CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ricuh Kinerja Dewas TVRI, Koq Gitu, Ya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e33f77a6df2312e994765bf/ricuh-kinerja-dewas-tvri-koq-gitu-ya

Ricuh Kinerja Dewas TVRI, Koq Gitu, Ya?


Tidak sedikit masyarakat, bahkan beberapa tokoh nasional yang menyayangkan terjadinya pemecatan terhadap adik kandung politisi Golkar, Tantowi Yahya ini. Pasalnya, pria kelahiran Palembang, 57 tahun lalu itu dianggap telah mampu memberikan warna baru pada TVRI.

Kinerja Dewan Pengawas (Dewas) Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam beberapa pekan ini terus menjadi sorotan publik. Khususnya, paska penerbitan surat Nomor 08/DEWAS/TVRI/2020, Tentang pemberhentian Helmy Yahya dengan hormat, selaku Direktur Utama (Dirut), lembaga penyiaran milik pemerintah, Kamis (16/01/2020) lalu.

Sejak diangkat menjadi Dirut TVRI pada tahun 2017 lalu, perlahan namun pasti, lembaga penyiaran pelat merah yang asalnya "tersingkirkan" oleh kehadiran televisi-televisi swasta nasional, mulai bisa kembali bersaing dan diminati para pemirsa di tanah air.

Tidak sekedar dua tayangan ini saja yang menjadikan TVRI kembali dilirik oleh masyarakat Indonesia. Helmy juga mampu menyuguhkan tampilan TVRI jauh lebih fresh. Sebut saja logo perusahaan penyiaran pelat merah ini diganti menjadi lebih kekinian dan juga para anouncer atau pembawa acaranya pun diganti dengan kaum-kaum muda profesional.

Setidaknya, ada dua mata acara yang boleh jadi menjadi primadona dan selalu ditunggu oleh masyarakat Indonesia.

Pertama adalah tayangan siaran langsung pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris. Kompetisi klub-klub sepak bola asal Negeri Ratu Elizabeth, yang disebut-sebut sebagai kompetisi paling baik di muka bumi ini selalu tayang pada akhir pekan. Yakni, hari Sabtu dan Minggu.

Kedua adalah tayangan langsung pertandingan bulutangkis kelas dunia, yang dibungkus dalam agenda Badminton World Federation (BWF) Tour Series.

Hampir seluruh pemain-pemain terbaik di kolong langit bermain di sana. Wajar, jika tayangan Liga Primer mendapatkan rating tinggi. Karena banyak masyarakat Indonnesia yang menyaksikan siaran langsung tersebut.

Betapapun, bulutangkis bisa disebut sebagai salah satu olahraga pavorite yang pernah dan selalu mempu mengangkat nama Indonesia di kancah internasional yang diperankan oleh para pemain-pemainnya sejak era Rudy Hartono, Tjun-Tjun/Johan Wahyudi hingga Pemain-pemain yang masih aktip saat ini. Misalnya, pasangan The Minions, Marcus/Kevin Sanjaya atau Antoni Sinesuka Ginting.

Alasan ini tentu saja menimbulkan reaksi negatip dari masyarakat. Pasalnya, hal itu dianggap aneh dan terlalu mengada-ngada. Bagaimana bisa, sebuah pertandingan olahraga dalam hal ini sepak bola dianggap menyimpang dari jati diri bangsa. Padahal, olah raga sepak bola adalah olahraga paling pavorite di Nusantara.

Sangat beralasan, jika tayangan langsung pertandingan tepok bulu sangat digandrungi masyarakat Indonesia. Bahkan, karena konsistensinya menayangkan siaran-siaran langsung pertandingan bulutangkis, baik dalam agenda BWF Tour Series atau agenda nasional, TVRI menabsihkan diri sebagai "House Of Badminton".

Menengok dari segala perubahan positip ini, menurut hemat penulis, sejatinya para Dewas TVRI bisa lebih mendukung kinerja Helmy agar lebih mampu menyuguhkan tampilan atau acara-acara yang lebih segar lagi.

Nyatanya hal itu tidak terjadi. Bahkan, salah satu alasan Dewas TVRI adalah adanya tayangan siaran langsung pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris, yang katanya tidak selaras dengan jati diri bangsa.

Tak urung, mantan Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN), Hendropriyono turut bicara perihal kinerja Dewas yang dianggapnya janggal. Bahkan, dia juga menilai, Dewas TVRI telah melakukan pelanggaran berat dan berharap DPR RI memberi saran ke Presiden Jokowi untuk mengganti Dewas TVRI.

“Kami menyayangkan langkah Dewan Pengawas untuk mencari Dirut definitif karena akan memperpanjang kisruh TVRI,” kata Presidium Komite, Agil Samal dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020.

