CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Demo Tolak Ratusan WNI dari Wuhan, Kerusuhan Pecah di Natuna
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e36802c5cf6c427582fa34c/demo-tolak-ratusan-wni-dari-wuhan-kerusuhan-pecah-di-natuna

Demo Tolak Ratusan WNI dari Wuhan, Kerusuhan Pecah di Natuna

Demo Tolak Ratusan WNI dari Wuhan, Kerusuhan Pecah di Natuna

Demo Tolak Ratusan WNI dari Wuhan, Kerusuhan Pecah di Natuna

Suara.com - Kerusuhan massa terjadi di akses jalan gerbang menuju Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Minggu (2/2/2020). Ratusan orang terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat menjelang ketibaan WNI evakuasi Wuhan dari Batam menuju daerah ini.

Kekhawatiran yang tinggi akan virus corona memantik warga Natuna menolak upaya karantina ratusan WNI dari Wuhan yang dijadwalkan tiba hari ini. Kendati Kemenkes memastikan para WNI yang dievakuasi dalam kondisi sehat, namun warga tetap menolak proses karantina di Natuna.

Pemerintah sebelumnya sudah menyiapkan hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna sebagai lokasi observasi selama masa inkubasi yang dilakukan terhadap WNI sebelum mereka dinyatakan 100 persen aman dari virus corona. Tenaga medis dan psikis sudah diturunkan Kemenkes ke Natuna.

Aksi penolakan sudah terjadi sejak, Sabtu (1/1/2020) setelah kabar bahwa Natuna dijadikan lokasi observasi selama 14 hari. Bahkan hingga malam, demonstrasi warga pecah di Kantor DPRD hingga gerbang Bandara Lanud Raden Sadjad.

"Apapun alasannya, kenapa harus Natuna? kalau iya mereka sudah sehat, kenapa nggak pulang ke rumah saja langsung. Berarti kan itu ada kemungkinan masih bisa tertular, makanya dibawa ke Natuna untuk observasi," ujar salah seorang warga yang ikut berdemo.

Massa membakar ban bekas sambil menyorakkan penolakan kedatangan ratusan WNI Wuhan. Selain syok dengan sikap pemerintah pusat yang tiba-tiba mengambil kebijakan ini, mereka juga kecewa dengan Bupati Natuna yang hingga saat ini tidak berada di Natuna.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti angkat suara terkait penolakan masyarakat Natuna sebagai lokasi evakuasi WNI dari Wuhan. Diakui Ngesti, warga syok mendengar kabar tiba-tiba dari pemerintah pusat. Apalagi mereka dibayangi ganasnya virus corona yang santer diberitakan di televisi.

"Warga Natuna menolak. Kami dari Pemda juga tidak ada konfirmasi (dari pemerintah pusat," kata Ngesti, kepada Batamnews, Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, warga hanya mengetahui dari surat kabar dan video yang beredar. "Tadi malam, mereka mendatangi Kantor DPRD juga ingin menanyakan ke pemerintah pusat yang mengurusi evakuasi tersebut," ujar Ngesti.
sumber

☆☆☆☆☆

Hmmm...
Kemarin-kemarin ada yang memaki pemerintah soal evakuasi para mahasiswa dar Wuhan.
Pemerintah dianggap lalai, lambat, masa bodo, dan macam-macam makian. Mereka merasa soal evakuasi itu soal mudah. Ambil, angkut, taruh, seperti barang. Mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa yang diangkut oleh pemerintah adalah manusia. Dan mereka diangkut dari pusat wabah mematikan dari negara lain. Ini artinya pemerintah membawa sekelompok orang yang belum bisa dipastikan terkena wabah tersebut atau tidak.

Tapi jika kita mau menduga-duga apakah mereka yang dievakuasi ini aman atau tidak dari Corona, nyatanya ada beberapa mahasiswa yang tidak diangkut karena tidak lolos tes kesehatan dari pihak setempat. Ada pula yang justru enggan untuk dievakuasi, entah apa yang melatari keputusan mereka. Apakah mereka lebih nyaman hidup di pusat wabah dengan segala keterbatasan, ataukah ada itikad lain didalam hati mereka.

