CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Silang Pendapat Pemkot dan Pengembang mengenai banjir di Jalan Mayjend Sungkono
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e377c7b349d0f58522d3bb2/silang-pendapat-pemkot-dan-pengembang-mengenai-banjir-di-jalan-mayjend-sungkono

Silang Pendapat Pemkot dan Pengembang mengenai banjir di Jalan Mayjend Sungkono

Silang Pendapat Pemkot dan Pengembang dalam Penuntasan Banjir di Jalan Mayjend Sungkono

By redaksi -
28/01/2020

Surabaya, Nawacita – Silang pendapat terkait penyelesaian banjir di jalan Mayjend Sungkono Surabaya pada Rabu (15/1) lalu, pihak pengembang Vida Swalayan memiliki pendapat berbeda dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Agoeng Prasodjo sekretaris komisi C DPRD Surabaya menerangkan bahwa dari pihak pengembang Vida Swalayan sudah memiliki saluran khusus untuk pembuangan air. Selokan itu memiliki kedalam sekitar 5 meter dan lebar 2,5 meter.

“Jadi menurut Vida itu ada selokan, dalamnya sekitar 2 pring (bambu, red). Cukup dalam itu,” terangnya.


Perihal penyebab banjir Laki-laki yang akrab disapa Agung menduga adanya tumpukan sedimen yang menyebabkan pendangkalan pada selokan. Sehingga saat hujan turun, selokan tersebut tidak mampu menampung secar maksimal.

“Namun sekarang sedimennya agak naik (menumpuk, red). Disitulah letak yang mengahmbatnya,” ungkapnya.

Politisi Partai Golongan Karya itu juga menambahkan, bahwa antara pihak Vida dan Pemkot Surabaya memiliki ide berbeda. Pihak Vida menginginkan normalisasi sedimen yang mengendap itu. Sedangkan Pemkot ingin membangun pompa dan saluran agar saat banjir, air tidak tergenang lagi.

“Pihak Vida menginginkan normalisasi selokan yang memiliki hak untuk itu ya Pemkot. Terus pembuangannya diteruskan ke sungai dekat soto Wawan. Kalau Pemkot inginnya membuat saluran lagi dan dikasih pompa,” ujarnya

Namun Agung akan memastikan terlebih dahulu kondisi di lapangan. Apabila benar ada selokan yang mumpuni, maka masukan pihak Vida mungkin akan diterima.

Senada dengan Agung, Baktiono anggota komisi C DPRD Surabaya akan mengecek terlebih dahulu ke lokasi. Menurutnya kedua ide ini bagus. Namun harus disidak ke lapangan agar mengetahui secara pasti kondisi di lapangan.

“Kita akan sidak. Mungkin minggu depan, agar tahu keadaan lapangan seperti apa,” imbuhnya.

(and)


Pengelola Vida ga ngerti cara kerja pemerintah sih .. 

yang namanya orang kerja di pemerintahan, kewajibannya adalah ngabisin duit anggaran, ga peduli ada manfaatnya atau nggak, ga peduli masuk akal atau nggak, ga peduli boros atau nggak ........................ emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan bangsutankeren memberi reputasi
Duduk bareng sambil ngopi cari jalan yang terbaik
profile-picture
profile-picture
Sweetjulia01 dan bangsutankeren memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Nek wes ngopi rokokan biasane omongane mblarah dadi ngomongno nomer, wedokan & mistik.
emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
Sweetjulia01 dan 54m5u4d183 memberi reputasi
Quote:


masalah banjir jarang beres nek ngopi bareng emoticon-Malu
Keduanya betul pak....dahulu kedalaman selokan adalah sama dengan yang di depan CIPUTRA WORLD, pasti ada sedimen, karena sudah lama sekali, hanya saja kalau di keruk sedimennya ngga akan jamin banjir di area VIDA Darmo Park itu habis, input air : dari talang air, dari jalan Utama ( masuk ke Vida ) dan dari sekelilingnya ( air menempati tempat yang rendah ). Jadi lebih masuk akal menggunakan Pompa Air.
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Quote:


Biasane ngomongke wedok'an seng seru
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
Quote:


Wani piro biasane, hhhhh
pake duit apbn kok ga mikir emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
lpk02 memberi reputasi
Balasan post 54m5u4d183
Bikin saluran baru lagi emang lebih costly sih, tapi masih mending daripada nerusin punya orang yg ga jelaa juntrungannya wkkwwkk
Quote:


Ya baiknya ajalah gimana, biar mereka yang mutusin
solusi nya pemkot lebih boros, karena sama aja nyuruh siapin duit listrik pompa sampai kiamat
Lihat 1 balasan
Balasan post ronin1969
musti di cek dulu kan, kalau misal yang dipake solusi dari pemkot, maka mungkin itu solusi yang efektif dan terbaik,

kalau dilihat dari cost mungkin ya mahal, tapi ape yok opo maneh cok, kon duwe solusi a ?
beda pendapat itu biasa. tandanya semua pihak ikutan mikir. seenggaknya solusi yg ditawarkan masih masuk akal.
gak bikin nama2 fantastis kayak naturalisasi, saluran vertikal, masukin air ke tanah ato apapun itu
profile-picture
Sweetjulia01 memberi reputasi
risma udah 2 periode masih banjir aja

goblok
Lihat 1 balasan
Balasan post sivaruck4
Quote:


Anies udah ngikut sunatullah air dimasukkan ke bumi, masih banjir aja.

yg goblok yg bikin sunatullah atau aniesnya?
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 54m5u4d183 memberi reputasi
drainase kalau cuma saluran doank ya kurang emoticon-Cape d...

luas 500 m2 keatas harus ada kolam tampung / long storage utk tampungan sementara baru dibuang ke saluran lokal emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
priakuta dan Sweetjulia01 memberi reputasi
Diubah oleh pradanto17


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di