ya anak jadi gak dapet asupan perhatian dari orang tuanya. Padahal sikap yang persuasif ke anak tuh dibutuhkan banget.

Kalau menurut gw orang tua juga harusnya dikasih punishment aja sih dari penegak hukum. Biar mereka sadar kalau anaknya harus dipantau biar gak melawan hukum.

Cara seperti itu bisa kita contoh dari hukum di California, Amerika Serikat. Disana orang tua harus bertanggung jawab penuh atas tindakan kriminal anaknya. Hukumannya juga gak nanggung-nanggung. Untuk anak yang ngerusak properti punya orang lain aja, orang tuanya harus membayar denda sekitar 341 juta rupiah. Lumayan tuh duit buat beli Ducati Monster. emoticon-Big Grin

Indonesia harus memulai terobosan baru dalam hukum terhadap tindak pidana yang dilakukan anak-anak. Jangan sampai orang tua gak ngelakuin upaya preventif dalam tumbuh kembang anak biar terhindar dari tindakan kriminal. Soalnya biar tuh anak pas udah gede gak nyusahin orang lain.
emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Sok.Art dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh VolkswagenPutih
Halaman 1 dari 8
masa kecil yg bahagia
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan kakekane.cell memberi reputasi
memprihatinkan
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Pecahin aje sampe ke level sperma, di ubah struktur dna nya ,trus dimasukin lagi ke rahim ibu nya. Atau low cost solution nya



Kastrasi bokapnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rampratamadhan dan 5 lainnya memberi reputasi
Yg anak 16 tahun iseng bawa foto presiden jokowi mau di dor itu cm dianggap kenakalan remaja kata pak polisi. Tips: kalau mau menghina simbol negara haruslah dibawah 17 tahun biar dianggap kenakalan semata.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Quote:


Ya beda lah..kan digali dulu motifnya.
Klo menghina latar belakang kebencian krn kena doktrin bukan kenakalan remaja. Beda lagi penaganannya.
Atau demonstrasi yg maki2 presiden anak2 dwbh umur, bisa aja ikut2an..bukan kenakalan rmja juga.

Lah itu yg hina mau tembak jokwo cuma gaya gayaan biar dblg keren, scr anak pitnes..masa udh keker gak brani blg gtu..ya mungkin tantangan. emoticon-Big Grin

Ah mana sampe kstu akal elu..
Lihat 1 balasan
Balasan post wasitnamntabgan
Oh gtu...cuma gaya2an ya..hmmm....
Hadapkan ke regu tembak saja, biar bisa lanjutkan hobi begal nya di neraka emoticon-Salaman





Bata only emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soarer2jz dan 5 lainnya memberi reputasi
Halah depok.. Tim jaguar... Ahsudahlah emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
roninthirst dan 2 lainnya memberi reputasi
knp yg kena tangannya sih..
profile-picture
st.mekisucker memberi reputasi
Di hukum mati aje nih kudu nya anak anjing yg satu ini

emoticon-Recommended Seller
profile-picture
st.mekisucker memberi reputasi
Lihat 1 balasan
“Namun mereka masih di bawah umur sehingga penanganan kasus kita bedakan dengan tersangka yang dewasa.” (angga/yp)

Harusnya udah gak usah dibedakan lagi. Manusia kl udah setega itu padahal belum dalam keadaan terdesak, udah ibaratnya gak ada harapan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wbros dan 3 lainnya memberi reputasi
coba suruh nih bocah ngebantai bokap nyokapnya sendiri, karena ortunya melahirkan sampah di duniaemoticon-Angkat Beer
Kalo 15 tahun udah jago jadi begal, berarti bisa juga kali jadi politisi, teknisi elektronik, montir mobil, bahkan dokter umur segitu... Hmm...
Balasan post Aparatkaskus
Emang ane juga sampe skrg ga terima kalo anak penghina presiden itu dibebasin dengan alasan dibawah umur, tapi disamping faktor itu, kasus ini berbeda, ini perampokan dengan penganiayaan, semestinya dihukum seberat2nya tanpa mengacu pada faktor umur
profile-picture
profile-picture
kakeksegalatahu dan BlueJupieZ memberi reputasi
sampah begini digejek aja
Balasan post Jordan2010
@Jordan2010 ternyata dibilang kacung lho..presiden, ane kmrn liat videonya. Moga aja sih hukum ditegakkan dengan adil
profile-picture
jinpari22 memberi reputasi
Luar biasa... masih 15 tahun, peran ortu dan keluarga kemana kah?
Menurut gua harus dirubah peraturan hukum kita, jangan cuma dibedakan umur 18 tahun ke bawah dianggap dibawah umur yang tidak akan dihukum pidana.

menurut gua umur 13-18, sekitaran anak smp dan sma seharusnya sudah tau mana yang baik dan yang jahat. beda sama anak TK / SD. harusnya kejahatan anak SMP-SMA dapat dihukum pidana, tapi mungkin hanya separo dari hukuman yang diterapkan ke orang dewasa.
profile-picture
profile-picture
BlueJupieZ dan bnoorraini memberi reputasi
MEMBESARKAN ANAK GAMPANG.
MENDIDIKNYA YANG SUSAH.
kalau sudah 15 tahun mah sudah harus dihitung dewasa
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di