CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menghilangnya Hutan Kota dan Kebun Anggrek demi Mal Mewah Konglomerat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e38a95a88b3cb6c4d08c920/menghilangnya-hutan-kota-dan-kebun-anggrek-demi-mal-mewah-konglomerat

Menghilangnya Hutan Kota dan Kebun Anggrek demi Mal Mewah Konglomerat

Jakarta, IDN Times - Awal 2020, Ibu Kota mendapat kado pahit. Hujan deras semalam suntuk membuat Jakarta lumpuh terendam banjir. Gemerlap Kota Metropolitan seketika redup. Pesta tahun baru berubah menjadi duka dan nestapa.

Banjir tidak hanya merendam perumahan warga, namun juga pusat perbelanjaan. Beberapa mal yang mengalami dampak parah akibat banjir adalah Mal Cipinang Indah di Jakarta Timur dan Mal Taman Anggrek di Jakarta Barat.

Mal Taman Anggrek bahkan harus tutup selama 15 hari, gara-gara pembangkit listrik pusat belanja yang dulu terkenal sebagai mal paling mewah dan terbesar di Asia Tenggara itu terendam banjir.

Muhammad Syafi'i, penjaga lahan parkir di Mal Taman Anggrek, menjadi saksi bagaimana mal yang terletak di Jalan Letjen S. Parman, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan itu mendadak mati seolah tidak ada kehidupan, setelah basement-nya terendam banjir.

Suasana sunyi ini membuat Syafi'i melayang ke masa kecilnya. Dia teringat, dulu waktu masih kecil kawasan Mal Taman Anggrek sangat hijau dan sejuk. Tidak ada gedung beton, mal, apalagi apartemen di kawasan tersebut.

"Rumah saya di belakang situ. Dulu ini rawa tempat kita main bola, sekarang pohon-pohon sudah jadi beton," ucap Syafi'i kepada IDN Times, Rabu 15 Januari lalu.

Syafi'i merupakan warga asli Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat. Dia tahu benar bagaimana rawa-rawa di dekat rumahnya telah disulap menjadi Mal Taman Anggrek.

Baca Juga: Satu Pengelola Jadi WNA, Mal Taman Anggrek Diduga Langgar Hutan Kota

1. Di masa Gubernur Soerjadi Soedirdja, Hutan Kota Tomang yang dikenal sebagai tempat kebun Anggrek disulap jadi mal


Menghilangnya Hutan Kota dan Kebun Anggrek demi Mal Mewah Konglomerat

Apa yang disampaikan Syafi'i bukan sekadar nostalgia belaka. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Jakarta 1985-2005, kawasan Mal Taman Anggrek dulunya merupakan Hutan Kota Tomang. Luasnya 172 hektare.

Tapi pada 1996, di atas hutan kota ini dibangun pusat perbelanjaan mewah yang bernama Mal Taman Anggrek. Belakangan tidak hanya mal, tapi juga apartemen dan permukiman. Berdasarkan data Rujak Center for Urban Studies yang tersusun dalam laporan berjudul: Hujan Ekstrim Lokal & Tata Ruang DKI 6 Januari 2020, total area yang dihabiskan untuk pembangunan mal yakni 360.000 meter persegi.

Tidak hanya menjadi hutan kota, pengamat Tata Kota Nirwono Yoga menuturkan, dulu pada 1985 kawasan Mal Taman Anggrek bahkan terkenal sebagai tempat kebun Anggrek.

"Secara teknis tentunya kawasan tersebut diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau. Persoalannya mengapa dari hutan kota kok bisa disulap menjadi mal?" kata Nirwono kepada IDN Times, Kamis 16 Januari 2020.

DKI Jakarta sendiri pada 1996 dipimpin oleh Gubernur Soerjadi Soedirdja. Soerjadi yang merupakan purnawirawan TNI, memimpin Jakarta sejak 1992 sampai 1997. Soerjadi yang lahir di Batavia, 11 Oktober 1939, tidak hanya dikenal sebagai tokoh militer tapi juga tokoh politik.

Selain menjadi Gubernur DKI Jakarta, Soerjadi juga pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada 1999–2001, dan Menteri Koordinator bidang Politik, Sosial dan Keamanan tahun 2000. Saat Soerjadi memimpin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan Samya Krida Tata Tenteram Karta Raharja, yang merupakan penghargaan atas hasil karya tertinggi dalam melaksanakan pembangunan 5 tahun.

