CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Cerita Pejalan Domestik /
Jelajah Bandung dengan Cara Tak Biasa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e36585a977513127373af42/jelajah-bandung-dengan-cara-tak-biasa

Jelajah Bandung dengan Cara Tak Biasa

Sudah beberapa tahun saya tak ke Bandung. Saya pun bukan orang Bandung yang setiap minggu biasanya balik. Kunjungan ke Bandung kali ini terkait seminar internasional linguistik di Universitas Padjajaran di Dipatiukur yang berada di bawah pepohonan rimbun, sejuk rasanya.
 
Saya tiba malam hari di Dipatiukur tanpa memesan hotel terlebih dahulu. Berniat menginap di sekitar kampus, tapi ternyata harga hotel lumayan nggak bersahabat mulai lebih dari Rp 300 ribu per malam. Di tengah keputusasaan saya mengeluh dan bercerita ke seorang ibu kaki lima. Keberuntungan menghampiri, dengan baik hati ibu tersebut merekomendasikan sewa kos yang letaknya masuk ke dalam gang tak jauh dari tempat seminar saya. Dengan harga Rp 90 ribu per malam.

Esok paginya seminar dimulai, di Dipatiukur jangan takut kelaparan karena tenda jajanan menjuntai sepanjang jalan, ada ayam bakar, mie ayam, bakso dan lain-lain, maklum markas anak kampus. Saya mengikuti setengah dari seminar tersebut, kenapa? Padahal sudah jauh-jauh dan mahal. Sebab narsumnya menurut saya kurang kompeten beberapa orang dan membosankan bahkan ada yang sama penelitiannya yang sama seperti saya tapi dia pakai sumber sekunder dan neliti asal-asalan padahal dia dosen di universitas negeri.

Jadilah saya yang bertemu dengan junior mendadak, memutuskan cabut dari ruang seminar dan menjelajahi  Kota Bandung. Jangan ditiru ya hahaha.

Jalan Baraga

Dimulai dari Jalan Baraga atau jalan yang terkenal dengan Kota Tuanya Bandung. Saya sudah lupa sebenarnya Braga itu seperti apa banyak yang bilang makin cantik gara-gara Ridwan Kamil kalau sudah malam rata-rata di Braga sepi terkait aturan dari wali kota. 

 Jelajah Bandung dengan Cara Tak Biasa

Sepanjang Braga teman saya bercerita kalau beberapa toko tua tutup karena bangkrut tetapi juga banyak yang bertahan, kayak toko es krim citarasa kolonial-
Sumber Hidangan.

 Jelajah Bandung dengan Cara Tak Biasa

 Jelajah Bandung dengan Cara Tak Biasa

Beda dengan toko ice cream lain yang menunya udah green tea-an di sini mah ice creamnya bener-bener masih original nggak ada rasa macem-macem, tapi rasanya tetap enak seolah memgembalikan kita pada sesuatu yang sederhana namun tetap terasa nikmat. Yang bagusnya juga arsitekturnya dipertahankan sedemikian rupa.

Di sepanjang Braga juga banyak para seniman jalanan yang menjajakan karyanya. Mulai dari seni lukis, sketsa dan lain-lain. Di sepanjang Braga ini juga nyempil beberapa motel yang dalam kasat mata ini hotel kayak hotel esek-esek gitu. Ups!

Yang tampak kentara juga bangunan tua gedung Antara, teman jurnalis saya pernah mengatakan bahwa enggak ada yang mau berlama-lama di gedung ini kalau malam karena suka ada penampakan hahahah.... Yang lainnya juga ada beberapa hotel peninggalan Belanda kayak Savoy Homann Hotel sampai akhirnya nyampe ke Gedung Merdeka atau Gedung Asia Afrika.

 Jelajah Bandung dengan Cara Tak Biasa

Karena masih euforia Asia Afrika jadi masih banyak ornamen dan pernak pernik tokoh-tokoh Asia Afrika berikut bendera-benderanya. Jadi enggak mau nyia-nyiain kesempatan dong buat ngelakuin selfi.

Kalau kita jalan akan ketemu Masjid Agung Bandung yang di bagian depannya sudah terhampar lapangan hijau dari karpet yaitu terkenal dengan Alun-alun Bandung. Meski panas menyengat  warga Bandung antusias lari-larian di alun-alun, apalagi masuk ke alun-alun musti lepas sepatu jadi aman deh anak-anak guling-gulingan karena gak kotor-kotor amet.
 Jelajah Bandung dengan Cara Tak Biasa
 
Satu yang saya sadari dari jalan-jalan hari ini, memang Ridwan Kamil sudah sukses menyulap wajah Bandung menjadi lebih ciamik. Yang terpenting mengubah psikologi warga Bandung untuk bangga terhadap kota mereka. Pantas saja mereka enggan melepas wali kotanya untuk jadi gubernur Jakarta kala itu dan mendorongnya menjadi gubernur Jabar seperti sekarang. Video menariknya lihat di [url=http://sini./]sini. [/url]  Cerita lainnya lihat di sini. 


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di