CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Tenggelamnya Budaya Tradisional Kita
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3ab67165b24d4cb058da5e/tenggelamnya-budaya-tradisional-kita

Tenggelamnya Budaya Tradisional Kita

Wellcome to my Thread

Thread ini terinspirasi dari hasil bengong gue atau renungan asal asalan yang tiba-tiba nyeletuk aja gitu di kepala, ada yang bilang itu Ilham. lupakan, langsung ke point di bawah ini, Enjoy it.

Kita memasuki era yang di sebut oleh kita sendiri modern, di mana teknologi berkembang menjadi sangat amat canggih, pemikiran semakin luas, dan pastinya semua kita serap dengan cepat. dan tidak lain juga karena globalisasi.

Karena itu pula, budaya-budaya yang baru pun muncul. Dan mulai menggerus secara perlahan budaya luhur yang lama yang "katanya" merupakan kebanggaan kita. bukan cuma itu, bahkan kesenian tradisional kita pun mulai tergerus, dapat kita lihat bahwa yang sering muncul di tv dan media sekarang adalah musik modern, baju modern, gaya yang modern yang sebenarnya berasal dari luar. 

Di mana kesenian tradisional ? mereka hanya muncul kalau sudah ke luar negeri dan disukai (ngakunya) oleh orang luar negeri dan dimainkan oleh orang luar negeri dan masyarakat kita bilang "saya bangga menjadi Orang Indonesia", dan saya akan bilang "Overproud Indonesian"

Gue pikir, mungkin benar kebudayaan kita akan hilang seiring berjalannya waktu karena harus diakui, banyak sekali perubahan yang ada selama beberapa tahun belakangan. pergeseran ini terjadi bukan karena salah kita juga, tapi karena trend  yang ada, dan bagaimana kita memandang kebudayaan kita sendiri.

Dan gue jujur sejujur-jujurnya akan mengatakan budaya kita "kuno". bukan karena jelek, tapi karena sudah ketinggalan jaman. Kalaupun mau dibuat modern, kita harus memadukan dengan budaya modern di mana yang ditonjolkan adalah budaya modern itu sendiri. 

gue pernah melihat penari balet yang memasukkan gerakan tradisional Indonesia ke dalam tarian baletnya, dan menjadi sesuatu yang baru, mereka bangga dengan itu. tapi gue miris karena gue hanya mengetahui balet sebagai "tari balet" bukan "tari balet tradisional Indonesia". ada juga penyanyi rap yang menggabungkan unsur tradisional ke dalam lagunya (instrumen, bahasa), dan gue akan tetep menyebutnya "lagu rap". 

Kenapa ? karena yang ditonjolkan disitu yah budaya modern. saya akui mereka mencintai seni tradisional kita dengan memasukkan unsur tradisional, tapi mereka lebih suka dengan budaya modern itu, karena mungkin setelah karya dengan instrumen tradisional itu terbit, mereka tetep menari "balet" dan "ngerap".

Ini lah yang disebut "perubahan". Kita gak bisa mengelak, Kita bisa berusaha mempertahankan budaya kesenian kita, tapi tidak menjamin 100% original, ibaratnya budaya kita hanya barang yang ada di museum dan dilihat dan sekedar pengetahuan saja.

Gimana menurut agan ? 

apa budaya kita akan tergerus oleh modernisasi ini ?

atau akan bertahan tapi berubah mengikuti zaman ?

atau akan bertahan 100 % namun tetap asli

profile-picture
profile-picture
profile-picture
si.naga dan 22 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 8
kalo menurut ane melebur si gan emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan ciptawan memberi reputasi
Kata kuno emang awal penyebab tergerusnya budaya, diperparah lagi sekarang banyak yg lebih suka dgn budaya luar.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mulivw dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
jarang gue liat cewe atau ibu2 pake konde sekarang jamanya rada ketimur tengah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redjupie dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
tidak bangga dengan budaya sendiri ya wajar
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
ijin mampir gan emoticon-Cool
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Quote:


Parah emoticon-Betty
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
mikirin tinggal di mana sama di meja ada makanan udah pusing woi, ga usah ngarep ada waktu buat peduli ada siapa manggung di mana pake kostum2 dengan segala tetek bengeknya....toh mau liat sejarah dan budaya tinggal liat felm dokumenternya di hape....emoticon-Amazed
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mulivw dan 2 lainnya memberi reputasi
Itulah dinamika kehidupan sosial manusia "Perubahan" namun akankah perubahan tersebut kearah Positif atau negatif. Dan budaya yang sudah lama pun begitu bercampur dengan budaya yanh sudah ada sebelumnya menciptakan Akulturasi dan Asimilasi. Karena pada dasarnya Budaya yang ada di Indonesia merupakan hasil dari Akulturasi dan Asimilasi dari kebudayaan asing baik Cina, Melayu, Belanda, Arab dan lain sebagainya. Lalu bagaimanakah budaya asli Nusantara itu sendiri tanpa adanya Akulturasi dan Asimilasi ???

