CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
(CERBUNG) PEREMPUAN KESAYANGAN SUAMIKU
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3bcd3ea2d195027d5bc08b/cerbung-perempuan-kesayangan-suamiku

(CERBUNG) PEREMPUAN KESAYANGAN

(CERBUNG) PEREMPUAN KESAYANGAN SUAMIKU

Jika suamimu ingin menikah lagi, coba instrospeksi diri. Mungkin, kamu sudah tak lagi menarik. Atau kamu tak lagi membuat hatinya merasa nyaman. Selalu ada sebab di setiap perkara.

***

"Dek, abang nikah lagi, ya?"

"Apa, Bang?" Aku mendengar dengan sangat jelas, tetapi mencoba menyakinkan diri bahwa memang tak salah dengar.

Menikah lagi? Kupandang suami tercinta yang duduk di hadapan dengan dada berdebar. Matanya yang tajam terus menatap penuh harap.

"Abang ingin menikah lagi." Ulangnya, suaranya masih pelan seperti tadi. Tangannya mengusap lembut rambut sebahuku yang kubiarkan terurai.

"Tapi ... kenapa, Bang?" Bibirku bergetar. Berbagai emosi menerjang bersamaan ke dalam benak. Marah, kesal, sedih. Juga kecewa. Apa kurangnya aku?

Siapa pun tahu, aku perempuan berbobot. Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi begitulah orang-orang selalu bilang. Cantik, pintar, punya sepasang anak lucu, dan pekerjaan sebagai bidan tak mengharuskan pergi keluar rumah. Nyaris setiap hari, ada saja pasien yang datang. Mulai dari program hamil, periksa rutin setiap bulan, sampai melahirkan. Nyaris tak pernah sepi.

Jadi, apa kurangnya aku? Perawatan rutin setiap minggu membuat wajahku bersinar cantik dan kulit langsat ini mulus terawat. Wangi. Dan tentu saja sedap dipandang.

"Apa ... Abang sudah tak cinta padaku?" Aku bertanya sambil mencoba meredam perasaan tertusuk yang kian menjadi. Siapa sih, perempuan yang kuat mendengar permintaan suami yang ingin menikah lagi? Apa aku saja tak cukup?

"Abang masih cinta kamu, Dek. Tapi, abang juga mencintainya. Kami sudah lama saling mencintai. Apa Adek ingin abang sampai berzina dengannya?"

Aku menggigit bibir, rasa tertusuk di dada semakin menggila. Astaghfirullah. Abang bisa sampai berkata seperti ini, apa itu berarti abang benar-benar cinta?

Ya, Allah. Kuatkan hambamu ini menghadapi cobaan kali ini yang sepertinya tidak akan mudah. Mendapati suami jatuh cinta lagi, siapa yang tak sakit hati?

"Jika alasannya untuk menghindari zina, Abang bisa berpuasa. Aku tak rela dimadu, Bang. Tak rela." Tangis yang sejak tadi kutahan akhirnya luruh juga.

Aku tak sudi berbagi. Tak sudi.

"Balasannya surga, Dek."

Surga? Ya, salaam. Sungguh aku paling kesal pada semua makhluk adam yang berpoligami, lalu mengatakan balasannya surga jika sang istri mau merestui. Wahai para pemuja syahwat, apa jalan menuju surga hanya dengan merelakan suami tercinta menikah lagi? Aku tak akan sudi.

Aku menarik napas panjang, mencoba mengusir sesak yang tak juga pergi. Banyak jalan menuju surga. Mempelajari ilmu agama bersama, salat berjamaah, melayani suami dengan tulus, bahkan membuatkannya sarapan, akan Allah balas jika melakukannya dengan ikhlas. Jadi, kenapa harus merelakan suami menikah lagi? Tidak sudi.

Diusapnya air mata yang meleleh di pipiku. Tangannya menggenggam tanganku, lalu mengecupnya lembut.

"Abang minta restu Adek, karena tak ingin mengkhianati Adek. Karena Abang cinta sama Adek." Diusapnya air mata yang mengalir perlahan di pipiku.

Ah, Abang. Bahkan disaat seperti ini, mulutnya masih sempat menebar kata-kata rayuan.

"Kalau Adek tak mau ijinkan, Abang tetap akan menikahinya, Dek."

Aku sudah tak kuat. Aku segera berdiri, memilih jilbab di lemari, kemudian melangkah ke ruang depan di mana sebagian pasien tengan mengantri untuk USG. Beberapa pasien langsung menatap kemari. Lekas kuuaap air mata di pipi, tersenyum kecil sambil mengangguk, lalu masuk ke dalam ruangan. Segera duduk di hadapan meja penuh buku pink yang biasanya selalu terasa menyenangkan. Kenapa sekarang tidak lagi?

Aku mencoba menguatkan hati sebelum akhirnya berkata, "Yang mau periksa saja, silakan ke sini," kataku dengan suara sumbang sambil menghapus air mata. Lalu tersenyum lebar saat seorang perempuan berperut besar melangkah masuk bersama suaminya.

Bersambung

#Coba jawab jujur, disini ada nggak yang mau dipoligami dengan imbalan surga? Surga, lhoo, imbalannya. Jawabnya yang jujur, yaa. Bohong masih dosa kan yaaa
Diubah oleh f3soh.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di