CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kewajiban RI Deradikalisasi 600 WNI Eks ISIS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3bd55e5cf6c47dbe126b22/kewajiban-ri-deradikalisasi-600-wni-eks-isis

Kewajiban RI Deradikalisasi 600 WNI Eks ISIS

Spoiler for ISIS:


Spoiler for Video:


Wacana pemerintah untuk memulangkan 600 WNI ISIS menjadi polemik. Ada pihak yang pro, ada pula pihak yang kontra. Tentu kita semua bisa memahami mengapa tak sedikit pihak yang tak inginkan kepulangan WNI ISIS. Mereka telah memilih untuk bergabung dengan kelompok teroris, maka untuk apa lagi pemerintah bersusah payah mengembalikannya? Bahkan negara-negara seperti AS dan UK telah menghapus kewarganegaraan beberapa warganya yang bergabung dengan kelompok teroris.

Penolakan akan pemulangan 600 WNI ISIS pun disampaikan oleh Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana. Ia mengatakan, 600 WNI eks ISIS tersebut telah kehilangan kewarganegaraan Indonesia apabila merujuk pada UU Kewarganegaraan Tahun 2006 Pasal 23.

Hikmahanto menjelaskan dalam pasal tersebut huruf (d), kehilangan kewarganegaraan disebabkan karena masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden. Sementara huruf (f) menyebutkan secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing.

Oleh karena itu, kewarganegaraan WNI yang bergabung dengan ISIS otomatis gugur. "Kan ikut ISIS masuk dinas tentara asing. Kalau istri atau anaknya karena mengangkat sumpah," ujar Hikmahanto pada 5 Februari 2020.

Hikmahanto mengingatkan bahwa apabila alasan pemerintah hanya sekedar formalitas yang diatur dalam perundang-undangan atau kemanusiaan, maka tentunya belum cukup untuk menjadi pertimbangan memulangkan mereka. Pemerintah harus bisa memastikan agar WNI ISIS tidak menyebarkan ideologinya di tanah air serta harus pula mempertimbangkan seberapa besar masyarakat mau menerima mereka kembali.

Sumber : Tempo [Pakar Hukum: Kewarganegaraan 600 WNI Eks ISIS Otomatis Gugur]

Lantas apa alasan utama pemerintah ingin memulangkan 600 WNI terpapar ISIS? Mari kita lihat dari UU Kewarganegaraan Tahun 2006 Pasal 23 yang dipaparkan Guru Besar UI. Hikmahanto mengatakan bahwa WNI eks ISIS telah masuk ke dalam dinas tentara asing dan sumpah setia pada negara asing, yakni ISIS. Sehingga secara otomatis telah menghilangkan status WNI.

Apakah dunia internasional mengakui ISIS sebagai suatu negara? Apakah Indonesia mengakui secara de jure ISIS sebagai negara yang berdaulat? Tentu saja tidak!

Apabila logika seperti itu digunakan, itu berarti Indonesia juga harus mengakui bahwa Negara Papua Barat adalah sebuah negara yang berdaulat secara hukum. Sama saja dengan mendorong WNI pendukung Papua Merdeka melepas atau menghapus status WNI-nya. Jika itu terjadi, maka penanganan Papua Merdeka sepenuhnya jatuh ke tangan dunia internasional. RI kehilangan ruang gerak untuk menindak Papua Merdeka/KKB/OPM menggunakan jalur hukum Indonesia.

Lagipula Indonesia tak sendiri. Banyak negara yang hingga kini tengah berusaha memulangkan warganya yang telah terpapar ISIS. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif For Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones. Ia mengatakan sejumlah negara seperti Australia, Jerman, Norwegia, dan AS sudah memulangkan beberapa anak dan perempuan. Bahkan Kazakhstan dan Albania telah mencoba repatriasi massal.

Sumber : Tempo [Sidney Jones Usulkan Beberapa Langkah Pemulangan WNI Eks ISIS]

Lantas bagaimana cara agar pemerintah dapat memastikan WNI terpapar ISIS tidak menyebarkan pahamnya di Indonesia? Yakni dengan melakukan karantina terhadap mereka sebelum mereka dikembalikan ke masyarakat.

Cara ini juga digunakan untuk mengupgrade pemahaman terkini tentang munculnya terorisme internasional. Selama ini hipotesa dan teori yang digunakan RI untuk mendorong kontra terorisme didasarkan pada pemahaman tentang terorisme yang sudah lawas. Akibatnya argumentasi-argumentasi kontra terorisme yang dilakukan, seringkali mudah dipatahkan dalam diskusi publik, serta tidak mencegah pertumbuhan terorisme internasional.

Memulangkan WNI Eks ISIS dan melakukan karantina terhadap mereka untuk didalami secara akademis, dapat mendorong pembaruan pemahaman soal terorisme sekaligus dapat meningkatkan strategi dan taktik penanganan terorisme maupun kampanye kontra terorisme di ruang publik.

