CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
jawab nomor 4
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3b00bec9518b3b287997af/jawab-nomor-4

jawab nomor 4

Masalah antinomi nilai yang terjadi di dalam kehidupan ekonomi baru dapat terjawab dalam kerangka teoristik yang dikembangkan oleh Mazhab Austria. Berikan penjelasan mengenai hal ini
Antinomy nilai berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Stanley Jevons dari University of Manchester, Karl Menger dari Austria, Leon Walras dari Lauzanne School dan Alfred Marshal dari Cambridge University yang melakukan penelitian mengenai Nilai Surplus (surplus Value) yang dikemukakan oleh Karl Marx. Kesimpulan dari hasil penelitian mereka adalah sama, yaitu menyatakan bahwa teori surplus value Marx tidak mampu menjelaskan secara tepat tentang komoditas. Sehingga dalam membahas konsep dari Marx, para tokoh neo Klasik menggunakan konsep analisis marginal (marginal analysis). Pada intinya, konsep ini mengaplikasikan kalkulus diferensial terhadap perilaku konsumen dan produsen serta penentuan harga-harga di pasar. Konsep ini tentu saja kemudian dikembangkan oleh para pakar ekonomi Austria yang berbasis analisis menggunakan kalkulus. Karena konsep ini dikembangkan oleh pakar-pakar ekonomi dari Asutria, pandangan mereka dalam berbagai buku ajar dimasukkan ke dalam aliran tersendiri yang disebut mazhab Austria. Sebagai contoh adalah Karl Menger (1840-1921) menerbitkan buku berjudul Grunsatze der Volks Wirtschaftslehre (1871) yang isinya adalah pengembangan teori utilitas marginal yang berdampak besar kepada pengembangan teori ekonomi. Friedrich von Wiezer (1851-1920) kemudian mengembangkan teori utilitas Menger dan menambahkan formula biaya-biaya oportunitas. Kemudian dilanjutkan oleh Eugen von Bohm Bawerk (1851-1914) yang menemukan teori tentang modal dan teori tentang tingkat suku bunga. Serta banyak penemuan teori lainnya yang dilakukan oleh pakar ekonomi Austria.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di