"Kesewenang-wenangan demikian merupakan pelanggaran disiplin organisasi yang sangat berat. DPR RI dapat menyarankan kepada Presiden untuk mengganti Dewas, kemudian memperbaiki sistem administrasi TVRI yang amburadul," ucapnya.

Belum juga hal tersebut di atas bisa dibereskan, Dewas TVRI dianggap sejumlah kalangan termasuk perwakilan karyawan yang tergabung dalam Komite Penyelamatan TVRI telah melakukan pelanggaran ketika dikabarkan tengah mempersiapkan rekrutmen Dirut TVRI definitif, menggantikan Helmy Yahya.

Masih disebutkan Agil, mestinya Dewan TVRI lebih bisa menahan diri dengan rencana rekrutmen Dirut TVRI yang baru, mengingat kisruh yang melanda lembaga penyiaran milik pemerintah ini masih dalam penanganan Komisi Komunikasi dan Informatika DPR.

Agil meminta, Dewas TVRI menunggu hasil rekomendasi dari DPR. Selain itu, menurutnya, Helmy Yahya selaku Dirut TVRI sebelumnya masih akan membawa kasus pemecatan dirinya ke PTUN.

Anehnya, rencana rekrutmen Dirut baru ini tidak diketahui langsung oleh Direktur Umum TVRI, Tumpak Pasaribu. Dia mengaku, baru mengetahui nota dinas maupun rencana rekrutmen.

“Itu yang tanda tangan hanya Plt. Belum pernah dibahas di rapat-rapat BOD (Board of Directors),” kata dia.

Menurut Tumpak, meski Dewas TVRI memiliki kewenangan merekrut Dirut baru. Tapi, dalam proses administrasinya dibantu oleh Sekretariat Dewan Pengawas yang berada di bawah tanggung jawab direksi.

“Keputusan direksi, dalam hal ini Dirut, harus kolektif kolegial, jadi harus kesepakatan di dalam BOD,” kata Tumpak.

Mencermati dari kinerja Dewas TVRI yang cenderung memaksakan kehendak memang patut menjadi tanda tanya besar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, bahwa sebenarnya ada hidden agenda dari Dewas yang boleh jadi hanya untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang.

Sebab, kalau tidak, apa yang dilakukan Dewas TVRI tidak akan banyak mengundang reaksi kurang baik dari publik.

Akhir kata, penulis berharap, kisruh TVRI semoga cepat berlalu dan lembaga penyiaran pelat merah ini tetap mendapat tempat di hati masyarakat. Aaminn.

Wassallam

Referensi : satu, dua, tiga, empat, lima
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kenpachiku dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Udah lama ngak liat TVRI, duh
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Quote:


Tv nya rusak
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Quote:


Iya
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Ricuh Kinerja Dewas TVRI, Koq Gitu, Ya?


Ricuh Kinerja Dewas TVRI, Koq Gitu, Ya?


Ricuh Kinerja Dewas TVRI, Koq Gitu, Ya?


emoticon-Sundul Up
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kenpachiku dan 2 lainnya memberi reputasi
Ribut mulu, ke pengadilan sonoh
Biar jelas siapa salah
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Diubah oleh mibmobz
Lihat 1 balasan
Pertanyaan ini untuk para cpns.

Paragraf diatas adalah paragraf?
A. Narasi
B. Persuasi
C. Kotraposisi
D.argumentaai
E. Deskripsi.
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Emang tvri masih ada ?


profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Quote:


Sejenis asumsi/karangan pribadi, bertujuan merangsang pembaca untuk ikut terlibat dalam pemikiran-pemikiran si penulis.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan 2 lainnya memberi reputasi
audit DEWAS
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Bukan berita cuman opini pribadi...
Apa masuk kriteria forum BP ?
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Daripada nulis status alay brew. Mending nyerocos di mari emoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Quote:


Disana aja
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Ane gatau sebenernya gimana ya, tapi ya kalo dilihat emang sayang banget sih tindakannya memecat Helmy Yahya
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:



Karyawan TVRI nya kalah kreatif sama yg swasta. Mungkin lantaran udah ada gaji buta.

Quote:


Ooh
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Sejak dulu TVRI gak terlalu diminati.
Cukup memprihatinkan sih.

Balasan post mibmobz
Quote:


Pantes TVRI sebelumnya gak pernah maju karena disana dikuasai kadrun, pas yg megang helmi bukan kadrun langsung acaranya jadi bagus, bahkan audit BPK juga naik peringkatnya

Tapi kadrun gak mau TVRI maju karena mau dijadikan tv propaganda emoticon-Malu (S)
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Andai dikelola kek tv swasta, yg kerja gak becus langsung lengser, pasti bakal bisa bersaing.

Quote:


Mpun dah
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Mpun dah juga.
Kan kenyataannya emang gitu.

Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di