Kalau kita mau berpikir dengan pikiran jernih, seharusnya yang lebih ditakutkan adalah mereka, para mahasiswa Aceh yang pulang dengan swadaya sendiri, sebab tanpa karantina lagi, mereka langsung berbaur dengan masyarakat sekitar. Dan jumlah mereka ada belasan orang. Jika 1 orang sanggup menulari 10 orang sekitarnya, maka jumlah orang yang akan tertular virus Corona bisa ratusan jiwa. Ini patut disesalkan.

Evakuasi para mahasiswa Indonesia dari Wuhan, melalui 1 gerbang, dan masuk ke gerbang lainya untuk dipusatkan pada pusat karantina, dengan prosedur yang ketat.

Jadi ketakutan masyarakat Natuna sebenarnya terlalu berlebihan. Apalagi mereka yang dievakuasi tidak dibiarkan berbaur dengan masyarakat. Mereka menempati hanggar yang sudah disterilisasi.

Jika sampai ada kerusuhan seperti itu, artinya yang patut dipersalahkan adalah pemimpin wilayah setempat yang tidak bisa menjelaskan secara jernih kepada masyarakat setempat. Alih-alih memberi penjelasan, justru Wakil Bupatinya malah ikut memprotes keputusan pemerintah pusat. Ini sebuah pembangkangan. Seolah-olah keputusan pemerintah pusat adalah keputusan bodoh.

Mana suara mereka yang kemarin menghina-hina pemerintah yang mengaakan bahwa pemerintah pusat mengabaikan keselamatan jiwa para mahasiswa Indonesia di Wuhan? Menghilang? Diam? Atau tak punya jawaban?

Lu pikir ini barang impor?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hadli30 dan 37 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
astajim emoticon-Kagets
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
pemimpin sono gak bisa jelasin ke masyarakat yak. moga semua sehat dan selamat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 4 lainnya memberi reputasi
Gw setuju soal yg pulang sendiri, ada yg diwawancara malah gak di cek apa2 di bandara sini, mungkin karna dia transit dulu di negara lain sebelum ke indo, jd gk ketauan dia sebenernya dr wuhan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Ane yakin yg sok2an nyinyirin orang Natuna ini aslinya juga gak mau kalau WNI dari Wuhan yg berpotensi membawa coronavirus mematikan yg belum ada obatnya dan vaksinnya tsb dievakuasi ke kota mereka tinggal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh raff.s
Lihat 12 balasan
Balasan post p.star7
Itu lebih berbahaya padahal.
Sementara waktu inkubasi itu14 hari.
Makanya pemerintah menjalankan masa karantina selama 14 hari untuk memastikan keamanan para mahasiswa.

Kenapa masyarakat justru gak mempermasalahkan soal belasan mahasiswa dari China yang pulang swadaya?

Itu yang koplak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 16 lainnya memberi reputasi
Keistimewaan tembaga (Cu+) melawan microbial (bakteri, virus, dst)

Sains berkata tentang keistimewaan tembaga (Cu+)

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



Budaya China kuno yang menggunakan keping uang tembaga sebagai bahan penolak bala penyakit!

Demo Tolak Ratusan WNI dari Wuhan, Kerusuhan Pecah di Natuna

Kepingan uang kepeng china yang terbuat dari campuran bahan tembaga (Cu+) tinggal di bersihkan mengkilap setiap harinya dan kemudian di gantung di leher mengingat tembaga (Cu+) mempunyai kemampuan "halo effect" berjarak sekitar 50 cm!

Jaman dahulu kala uang kepeng china ini terbuat dari campuran tembaga, besi dan zinc hingga bisa direbus kemudian di minum airnya!

Tapi jaman berubah, saat ini uang kepeng china terbuat dari campuran tembaga dan timbal (/lead/ Pb) hingga sejak saat tersebut tidak lagi terdaftar dan tidak lagi di gunakan untuk pengobatan!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
go.blog7 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh daimond25
Tadi malem pas lihat berita juga gitu, padahal kalau gak salah, Pak Hadi Tjahyanto udah bilang kalau lokasi di Natuna ini dipilih dari sekian tempat yang ada karena dirasa tepat. Dan karantinanya dilakuin di Markas TNI AL yang ada disitu kalau gak salah.

