CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Polemik Pasar Parit Satu, Ini Komentar Pedagang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3516d528c991708772c621/polemik-pasar-parit-satu-ini-komentar-pedagang

Polemik Pasar Parit Satu, Ini Komentar Pedagang

Polemik Pasar Parit Satu, Ini Komentar Pedagang
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Polemik pemindahan lapak pedagang di jalan Nasional ke pasar Parit Satu di jalan Harapan Kelurahan Tungkal Harapan Kualatungkal menuai pro dan kontra dari para pedagang.
Yani salah satu pedagang beralasan tak mau pindah lantaran tidak mendapat lapak di pasar yang disediakan.
Padahal dari penjelasan Dinas koperindag, jumlah lapak yang disediakan sudah mencukupi.
Yuni juga mengaku Dinas tidak transparan soal penunjukan lapak dan tidak dilibatkan dalam pertemuan antara Pemerintah daerah dan para pedagang saat mencari solusi.
"Aku dak dapat lapak di pasar Parit Satu, makanya aku bertahan," katanya.
Sedangkan Fikri salah satu pedagang ikan beralasan, jika pindah lapak ke pasar yang baru, omset yang didapat mengalami penurunan bahkan cendrung merugi. Alasan itu yang membuat ia bertahan dan melawan pemkab tidak mau ditertipkan.
"Kalau jualan rugi untuk apa jualan," kilahnya.
Hal senada juga diungkapkan Erna pedagang sayuran yang menyatakan tidak mau pindah.
Menurutnya, walaupun lapak tidak dipungut biaya sewa, namun untuk perputaran dagangan dirasa sangat kecil.
"Walaupun sewa lapak mahal kalau ramai pembeli kan dak masalah, keuntungan jelas disini. Jadi saya tidak mau pindah." Katanya.
Salah satu pemilik rumah di Rt 04 Jalan Nasional, Arif, yang juga menyewakan lapak pedagang memiliki hak membuka dagangan di depan rumahnya.
Ia juga mengaku tidak keberatan jika dilakukan penggusuran. Asalkan tidak ada lagi satupun lapak dijalan Nasional yang dibuka.
"Jika untuk keindahan, kenyamanan dan ketertipan kota, kita masyarakat tidak mungkin melawan pemerintah. Tapi pemerintah harus melihat kebawah jangan asal ambil keputusan." Katanya.
Sementara, Hartanti pedagang sayuran di pasar Parit Satu saat dimintai keterangan Brito.id mengaku, omset yang ia dapat semala membuka lapak di pasar parit satu terbilang stabil.
Walau tidak terlalu besar, namun sesuai dengan kos yang dikeluarkan seperti menyewa lapak.
"Memang kalau jualan di Jalan Nasional keuntungan besar tapi nyewa lapak juga besar. Sementara disini keuntungan kecil tapi tidak dibebani dengan kos lapak. Ya kalau itung itung sama saja." Terangnya.
Lain halnya pengakuan Atun salah satu pembeli mengaku tak mempermasalahkan lapak pedagang. Menurutnya, lapak di Jalan Nasional dinilai lebih praktis, hanya turun dari Motor langsung bisa belanja.
Sementara di Pasar Parit Satu sedikit ribet karna harus parkir motor dan sedikit berjalan masuk ke pasar.
"Kalau parkir gratis, cuma masyarakat banyak yang manja, maunya praktis. Kalau saya dimana saja bisa belanja. Kalau lebih tertib kan nyaman juga." Katanya.

Sumber: https://brito.id/polemik-pasar-parit...entar-pedagang

Penulis: Heri Anto
Editor: Rhizki Okfiandi


profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Moga laris dagangan nya
Balik ke mental kebanyakan org indo yg cenderung malas.. Apa2 pengen deket, ujung2nya menggangu kenyamanan org lain..
soal gituan....
jkw ahli ny

emoticon-Cool
Larang juga pembelinya, kalo perlu didenda


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di