2. Menyusutnya Ruang Terbuka Hijau dan pemutihan kawasan Mal Taman Anggrek

Terkait pembangunan Mal Taman Anggrek di atas lahan Hutan Kota Tomang, Nirwono menegaskan, fakta tersebut menunjukkan ada master plan Jakarta yang diduga dilanggar oleh pihak mal.

Nirwono mengingatkan, penggunaan ruang DKI Jakarta sudah diatur dengan kebijakan gubernur melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Rencana Induk 1965-1985 dan dilanjutkan dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) 1985-2005

"Pembangunan Mal Taman Anggrek telah melanggar Rencana Umum Tata Ruang Jakarta 1965-1985, bahkan dalam Rencana terkini, RTRW 2030 kawasan tersebut sudah diputihkan yang sebelumnya kawasan MTA warna hijau," papar Nirwono.

Dia menjelaskan, dalam Rencana Induk Jakarta 1965-1985, luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta ditargetkan sebesar 37,2 persen atau sekitar 241,8 km persegi. Tapi pada Rencana Umum Tata Ruang Jakarta 1985-2005, menurun jadi 25,85 persen.

Di era Gubernur Sutiyoso, target luas RTH malah lebih rendah lagi, menjadi sekitar 13,94 persen. Namun realisasinya, hanya sekitar 9 persen luas kota Jakarta yang menjadi Ruang Terbuka Hijau.

"Sekarang datanya pada 2020 terakhir hanya 9,98 persen RTH. Bayangkan selama 20 tahun satu persen pun penambahan tidak ada, sungguh sangat-sangat lambat," ungkapnya


3. Jakarta 'bersaudara' dengan air, tapi ruang terbuka hijau hanya tersisa 9,9 persen

Sejarawan JJ Rizal mengatakan, sejatinya orang Jakarta dekat dengan air namun dalam periode yang panjang menjadi orang darat dengan betonisasi.

"Di depan Mal Taman Anggrek itu ada kali yang sudah berkali-kali meluap, artinya itu kawasan yang sudah dibayangkan sejak dulu adalah rumahnya pohon, bukan orang," ujarnya.

Tak heran, kata Rizal, banjir merendam Mal Taman Anggrek dan juga mal-mal lainnya. Sebab, Jakarta telah durhaka kepada 'saudaranya'.

Pendiri penerbitan Komunitas Bambu ini mengatakan, dalam sejarahnya Jakarta lahir bersama air, sehingga bisa dikatakan Jakarta adalah saudara air. Hal ini bisa dilihat dari beberapa nama tempat di Jakarta yang dekat dengan air.

Bak saudara yang datang menengok, lanjut Rizal, Jakarta harus memberikan ruang pada air, sehingga Ibu kota seharusnya memiliki ruang air atau ruang biru yang kemudian berkaitan juga dengan ruang hijau.

"Padahal, sesuai aturan pada Rencana Induk 1965-1985 sudah dirancang Jakarta harus memiliki ruang terbuka hijau 32,7 persen dari wilayah Kota Jakarta, tapi saat ini, hanya 9,9 persen," imbuh sejarawan Betawi itu.

Menurut JJ Rizal, terendamnya Mal Taman Anggrek seharusnya menjadi momen pencetus untuk membuka fakta soal hilangnya RTH Kota Jakarta, yang kini berubah menjadi mal.

"Seharusnya menjadi momen pencetus kasus pertama yang dapat buka-bukaan terkait RTH Kota Jakarta," ujar Rizal.

4. Diduga menempati lahan milik negara dan dibangun di atas jalur hijau, mengapa Mal Taman Anggrek dibiarkan?

Berdiri di atas lahan hutan kota, membuat Mal Taman Anggrek telah menuai polemik sejak pertama dibangun. Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Endah S Pardjoko, seperti dilansir JPNN, 1 Maret 2017.

Endah menegaskan bahwa Mal Taman Anggrek telah menempati lahan milik negara dan dibangun di atas jalur hijau.