Perkembangan dari WNI yang dikarantina juga dapat dilakukan secara transparan sehingga dapat dipahami oleh masyarakat. Maka ketika program tersebut berhasil dan mereka telah bersih dari ideologi yang meracuni, secara otomatis publik yang telah memantau dari awal proses karantina mereka akan dapat menerima mereka kembali.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
latifbastian123 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh NegaraKITA
Halaman 1 dari 3
Apakah masih valid kalo mereka disebut Warga Negara Indonesia? Mereka sdh bakar paspor, sdh menyatakan sumpah setia dgn negara lain, sudah perang untuk negara lain, otomatis sudah melepas kewarganegaraannya, harusnya eks WNI!!
NB: Negara gak punya kewajiban untuk eks WNI, kl tanggung jawab moral, ya kita doakan aja mereka diterima di sisinya, yg laki berpesta dgn 72 bidadari, yang perempuan jadi bidadari buat memenuhi nafsu yg laki
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chrysalis99 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh taikucingloh
Benar sudah eks WNI ?
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Diubah oleh daimond25
betul kalau mereka WNI eks ISIS, tapi mereka kan ISIS eks WNI
profile-picture
profile-picture
mibmobz dan extreme78 memberi reputasi
udah bukan kewajiban.
kan mereka udah buang paspor, udah ga layak lah jadi wni terlepas mereka mau bilang apa aja, menyesal lah, anak banyak dan masi kecil lah,
profile-picture
profile-picture
chrysalis99 dan extreme78 memberi reputasi
Quote:


UU sudah menjelaskan bre...fix kebanyakan dari mereka eks WNIemoticon-dor
Kewajiban RI Deradikalisasi 600 WNI Eks ISIS

Kewajiban RI Deradikalisasi 600 WNI Eks ISIS


Kewajiban RI Deradikalisasi 600 WNI Eks ISIS


emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chrysalis99 dan 3 lainnya memberi reputasi
jangan sebut mereka WNI lagi, karena mereka dgn sadar melepas WNI mereka dgn membakar paspor mereka, sebut mereka anggota ISIS, demikian sesuai manual book mengajarkan, panggillah suatu kaum dgn sebutan yg mereka inginkan emoticon-Big Grin
enak banget dah, dulu berangkat ke suriah dah bilang gak akan balik, bakar passport, baiat khilafah, angkat senjata berperang, sekarang kita disuruh pulangin, trus disuruh karantina yang ntah berapa lama, itu butuh biaya yang gak sedikit loh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reita96 dan 2 lainnya memberi reputasi
bauuu ... tdk pernah mandi padahal ber-kali2 disetubuhi ISIS tanpa nikah krn dianggap sebagai budaknya emoticon-surprised
di deradikalisasi dengan cara dimusnahkan. ga bisa radikal kalau sudah tidak hidup.
Quote:


Ya bukan itu, negara sumpah setia mereka itu tidak diakui. Kalau sampai argumen itu dipake, yg ada itu OPM bakal lepas status WNI. Kemungkinan terburuk nanti, Indonesia jadi ga boleh ikut andil dalam urusan Papua. Gini loh, pernyataan seperti itu yg justru berbahaya. Kelihatannya keren, tapi jadi pedang bermata dua
Diubah oleh NegaraKITA
Lihat 2 balasan
Quote:


Jadi eks WNI ada kriterianya. Ada di UU
kewajiban ?

atau karena mereka muslim meskipun radikal ?

dan dipulangkan untuk jadi masalah di kemudian hari ?

setuju dibina . .


dibinasakan emoticon-Mad
ke indonesia malah jadi penyakit, jgn diterima
Ngehe opini TS.
Tapi g agak sedikit setuju kalau dibilang pemerintah tidak melakukan kewajibannya secara tuntas, yaitu membinasakan para penyebar paham radikal di negsra ini.
Seharusnya mereka semua sudah pada ngehe dengan 72 bidadari di surga sana dan bukan masih bernafas seperti sekarang.

Uighur yg dibela2 kadrun lbh banyak lagi pengikut isis nya

5.000 Warga Muslim Uighur Cina Berjuang Bersama ISIS di Suriah dan Irak

Sampai China bikin kamp pelatihan untuk separatis & radikal Uighur

Deradikalisasi disana benar2 totalitas, brainwash radikal dilawan dgn brainwash nasionalism, kamp setel lagu kenegaraan, sekolah sejarah china, dikasih kegiatan dan ketrampilan manufaktur

Kalau dimari teroris baasyir malah mimpin sholat di sel penjara


Dan kadrun pada bikin narasi hoax "jutaan muslim uighur di genocide" bla..bla..bla..

padahal warga Uighur yg waras ngikut china jauh lbh banyak & hidup normal (xinjiang salah satu destinasi wisata yg terkenal industri kain, karpet, sajadah made in china nya)
profile-picture
48y24rd memberi reputasi
Balasan post NegaraKITA
dongo
klo OPM lepas status WNI
maka indonesia bisa kerahkan militer karena lawannya adalah non WNI

kenapa indonesia ga bisa urus papua?
papua itu bagian dari indonesia

pemikiran macam apa OPM lepas status WNI = indonesia ga boleh urus papua

emoticon-DP emoticon-DP emoticon-DP
Quote terkenal - We do not negotiate with Terrorist!emoticon-Blue Guy Bata (L)
Gua kontra. Mereka udah pilih surga malah mau ditarik ke neraka. Jangan lah. Biarkan aja mereka di surga sana. emoticon-Blue Guy Bata (L)
emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di