CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / Liga Mahasiswa ( Lima ) /
Pantaskah Kita Mencaci, Menghakim Meteka, Sedang Diri Kita Masih Diam Diri.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e367d96f4d6957afe5f9ae6/pantaskah-kita-mencaci-menghakim-meteka-sedang-diri-kita-masih-diam-diri

Pantaskah Kita Mencaci, Menghakimi Mereka, Sedang Diri Kita Masih Diam Diri.

Hati-hati dengan kondisi hari ini....!

Ideologi sudah banyak yang tidak mengacu ke pancasila lagi. Syariat sering dilalaikan demi mendapatkan keinginan pribadi.

Keegoisan semakin tinggi, dan idealisme terkikis dari jiwa masa kini. Itulah yang terjadi.

Diakui ataupun tidak. Realita yang ada seperti itu. Jauh dari para pejuang dahulu kala, sebelum indonesia merdeka. Segala cara dilakukan oleh mereka para pejuang.

Berbagai rintangan tidak ada yang berhasil menghadang. Akibat tingginya semangat berjuang. Jangankan di penjara, dibunuh saja mereka tidak takut. Itulah tekad mereka, demi kemerdekaan indonesia.

Demi bangsa indonesia. Nasionalisme berhasil tertanam didalam diri mereka. Dan akibatnya kini kita dapat menikmatinya.

Entah apa sebabnya, kita tidak seperti mereka yang selalu optimis, dan mempunyai jiwa nasionalis serta patriotisme.padahal jika kita mau dan berusaha pasti kita bisa. Indonesia butuh kita, indonesia tinggal dijaga, tanpa kesadaran kita, sulit sekali Indonesia akan bertahan.

Sudahkah kita berkontribusi untuk indonesia hari ini?

Apakah kita termasuk mencintai tanah air ini?

Apakah pantas kita hanya diam diri, sedangkan kita berpotensi untuk perbaikan Negeri ini?


Itulah sedikit pertanyaan untuk kita. Mari kita koreksi diri kita masing-masing.

Jika kita sampai hari ini belum berkontribusi sama sekali, berkontribusilah sesuai kemampuan anda. " Sungguh sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia yang lain".

Lalu, mari kita luruskan Niat kita, agar apa yang kita berikan atau kontribusikan mendapat pahala. Niat yang baik seperti niat mencintai tanah air kita. Niat menjaga kesatuan dan persatuan yang tel\h ada dan lain sebagainya. Karena semua amal perbuatan itu bergantung pada niatnya.

Dan setelah itu kita juga perlu perhatikan lagi usaha kita, agar usaha kita tidak sia-sia dan terabaikan begitu saja. Caranya adalah dengan senantiasa berkontribusi secara kontinyu dan disertai niat yang lurus. Agar hasilnya terlihat dan kemudian dapat terpublikasikan. Sehingga usaha kita untuk indonesia ini dapat ditiru generasi yang akan datang.



Terimakasih.....................


Boleh komentar, tapi yang sopan yah.hehehehehehhehehehheheh
Diubah oleh kksamanah


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di