“Mal Taman Anggrek dan Plaza Senayan menempati lahan negara. Tapi sejak lama dibiarkan melanggar," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta kala itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ditantang membongkar mal yang berdiri di atas lahan negara itu. Hal ini bersinggungan dengan alasan Ahok yang ingin menggusur lokalisasi Kalijodo, yang disebut berdiri di atas tanah negara. Isu ini ramai menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017.

5. Pemprov DKI Jakarta akan periksa aturan dan perizinan terkait tata ruang dan bangunan

Soal tudingan bahwa Mal Taman Anggrek melanggar RTRW, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengaku, akan melakukan penindakan jika memang ada bangunan yang berdiri di atas lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Kalau perizinan gak sesuai ya kita tegakkan saja. Gak sesuai RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) kita tegakkan saja,” kata Saefullah di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa 14 Januari 2019.

Tapi, Pemprov DKI Jakarta akan melihat dasar terkait tata ruang, apakah memang sudah sesuai atau belum, baru kemudian dilanjutkan pada pemeriksaan perizinan bangunan yang disebut-sebut berada di RTH.

6. Dibangun konglomerat untuk kebutuhan Kota Metropolitan, Taman Anggrek lumpuh setengah bulan karena banjir

Perlu diketahui, Mal Taman Anggrek dibangun oleh orang terkaya nomor 5 di Indonesia tahun 2008, yakni Salimin Prawiro Sumarto. Dia merupakan konglomerat asal Kebumen, Jawa Tengah. Bersama Anton Haliman, Salimin mendirikan perusahaan properti PT. Agung Podomoro Group.

Mal Taman Anggrek saat ini dikelola oleh Mulia Group, yang merupakan besutan keluarga Tjandra Kusum atau Tjan Boen Hwa bersama ketiga anaknya yakni Eka Tjandranegara (Tjan Kok Hui), Gunawan Tjandra (Tjan Kok Kwang), dan Djoko Soegiarto Tjandra (Tjan Kok Hui).

Grup Mulia berawal dari nama Mulialand yang bergerak di bidang konstruksi dan properti yang membangun sejumlah gedung mewah seperti Hotel Mulia Senayan, Wisma Mulia, Menara Mulia, perkantoran elite Wisma GKBI, Gedung BRI II, Menara Mulia Plaza 89, Plaza Kuningan, hingga apartemen Taman Anggrek.

Salimin mendirikan Mal Taman Anggrek guna menjawab kebutuhan Kota Metropolitan Jakarta kala itu. Mal ini terdiri dari tujuh lantai yang menampung 528 toko.

Setelah berdiri, Mal Taman Anggrek saat itu dikenal sebagai pusat belanja mewah dan terbesar di Asia Tenggara. Dalam buku Linda Christanty berjudul "Jurnalisme Sastrawi", Mal Taman Anggrek pada 1999-an digambarkan berdiri dengan suasana megah dan penuh barang bermerek di dalamnya.

"Di sekitar pertokoan ini (Mal Taman Anggrek) berdiri apartemen-apartemen menjulang dengan jendela kaca berkilau," tulis Linda dalam bukunya.

Tidak hanya mewah, Taman Anggrek juga tercatat sebagai mal pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas gelanggang es di dalam ruangan atau Sky Rink. Fasilitas ini dibuat pada 1996, bersamaan dengan berdirinya mal tersebut. Sky Rink ini memiliki luas 1.248 meter persegi.

https://www.idntimes.com/news/indone...nglomerat/full





Rumah air di tempatin... Giliran banjir mencak2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rakalif dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Taman Anggrek..
dari namanya kita sudah tahu sejarahnya kok emoticon-Smilie

Sayang taman anggrek disana sudah jarang.
profile-picture
profile-picture
imba.ruiner dan manbrotheking memberi reputasi
Udah gak ada harapan jakarta itu. emoticon-Ngakak

profile-picture
manbrotheking memberi reputasi
sono salahin harto, emang bs loe ngubah sejarah
yg masalah tuh skrg ada gabener goblok yg malah motongin pepohonan & ngubah area monas jd beton demi ambisi pencitraan internesienel formula eek. udah gak ijin, giliran ditanya cm bs ngeles ato kabur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 12 lainnya memberi reputasi
semua daerah juga gitu seiring berjalannya waktu..

daerah saya mana ada lagi orang mau jadi petani..


