CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e35419b9a972e5218006802/bayu-si-anak-tiri

Bayu Si Anak Tiri

"Ampun bu, sakit, ampun" bayu
mengaduh kesakitan hanya sanggup duduk meringkuk menahan tiap hujaman gagang sapu yang ibunya ayunkan. Ya semenjak purnomo, ayah kandung bayu di penjara praktis bayu kini tinggal dengan ibu tirinya. Bukan, bukan kemauan purnomo untuk menetap di "hotel prodeo" itu yang akhirnya dia harus menginap belasan tahun lama nya disana, kalau saja purnomo tidak mabuk dan berkelahi dengan teman nya sesama peminum hingga membuat teman nya mati ditikam pisau kecil, dia mungkin masih menemani bayu sekarang.


Setahun setelah kematian istri pertamanya purnomo menikah lagi dengan janda mantan istri supir truck yang mati masuk jurang.
Siapa yang menyangka dibalik wajah polosnya dia adalah ibu tiri yang kejam, suka memperlakukan bayu seperti babu ketika ayah nya pergi bekerja, dan mengancam akan mengusir anak itu jika bayu mengadu pada ayahnya, apa daya tak kuasa bagi anak 10 tahun seperti bayu buat melawan, maka ketika ditanya ayah nya mengapa betisnya memar, bayu hanya menjawab " jatuh yah disekolah" ibu tirinya yang mulai melihat gelagat tidak percaya pada ayah bayu langsung berlagak alim.. " kan udah ibu bilang nak hati hati kalau di sekolah jatuh kan, sini ibu kasih balsem biar reda lebam nya." Dia langsung menggandeng bayu ke ke dapur untuk mengambil balsem yang ada di kotak p3k.
Ketika dirasa ayah nya sudah tidak terlihat dibalik tembok, dengan wajah sadis dan mata melotonya dia mencengkram tangan kanan bayu, "awas kamu sampe bapakmu denger, aku kubur kamu hidup hidup. Paham kamu hmm.? "Pelan namun penuh penakan dan ancaman ia lontarkan pada bayu yang ketakutan... "i.. i... ia bu ia"...



Bayu memang anak yang tegar, kuat, dan tabah. Mestinya purnomo beruntung memiliki bayu, namun nasi sudah menjadi bubur, ayah nya tidak ada di sampingnya lagi, membuat ibunya makin leluasa menyiksa bayu. Entah bayu pun heran salah apa dia pada ibu tirinya, padahal ketika awal diperkenalkan pada nya, bayu tersenyum manis dan menerima dia sebagai ibu pengganti nya. Dikamar bayu hanya bisa menangis, saat ini dia hanya ingin di peluk ibu nya, ibu kandungnya yang entah dimana. Anak kecil itu tidak pernah mendapat jawaban memuaskan setiap bertanya pada ayah nya... "ibumu pergi ninggalin kita demi uang" begitu kata ayahnya suatu saat bayu bertanya..


Entah apa maksud perkataan ayahnya dia pun belum mengerti, anak kecil itu hanya diam dengan jawaban ayahnya...

"Bayu... bayu.. dimana kamu hah!!.. " ibu tirinya memanggil nya dengan lantang, entah darimana dia sejak pagi hingga malam baru pulang. Belum sempat bayu beranjak dari kasurnya tiba tiba pintunya dibuka lebar oleh ibunya. "Setan! Dipanggil diem aja, bosen hidup kamu hah, apa kamu mau ikut bapakmu aja di penjara sana biar mati didalem" bentak ibu tirinya..
Anak itu berdiri gemetar ketakutan tak sanggup berkata seakan akan suaranya hilang diterkam rasa takut. Dengan sigap ibunya menarik kasar tangan mungil anak itu hingga terjatuh di lantai, sontak anak 10 tahun dengan tubuh kurus penuh luka lebam itu mengaduh sakit namun tidak menangis. Hidungnya berdarah terantuk ubin dingin sedingin hidupnya. Bocah itu dengan sekuat tenaga akhirnya bersuara lirih "ampun bu salah bayu apa". "Salah kamu hidup bikin repot saja, bapakmu dipenjara sementara aku harus bekerja menghidupi kamu, kenapa kamu ga mati aja bocah setan haaah.!! " ibu tirinya murka tak tertahan dihadapn bayu..


"Aku ga peduli kamu berdarah,sekarat,mati sekalipun" tatapan nya tajam menusuk dada bocah itu yang tertunduk ketakutan.. "buuuk..." tiba tiba saja kaki si ibu tiri itu menghujam perut si bocah malang itu hingga terlempar ke sudut tembok.. bocah itu meringis sakit menahan perutnya. Bayangkan pria dewasa saja belum tentu sanggup menahan tendangan yang mendarat di perut. Apalagi bocah sekecil bayu.


Tanpa merasa bersalah ibu tirinya pergi ke kamar nya dan meninggalkan bocah itu yang meringkuk kesakita.
"Ayah ibu bayu ingin ikut kalian" tangis bocah itupun pecah setelah sekian lama berusaha dia tahan.


Jam di dinding menunjukan pukul tepat pukul 12 malam namun bayu bocah kecil itu masih belum bisa memejamkan matanya, entah apa yang ada di pikiran nya....





Sekian dulu gan sis cerita dari saya, lanjutanya sedang dipikirkan mau ending atau masih berlanjut, jika ada salah dalam penulisan mohon di koreksi, maklum ini cerita pertama saya.. terima kasih


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di