CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Resensi Buku Fungsi Akal dalam Tasawuf al-Ghazali
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e36ca5128c9917c37300022/resensi-buku-fungsi-akal-dalam-tasawuf-al-ghazali

Resensi Buku Fungsi Akal dalam Tasawuf al-Ghazali

         Abu Hamid ibn Muhammad al-Ghazali dikenal sebagai salah satu ulama yang paling banyak berpengaruh dalam dunia pemikiran islam. Karya-karyanya kerap dibahas para sarjana modern, baik muslim maupun nom-muslim. Tokoh terkemuka dari teologi ‘Asy’ariyah ini telah memberikan loyalitas keilmuannya untuk kepentingan dan kebangkitan umat islam. Kitab ihya  Ulum al-Din (Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Agama) yang ia tulis pasca mengalami krisis epistemologis. Memberi petunjuk akan pengabdiannya yang totalitas. Tidak heran bila al-Ghazali dijuluki sebagai Hujjat al-Islam (Pembela Islam). Sebuah julukan yang sangat istimewa dan pantas dilekatkan padanya.
   Sayang dalam studi-studi pemikiran islam, reputasi al-Ghazali tidak selalu dipandang positif. Terkadang ia justru dinilai oleh sebagian besar kalangan sebagai tokoh yang telah menghambat kemajuan islam.
 

Judul : Fungsi Akal dalam Tasawuf al-Ghazali
Penulis : Asrori
Penyunting : Asrori
Penerbit : Al Qolam
Tahun Terbit : 2018
 

Penyebaran teologi As’ariyah yang menjadi keyakinan al-Ghazali dianggap banyak menyumbang kurangnya pengaruh rasionalisme di dunia islam. Selain itu, bantahannya terhadap pandangan-pandangan para filosof dituding telah meredupkan peran filsafat di hampir seluruh islam. Melalui Tahafut al-Falasifah (kerancuan pada filosof). Al-Ghazali secara konsisten menyerang para filosof dan melucuti kekeliruan mereka satu demi satu. Karya ini diawali dengan Maqasid al-Falasifah (maksud-maksud para Filoof). Yang menurut Majid Fakhri sebagai pijakan guna menolak Aristotelianisme, bahkan Neoplatonisme.
   Ada dua fungsi akal terkait hubungannya dengan tasawuf. Pertama akal sebagai prasarana bagi jalan tasawuf. Kedua akal sebagai sarana dan alat evaluasi yang berfungsi untuk melakukan pengujian secara kritis terhadap pengalaman sufisik yang diperoleh seorang sufi. Dengan dipenuhinya dua fungsi akal bagi jalan sufi sebagaimana disebutkan diatas, maka dengan sendirinya akal mampu memberi penilaian terhadap pengalaman sufistik yang supra-rasional. Karena bagi al-Ghazali selain ada perkara yang tidak dapat dipahami oeh akal, akal memamg tidak mampu memahami penyingkapan yang dialami seorang wali, seperti penglihatannya tentang kemungkinan seseorang meninggal esok hari.
    Buku ini akan memberitahu pembacanya betapa pentingnya fungsi akal dalam tasawuf al-Ghazali.
    Peresensi adalah Fatir Fadlian




GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di