CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anggap Tidak Haram, Ustad Marzuki Puluhan Tahun Jadi Pecandu Narkoba
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e395b50f4ae2f4c810254ab/anggap-tidak-haram-ustad-marzuki-puluhan-tahun-jadi-pecandu-narkoba

Anggap Tidak Haram, Ustad Marzuki Puluhan Tahun Jadi Pecandu Narkoba

https://www.jawapos.com/features/01/...candu-narkoba/


Anggap Tidak Haram, Ustad Marzuki Puluhan Tahun Jadi Pecandu Narkoba
PECANDU: Petugas memeriksa kesehatan Ahmad Marzuki sebelum menjalani asesmen di kantor BNNK Surabaya, Jumat (31/1). (Edi Sudrajat/Jawa Pos)

Ahmad Marzuki menjadi ”budak” narkoba selama puluhan tahun. Dia membeberkan alasannya saat menjalani asesmen di Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya kemarin (31/1).


Ahmad Marzuki mengaku sedikit lega. Setelah sepekan mendekam di dalam penjara, pria 46 tahun itu bisa menghirup udara segar. Berkas pengajuan asesmennya lengkap. Dia dikeluarkan sementara dari dalam sel. Dia diantar penyidik ke BNNK Surabaya. ”Mudah-mudahan disetujui,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos sebelum memasuki ruangan asesmen.

Dia mengenakan pakaian rapi ketika tiba sekitar pukul 09.00. Baju lengan pendek motif kotak dipadu dengan celana jins. Marzuki juga memakai kopiah hitam. Begitu datang, dia langsung diarahkan menuju salah satu ruangan di BNNK Surabaya untuk menjalani proses asesmen.

Di dalam ruangan itu terdapat lima orang. Dua di antaranya adalah petugas dari bidang medis. Yakni, Kasi Rehabilitasi BNNK Surabaya dr Singgih Widi Pratomo dan Kepala Departemen NAPZA RSJ Menur dr Lila Nurmayanti. Nah, tiga lainnya merupakan petugas bidang hukum. Yaitu, Kasi Pemberantasan BNNK Surabaya Kompol Damar Bastiar, jaksa Kejari Surabaya Ahmad Muzakki, dan Pangrestu Yuswono dari Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Asesmen tersebut berlangsung tertutup. Hanya, Marzuki sekilas terlihat menjalani pemeriksaan tensi darah. Dua dokter yang tergabung di bidang medis kemudian bergantian mengajaknya mengobrol. Guru di sebuah pondok pesantren (ponpes) tersebut selanjutnya memberikan keterangan kepada tiga petugas di bidang hukum. Marzuki menjalani proses asesmen sekitar dua jam. Dia langsung dibawa penyidik kembali ke Bangkalan setelahnya.

Menurut dr Singgih, hasil asesmennya kepada pria yang ditangkap polisi pada Jumat (24/1) itu cukup mencengangkan. Marzuki mengaku menjadi pemadat sejak usia 20 tahunan. ”Artinya sudah puluhan tahun,” ungkapnya. Singgih menjelaskan, keterangan itu sejalan dengan kondisi tubuhnya. Marzuki tergolong kurus. ”Bisa karena dampak narkoba yang dipakai,” jelasnya.

Dalam asesmen itu, jelas dia, Marzuki awalnya mengenal narkoba dari pergaulan. Beberapa temannya di Bangkalan adalah pemakai ganja. Dia pun ditawari. Marzuki yang tidak pernah memakai tertarik mencoba karena temannya menyebut ganja tidak dilarang oleh agama.

Marzuki semula tidak langsung percaya. Dia membaca sejumlah referensi. Nah, yang dikhawatirkan ternyata memang tidak ada. Menurut Marzuki, yang jelas dilarang di dalam agama adalah minuman keras (miras) atau khamar. ”Makanya dia pakai pakai (ganja),” tutur Singgih.