Kalau memang keputusannya sudah pasti di Natuna, harusnya masyarakat disana juga mendukung keputusan ini. Dan jangan khawatir sampe geruduk markas TNI yang ada disana. Sudah pasti aman juga kan kalau karantinanya di Markas TNI.

Sama ane juga heran aja, kalau ga salah, ada kan WNI yang berstatus mahasiswa atau entahlah profesinya apa pas di Wuhan sana, pulang ke Indo tanpa dikarantina terlebih dahulu. Nah ini justru yang memancing kekhawatiran apalagi virus ini ada kayak masa Inkubasinya...harusnya ikut apa yang telah diinstruksikan pemerintah, gak malah ambil keputusan seenaknya sendiri. Mengingat ini virus yang WHO sendiri udah nyatakan sebagai wabah global.

Tapi ya sudahlah. Hemmmm....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh raptordeltadunn
Lihat 1 balasan
udah bagus dikarantina di cina...
profile-picture
profile-picture
blue.jazz dan extreme78 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
di natuna rusuh padahal udah dikarantina.

sedangkan di madura ada 1 orang pulang tanpa dikarantina langsung kumpul satu keluarga orang madura gak rusuh.

bener bener kebalik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akubebe dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post raff.s
Quote:


Kata siapa?
Buktinya di Jakarta ada yang langsung di karantina.

Emang di Natuna itu mereka para mahasiswa dibiarin berkeliaran macam anjing liar?

Coba tanya masyarakat Aceh.
Kemana itu para mahasiswa dari China yang pulang swadaya?
Dimana mereka?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akubebe dan 4 lainnya memberi reputasi
Balasan post i.am.legend.
Balasan post bl0job
Quote:


Sebenarnya iya jika merujuk pada ketentuan sebuah wabah virus mematikan.

Tapi kan pemerintah dimaki-maki.
Potret kebodohan bangsa ini emoticon-Turut Berduka turut berduka
profile-picture
PneumonoCyclone memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post raff.s
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 3 lainnya memberi reputasi
mungkin hrs d yakini dulu ama pjabat....

emoticon-Cool

poto2 an kek ama mhs yg dateng... d upload d medsos...biar mrk tenang
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Ketakutan warga natuna wajar karena mereka bukan dari pihak yang katakanlah mampu mencari informasi dengan baik... Pemerintah daerah harusnya memberikan edukasi apa Itu corona, apakah memang sangat mengerikan atau cuma sebatas narasi di medsos.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post i.am.legend.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Semoga Polisi dan TNI di sana bisa mengendalikan situasi dengan baik
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Diubah oleh 54m5u4d183
Balasan post raff.s
@raff.s

Pahami beritanya.
Ketika pemerintah memutuskan ada belasan mahasiswa yang akan dikarantina di Jakarta, tak ada gejolak sama sekali.

Padahal Jakarta itu penduduknya lebih banyak dan wilayahnya lebih rapat.

Sementara saat pemerintah memutuskan para mahasiswa dari Wuhan AKAN dikarantina di Natuna, baru dengar kabar, disana udah ramai.


Artinya?
Tingkat pemahaman masyarakat Jakarta lebih tinggi dibanding warga Natuna.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
GreatCapture dan 7 lainnya memberi reputasi
Balasan post i.am.legend.
@i.am.legend. Ya kan gak jadi toh? jadinya di Natuna? kalau jadi mungkin demo2an juga kayak 212 wiro sableng atau demo ngebela ahok.

Kamu sendiri ane yakin juga gak mau WNI asal Wuhan itu dikarantina di deket rumahmu yg berpotensi membahayakan anak istrimu (kalau punya) sehingga terjangkit coronavirus mematikan yg belum ada obatnya dan vaksinnya tsb.
Ya kamu mbacot disini juga kan karena kamu dibayar jadi buzzer.
profile-picture
profile-picture
setiagustaman dan rakalif memberi reputasi
Diubah oleh raff.s
Halaman 1 dari 10


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di