Perubahan itu pasti dan harus terjadi di sendi-sendi kehidupan sosial.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bisa dilihat di sekolah, ngga ada yang minat karawitan (cth. kesenian di salah satu kabupaten di Jateng)
profile-picture
decodeca memberi reputasi
malah lebih kenal budaya luar negri dari pada budaya sendiri. true story dah.
profile-picture
mulivw memberi reputasi
Perubahan adalah suatu keniscayaan emoticon-Cool
kecuali agan orang baduy dalam
Quote:


Kalau saya katakan budaya seni Indonesia bukan hilang karena budaya modern masuk tapi budaya kearab-araban yang menenggelamkannya. Budaya seni Indonesia sekarang banyak dibudidayakan oleh Malaysia dan lambat laun mereka akan meklaim kalau itu budaya Malaysia. Indonesia hanya gigit jari.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noskill1343 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
miris karena kurang diperhatikan budaya lokal dari masyarakat sama pemerintah... kalau di Indonesia sendiri malah ane rasa bisa hilang karena tergerus zaman + budaya luar emoticon-Berduka (S)
profile-picture
mulivw memberi reputasi
mau tidak mau, suka tidak suka, namanya budaya itu akan terus berevolusi.
pasti akan berubah bentuknya seiring berjalannya waktu. Karena yg paling penting itu "roh"nya tidak berubah.

Quote:


mungkin agak "kasar" ya dgn langsung men-judge mereka lebih suka budaya modern. Tapi TS secara sadar atau tidak sadar sudah tahu kalau embel2 tradisional di "balet" sama "rap" itu terasa tempelan. Karena rohnya/semangat fondasi budayanya saja sudah beda.

Misal, lagu Rap itu kan awalnya bentuk aspirasi spontan orang2 tertindas di amerika di abad 20, jelas beda lah sama budaya kita yg berupa tradisi turun temurun ribuan tahun yg maknanya sangat filosofis (hubungan manusia-alam-tuhan, makrokosmos-mikrokosmos, dll). Digabungin gimana pun tetep susah klopnya di kuping. Base produknya saja bukan berakar dari nilai2 budaya kita. Beda dengan batik, nilai budayanya bukan di bentuk pola-pola yg cantik itu, tapi proses kesabaran dan disiplin bikin batiknya yg pake tangan, digambarin satu2... Makanya akar budayanya sangat kuat, mau bentuk sablon, prin, cetak, di baju, celana, topi, selendang, cat mobil, orang2 tetep suka batik. Karena bentuk pola/corak yg rumit itu adalah hasil dari sekian banyak peluh yg tertetes dari ratusan tahun lalu.

Menurut ane, budaya yg cukup berhasil adaptasinya tapi rohnya tidak luntur itu Jepang. Mau dari kimono sampai baju modern, dari yg rumahnya kayu sampai beton, rohnya masih tetap sama. Disiplin dan bersih/clean/minimalis. Makanya, mau bentuk budayanya berubah2, kita tetap tahu kalo itu Jepang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
si.naga dan 3 lainnya memberi reputasi
budaya Modern yg masuk Di negara asalnya budaya traditional mereka yg go international
Diubah oleh cahmlg123456
ajegan bumi nusantara gan emoticon-I Love Indonesia (S)
Karena orang menganggap budaya modern bukan budaya kita. Padahal kita juga yang membentuk budaya itu menjadi budaya baru. Diluar negri juga orang jarang banget yang suka budaya aslinya sendiri. Semua dah melebur jadi budaya baru.

Katanya banyak orang luar suka budaya kita. Malah menjelekan orangnya yang ga suka budaya sendiri. Budaya itu ga cuma kebiasaan. Tapi seni juga. Dan sezni ga bisa dipaksakan kaya dogma agama. Jadinya mana yang nyaman ya itu yang dipake.

Jangan karena kita mesti tetap make atau berusaha meneruskan budaya, tapi malah kita ga nyaman. Merasa tertekan. Terkungkung. Dan merasa bukan diri kita sendiri.

Kalau mau dan sesuai dengan keingan hati nurani ya silahkan. Banyak kog yang suka budaya. Tapi menurut gw lebih baik menjadi diri sendiri dan ga memaksakan apa yang ga kita sukai. Bahkan memaksa orang lain untuk menyukainya. Itu bukan budaya lagi. Tapi dogma agama.

Karena budaya akan terus berkembang dan sesuai dengan situasi kondisi sekarang.



emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
dreammild dan junaedick memberi reputasi
Sama, saya sedih sudah ngga pernah liat Tari Merak, Tari Gambyong, dll kaya jaman dulu waktu kecil. Sekarang ada yg mau ganti serba hitam.
profile-picture
dalamuka memberi reputasi
Quote:


Coba saja ngomong gini sama org Korea, Jepang, ato china gan.....
profile-picture
profile-picture
nouah dan maulanarizky92 memberi reputasi
sebenernya budaya internasional masuk indo gapapa asal budaya tradisional jgn dilupakan, remember where we come from gan emoticon-I Love Indonesia
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di