CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PEMBOHONGAN PUBLIK SEJAK TAHUN 2010, BMG AUSTRALIA PERTAMINA
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e398669a72768381a6ab8fe/pembohongan-publik-sejak-tahun-2010-bmg-australia-pertamina

PEMBOHONGAN PUBLIK SEJAK TAHUN 2010, BMG AUSTRALIA PERTAMINA

Penyebaran "kabar bohong" mengenai Blok BMG Australia sejak tahun 2010, "mereka" (diantaranya Dwi Martono di Detik News 2010) mengatakan bahwa terjadi penurunan cadangan di Blok BMG hingga 80%. Masyarakat Indonesia dan internasional "digiring" pengetahuannya dengan "berita" bahwa yang di akuisisi Pertamina pada tahun 2009 adalah Participating Interest suatu Lapangan Minyak BMG, padahal BMG adalah nama 3 Blok Migas Basker, Manta dan Gummy. Penurunan cadangan lapangan minyak yang dimaksud "mereka" adalah Basker oil field, padahal di Blok BMG selain terdapat Basker oil field yang telah diproduksikan, juga terdapat temuan Manta Gas field dan Potensi eksplorasi atau upside potential yang banyak. Peluang mengkomersialkan atau menjual gas Manta adalah besar, dikarenakan di daratan Australia telah ada Orbost Gas Plant (sejak tahun 2003) yang merupakan "open access" infrastruktur gas untuk penjualan gas di daerah Victoria dan sekitarnya.

Berita mengenai penurunan cadangan minyak Basker oil field hingga 80% dan disebar luaskan kemana-mana, memang menjadi suatu yang aneh ketika itu (tahun 2010) ?. Seolah-olah Pertamina bangga dengan "kegagalannya" dalam investasi atau akuisisi di Blok BMG pada tahun 2009 atau anak perusahaan PT. PHE menyalahkan aksi korporasi PT. Pertamina (Persero) yang merupakan induknya.

Setelah 10 tahun berselang, Ex. Direktur Utama dan Ex. Direktur Keuangan PT. PHE (Pertamina Hulu Energy) Tenny Wibowo dan Hemzairil mengatakan di Persidangan BMG akhir Januari dan awal Februari 2019, bahwa TIDAK TERJADI PENURUNAN CADANGAN di Basker oil field, Hemzairil melengkapi keterangannya bahwa yang menyebabkan dihentikannya produksi minyak adalah terdapat masalah di sumur produksi. Dikarenakan tidak ada pendapatan lagi dari investasi di Blok BMG, maka dilakukan Penilaian kembali (impairment) aset BMG. Selanjutnya untuk keperluan Laporan Keuangan PT. PHE, Dwi Martono dan Richard Tamba memberi "masukan" mengenai Nilai atau Value blok BMG, perhitungan dengan Discounted Cash flow (layak dipertanyakan mengapa tidak menggunakan undiscounted cash flow ?) dan menilai Blok BMG dengan sangat rendah (0 USD?). Hemzairil menegaskan bahwa masukan dimaksud hanya untuk pembuatan Laporan Keuangan. Dalam kesaksiannya Hemzairil mengatakan bahwa impairment hanya dilakukan satu kali (2009/2010) dan ditegaskannya apabila Pertamina tidak melakukan impairment maka Pertamina akan mendapatkan keuntungan dari investasi di Blok BMG.

profile-picture
MyNameIsMoz memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di