CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Pilkada /
Jangan sampai proporsional fiktif belaka
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3b1a8ca72768749621bc2f/jangan-sampai-proporsional-fiktif-belaka

Jangan sampai proporsional fiktif belaka

Ruang publik dicengangkan oleh komisioner KPU RI terlibat dengan kasus suap. Peristiwa itu sangat busuk. Mencoreng wajah lembaga independen negara. Dibuat untuk memberikan contoh kepada masyarakat, malah hal itu sebaliknya. Menjadi tumpang tindih antara perspektif kejujuran dengan keterbukaan sebagai dasar utama lembaga tersebut.
Jangan sampai proporsional fiktif belaka
Lagi-lagi yang menghancurkan negara kasus suap guys. Tidak ada yang bisa dipercaya. Takutnya mengakar ke komisi pemilihan daerah kabupaten dan kota.

Kenapa tidak dengan kejadian tersebut, Bisa jadi itu akan terjadi. Persoalannya biayng kerok dari masalah itu adalah besaran uang yang ditawarkan oleh mafia politik guys.

Jangan sampai proporsional fiktif belaka

Kalau sudah begitu siapa yang salah?
Tak mungkin sistem yang salah, sebab sistem telah diciptakan dengan sebaik mungkin. Aturannya sebagai payung hukum pemilihan umum telah dibuat secara bersama-sama.

Kalau kita lihat atas semua peristiwa yang terjadi keseimbangan yang ada pada sistem pemilihan umum hanyalah bagian dari cerita fiktif. Kejujuran juga terlihat serupa. Sangat rendah harga diri lembaga di negara ini. Sampai-sampai di lingkungan lembaga negara hanya dijadikan tempat berladang uang.

Sangat miris, bahwa lembaga tersebut seharusnya menjadi panutan kedaulatan rakyat harus menjadi penyimpangan oknum yang tidak bertanggung jawab. Menjadi tempat perbisnisan jual beli suara. Menjadi tempat pembodohan masal.

Awal mulanya uang tuh guys. Sungguh disayangkan. Uang adalah angka yang tidak bisa mengobat batin komisioner KPU RI pada pemilu 2019 lalu.

Lucu sekali melihat mimik wajahnya sangat santai. Seolah tidak bersalah lagi. Ampun deh kita jadinya guys.

Kalu boleh usul komisioner KPU itu untuk statusnya dirubah lagi lah. Sebab hanya menambah rugi negara saja. Digaji dengan APBN malah sikap yang diperlihatkan tidak senonoh begitu.

Emang gaji dari APBN masih belum cukup. Kok sampai tega meruntuhkan marwah asas LUBERJURDIL. Jika bisa kita semua bersinergi mengawasi proses menyelenggarakan pemilihan umum. Jangan sampai kejadian bejad para pemangku kebijakan di badan penyelenggara ini berbuat sesuka hati mereka.
Guys #saveindonesia #saveKedaulatan
profile-picture
caseopia memberi reputasi
Diubah oleh KABApost


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di