CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Soal Jawab Teori Pemikiran Ekonoi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3afd7c337f930ad3564ecd/soal-jawab-teori-pemikiran-ekonoi

Soal Jawab Teori Pemikiran Ekonomi

Di dalam perkembangannya pemikiran ilmu ekonomi di mulai oleh para praktisi kebijakan ekonomi nasional di sejumlah negara pada abad 16 dan 17 yang selanjutnya dikenal sebagai aliran merkantilis. Meskipun kejadian tersebut telah berlalu berabad-abad namun dari ajarannya ada beberapa hal yang dinilai masih relevan sampai sekarang, terutama bagi negara-negara yang sedang membangun. Jelaskan !!!
profile-picture
mata_malaikat memberi reputasi
Diubah oleh suhukho
Quote:


Perlu diketahui terlebih dahulu sudut pandang dan ajaran mendasar dari merkatilisme, bahwa setiap negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan perdagangan dengan negara lain. Sumber kekayaan negara diperoleh dari “surplus” perdagangan luar negeri yang akan diterima dalam bentuk emas dan perak yang kemudian disebut sebagai uang. Bagi kaum merkantilis, uang yang dihasilkan dari perdagangan tersebut merupakan sumber kekuasaan (power), sehingga hal ini yang kemudian mendorong negara-negara yang menganut faham merkantilisme seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Belanda untuk melakukan kebijakan ekspor besar-besaran dan sedapat mungkin membatasi impor. Sehingga dari hal tersebut, maka teori/ajaran yang masih relevan untuk merepresentasikan dan membuktikan kondisi ekonomi saat ini antara lain:
a. Teori dari Jean Boudin (1530-1596) yang menjelaskan mengenai hubungan antara jumlah uang beredar terhadap kenaikan harga barang. Konsep ini merupakan cikal bakal teori dari inflasi ekonomi modern saat ini yang kemudian disempurnakan Irving Fisher dalam formulanya mengenai teori kuantitas uang. Menurut Boudin, bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dapat menyebabkan naiknya harga barang-barang. Selain itu, kenaikan harga barang-barang juga dapat disebabkan oleh praktik monopoli serta pola hidup mewah di kalangan kaum bangsawan dan raja-raja. Jika kondisi ini terjadi, maka akan berdampak langsung kepada rakyat.Merujukkepada teori Boudin tersebut dan dikaitkan dengan kondisi ekonomi saat ini, maka inflasi dapat dijelaskan sebagai kenaikanharga barang dan jasa secara menyeluruh dan bersifat gradual yang disebabkan oleh jumlah uang beredar (akibat transaksi perdagangan) di masyarakat/negara terlalu besar dan kemudian memicu besarnya konsumsi masyarakat sehingga menyebabkan nilai mata uang domestik menjadi lemah. Suatu negara yang mengalami inflasi biasanya terjadi karena pertumbuhan ekspor lebih besar dari impor, sehingga menyebabkan arus uang mengalir ke dalam lebih besar. Hal ini mengakibatkan volume uang beredar dimasyarakat bertambah besar yang tentunya akan memicu dan memacu konsumsi lebih besar pula. Praktik monopoli dan pola hidup mewah yang dikatakan oleh Boudin, diterjemahkan sebagai besarnya tingkat dan pola konsumsi setiap individu yang saat terjadi inflasi justru memiliki uang lebih banyak dan kemampuan beli lebih besar dari biasanya. Pada akhirnya, setiap individu yang memiliki daya beli lebih besar, akan melakukan konsumsi besar pula. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka secara umum akanmembuat jumlah uang beredar di negara tersebut semakin besar dan tak terkendali hingga akhirnya nilai per unit dari mata uang itu sendiri menjadi tidak bernilai sama sekali (lemah), dengan kata lain, harga per unit barang saat itu sangatlah tinggi. Pada kondisi ini, daya beli masyarakat justru sangat lemah karena berapa pun uang yang dimiliki tetap tidak mampu menjangkau harga per unit barang yang semakin melambung tinggi. (source: https://www.hetwebsite.net/het/profiles/bodin.htm)

b. Teori kecepatan uang beredar (the Velocity of money) dari Sir William Petty (1623-1687). Petty mengatakan bahwa “jika output ekonomi suatu negara ingin meningkat dalam kaitannya dengan jumlah uang beredar dan harga barang, maka kecepatan sirkulasi dalam ruang lingkup yang lebih kecil harus tinggi.” Petty berpendapat bahwa uang hanyalah “lemak tubuh politik, jika terlalu banyak maka akan menghambat ketangkasannya, dan jika terlalu sedikit maka akan membuatnya sakit.” Jika merujuk pada kondisi ekonomi saat ini, maka dapat diterjemahkan bahwa pemerintah perlu mengatur porsi jumlah uang beredar yang ideal di dalam negeri. Kalimat “Fat of The Body Politic (lemak tubuh politik)” di terjemahkan sebagai kurs mata uang suatu negara yang berkontribusi terhadap kinerja ekonomi. Peran dan kebijakan pemerintah sangat penting dalam mengendalikan kurs mata uang tersebut agar menjaga stabilitas perekonomian suatu negara
profile-picture
mata_malaikat memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di