Bahkan orang2 dewasa 50 tahun lebih memilih jadi scurity di villa dan restoran dr pada jadi petani,sawahnya yg luas mereka jual atau dikontrakkan untuk mendapatkan uang yg cepat dan banyak..

emoticon-Cape d...

Dulu masa sy kecil sawah masih luas..

Mungkin saya salah satu dr sedikit anak2 generasi 80an yg masih bisa minum air sawah langsung tanpa takut sakit perut atau sakit lainnya..
profile-picture
profile-picture
chisaa dan anarchy0001 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
tangkap gubernur jakarta sekarang juga emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
mencaricinta dan tukangbeling7 memberi reputasi
Balasan post manbrotheking
kalo d saya istilahny ci nyusu gan...tempatny ada d pinggir parit2 saluran irigasi air, sumber airny dari mata air tanah atau juga dari endapan air dari pohon bambu di bagian atas areal pesawahan.

profile-picture
chisaa memberi reputasi
Tahun 90an akhir emang ngehype banget Ni mall, jaman ane SMP pada maen es sketing pulang sekolah, skalian cuci mata liat amoy emoticon-Cool
profile-picture
chisaa memberi reputasi
mau itu taman anggrek mal banjir gara2 itu seharusnya mnjd lokasi resapan dan mrupakan tanah negara kek....pokoknya smua salah wan abud..

mau itu harus normalisasi/naturalisasi sungai tapi mal2 jkt yg menempati tanah negara ga bole di gusur kek...pokoknya salah wan abud...

mau framing sampe muntah pun,wan abud tetap gabener rasa persiden yg selalu salah...

wan abud sang penyebar stroke,darahntinggi dan jantung para haters nya..

hidup kedengkian hakiki...



emoticon-Ngakak
profile-picture
rakalif memberi reputasi
Ya sama aja keduanya
subannalloh emoticon-EEK!
Di indonesia aja banyak bener pengrusakan alamnya oleh pengusaha kulit putih ini
Apalagi di menlen sana yak
Pantesan segala macam penyakit baru bermunculan dari menlen sana
profile-picture
chisaa memberi reputasi
Cara smart dalam mengatasi permasalahanemoticon-Cool
Menghilangnya Hutan Kota dan Kebun Anggrek demi Mal Mewah Konglomerat
Diubah oleh bl0job
saking pusingnya belain dengan cara apa, aampe soryadi sudirja kena juga wkwkwkkwwk
profile-picture
chisaa memberi reputasi
Penulisnya maen aman, pretttt.......
Takut dijemput apanja item yah?



Yang bangun Salimin
Yg kelola Mulia
Yang punya gedung???????????
Ga berani disebut......

Fyi, skyrink pertama di indo,bukan di TA tapi di Megamal Pluit, skr udh tutup arena nya
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan chisaa memberi reputasi
Lihat 1 balasan
TA udah ada dari zaman dulu izinnya pasti udah ada kenapa dibahas lagi yang udah dibangun ?

Tipikal banget lah gua gasukanya begini nih giliran banjir cuma bisa nyalahin yang terdahulu buzzer anies sekarang lagi dapet job cari kambing hitam buat banjir ya ? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post lpk02
Quote:


Lagi dapat job nyari kambing hitam tapi gapunya nyali emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan chisaa memberi reputasi
makannya udah bener2 dialirin ke laut,eh malah dibilang melawan sunatulloh,
mau dimasukin kedalem tanah eh begonya malah dibetonemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan raafirastania26 memberi reputasi
Diubah oleh dempok
Aslinya kebun anggrek itu ada di Slipi bagian Palmerah Utara..disana ada jalan banyak pake nama anggrek..ada Anggrek Neli Murni..Anggrek Garuda..Anggrek Rosliana
(Rumah sodara ane ada disitu)

Kalopun mau ngungkit Mal Taman Anggrek sama aja ama berdirinya Mal Citraland tetangganya..atau Mal Plaza Senayan
Silahkan berkunjung ke rumah Cendana..labrak dah tuh ama Sejarawan atau Budayawan kalo berani
profile-picture
chisaa memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post sosismalam
Yoi...pasukan Getah Getih Bronjong...ntar ilang ntar ada
{thread_title}

daerah resapan air di jadikan mall mewah
asuuuu gak tuh emoticon-Wakaka
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di