Lambat laun, pria yang pernah mengajar di Mojokerto itu ketagihan. Marzuki berdalih merasa lebih tenang setelah menikmati ganja. Dia bisa lebih fokus membaca dan mengajar.

Nah, sekitar sepuluh tahun terakhir pilihan jenis narkobanya berubah. Dari ganja menjadi sabu-sabu (SS). Awalnya juga karena teman. Marzuki termakan bujuk rayu bahwa efek narkoba berbentuk serbuk kristal warna bening itu lebih kuat. Dengan begitu, fokusnya untuk belajar dan mengajar menjadi lebih baik.

Singgih belum bisa berkomentar banyak tentang hasil asesmen itu. Dia mengaku butuh waktu untuk menarik kesimpulan dari prosesnya. Fakta yang didapat bakal dianalisis lebih dalam.

Kompol Damar Bastiar dari bidang hukum juga setali tiga uang. Menurut dia, fakta yang didapat pada proses asesmen perlu dirapatkan dulu. Sebab, pihaknya tidak bisa membuat keputusan sendiri. ”Ada dari polisi dan kejaksaan yang ikut membuat kesimpulan,” terangnya.

Yang jelas, kata dia, rekomendasi hanyalah petunjuk. Wewenang selanjutnya terhadap tersangka tetap berada di tangan penyidik. Dengan catatan, perkaranya belum masuk ke persidangan. Jika sudah sampai pada tahap vonis, wewenang selanjutnya berada di tangan hakim.
Editor : Dhimas Ginanjar
Reporter : */c6/eko
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zulfi888 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
niceeeeee
Alhamdulillah
Dengan pakai ganja, udah jadi hafidz belom? Udah berapa kitab yg ternalar? Kalo belum ada, ya kalah sama sama kiyai2 normal...
mantab
iki termasuk kriminalisasi ulama kagak!!?
emoticon-Wakaka
profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
ajaran aneh kalau buat kepentingan dan golongan semua halal...biar fakta haram pun jadi halal....emoticon-Gilaemoticon-Gilaemoticon-Gila
Lihat 1 balasan
dah bisa ngajuin jadi kader vekaes nih.

emoticon-Ngakak
Balasan post jurumudi75
Kagak haram karena di quran kagak disebut ya dia bener. Somat bilang semua yang bahan dasarnya bikin mabok ya haram. Lah semua obat ada alkohol atau ethanolnya tapek juga sama. Tetapi kagak haram. Itulah kenapa mereka kagak berani didebat karena yaitu kagak ada jawaban yang jelas. Ambil jalan tengah itu merusak badan makanya haram namun sampai sekarang sulit sekali satukan persepsi bahwa rokok haram.
ngenthod free seks harom, narkoba holol toyyibanemoticon-Wakaka emoticon-Wkwkwk
kalo si kwetiau udah diseret tuh soal mualafnya emoticon-Leh Uga
ngejatuhin status mualaf, padahal keputusan ganti agama itu ga mudah harus dipelajari dulu dan yakin banget, udah belasan tahun pula mualafnya
walah walah emoticon-Cape d...
ustd...djembut
Anggap Tidak Haram, Ustad Marzuki Puluhan Tahun Jadi Pecandu Narkoba
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
kalo ganja ga haram sabu juga tidak haram? ni orang bacanya kitab apa komik emoticon-Cape deeehh
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Balasan post bani.jamet
Quote:


Mau NU atau muhammadiyah, tetap aja landasannya Al-Qur'an
Kalau ente membeda2kan pengikut Islam berdasarkan pemikiran, berarti secara tak langsung ente mengatakan bahwa Islam sudah gagal mempersatukan umat-Nya emoticon-Salaman
kalau pakai sabu tujuannya untuk fokus mendalami agama sepertinya sudah halal hukumnya
emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk gerombolan halu, suka bikin fatwa dan aturan sendiri, merasa diri selevel dengan tuhan, seluruh dunia miliknya sendiri, yang lain cuma ngontrak
subannalloh
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di