CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Seperti 'Enemy of The State' Kenapa Semua Serang Anies?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e33d77fc0cad734571b22df/seperti-enemy-of-the-state-kenapa-semua-serang-anies

Seperti 'Enemy of The State' Kenapa Semua Serang Anies?

Seperti 'Enemy of The State' Kenapa Semua Serang Anies?

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan sederet kebijakannya masih menjadi topik hangat di antara pemangku kepentingan hingga netizen. Anies Baswedan layaknya 'enemy of the state', walaupun pendukung kebijakannya pun juga cukup banyak.

Ada beberapa contoh silang pendapat terhadap ucapan ataupun kebijakan Anies.

Misalnya, antara Istana Kepresidenan dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Silang pendapat itu merentang dari permasalahan banjir di underpass Kemayoran (Jakarta Pusat) hingga revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas).


Pada Minggu (26/1/2020), sebuah pernyataan resmi dirilis Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. Ia berkomentar perihal pernyataan Pemprov DKI Jakarta yang bilang penanganan underpass Kemayoran yang terendam banjir menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Saya minta jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta, khususnya dalam menangani banjir, agar tidak berpolemik, tapi harus bersinergi. Mari kita bersama-sama mengatasi banjir," kata Heru yang pernah duduk di Balai Kota, DKI Jakarta ini. Ia pun pernah menjadi Walikota Jakarta Utara.

"Kita bersama menjaga Jakarta dari banjir. Kalaupun terjadi banjir, kita bergerak cepat untuk mengatasinya. Memang betul ada kewenangan pemerintah pusat atau yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta," lanjutnya.

Memang Anies pernah menyebutkan wilayah Kemayoran merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sekretariat Negara. Padahal, menurut Heru, seluruh wilayah Ibu Kota menjadi tanggung jawab penuh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Jangan hanya karena ada areal yang kewenangannya di Sekretariat Negara, jadi Pemprov DKI Jakarta hanya membantu. Dalam struktur organisasi tingkat provinsi yang otonom, salah satu tugas yang diemban pemerintah provinsi DKI Jakarta adalah penanggulangan banjir," tegas Heru. 


Selain banjir di underpass Kemayoran, permasalahan antara Istana Kepresidenan dan Pemprov DKI Jakarta juga berkaitan dengan revitalisasi kawasan Monas. Banyak pihak yang mengkritik menilai revitalisasi kawasan itu keliru, tidak terkecuali Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kami lagi lakukan pemeriksaan. Jadi dari sisi prosedur saja ada kesalahan. Nanti di dalam prosedur, Keppres 25 Tahun 1995 itu terlihat sekali indikasi bahwa pekerjaan yang secara fisik sudah dilakukan di Monas itu tidak sesuai prosedur. Dari situ KLHK," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Terpisah, Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut Pemprov DKI Jakarta belum ada mengirimkan surat terkait revitalisasi kawasan Monas. Surat yang diajukan baru terkait dengan pembangunan fase MRT di kawasan Monas dan gelaran Formula E. 


"Diskusi sangat alot, pertimbangan banyak hal. Itu adalah keputusan pengarah yang memutuskan. Oke letaknya di sini. Itu yang pertama. Kedua adalah juga dalam hal rencana Formula E. Itu yang juga akan memanfaatkan zona Monas. Dalam hal ini DKI juga ajukan surat persetujuan kepada Dewan Pengarah," kata Pratikno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Setelah melakukan pembahasan bersama, DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta sepakat menunda revitalisasi kawasan Monas. Revitalisasi akan dilanjut setelah ada izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Pratikno.

Demikian disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

"Di dalam pertemuan kami dengan eksekutif, revitalisasi sementara dihentikan menunggu surat dari pada Komisi Pengarah," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Hal itu disampaikan Prasetio usai rapat dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Saefullah turut mendampingi Prasetio yang menyampaikan hasil pertemuan.

Setelah pertemuan, keduanya lantas mengunjungi lokasi revitalisasi kawasan Monas. Saat ditanya wartawan kapan revitalisasi dihentikan, Saefullah melempar pertanyaan kepada Prasetio. Dia mengaku akan mengikuti rekomendasi tersebut.

"Belum ngobrol sama ketua (DPRD). Kalau sudah, malam ini hentikan, besok istirahat dulu. Sambil nanti dapat rekomendasi Mensesneg. Habis itu kita kerjakan," kata Saefullah di laman detik.com.


Menteri Sekretaris Negara Pratikno bahkan sudah meminta Pemprov DKI Jakarta menghentikan revitalisasi Monas.

Dia meminta agar Anies segera memerintahkan SKPD terkait untuk menghentikan segera proyek revitalisasi Monas sesuai permintaan Pemerintah Pusat.

Pratikno meminta revitalisasi Monas disetop dulu sampai mendapat izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka. Pratikno menyebut perintah tersebut akan diberitahukan secara tertulis. Surat itu akan dikirim dalam waktu dekat.

"Ya kita surati sajalah. Secepatnya," tutur Pratikno di Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). 


Erick Thohir & Basuki pun Ikut Kritik Anies
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengaku tak suka dengan program uang muka atau DP (Down Payment) Nol Rupiah atau 0% yang memang diinisiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia menilai program itu tak mendidik

"Saya tidak suka zero DP karena tidak didik generasi muda menabung. Jangan sampai zero-zero itu trader," kata Erick saat bicara soal rencana bisnis BUMN di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, generasi muda perlu diajarkan menabung, setidaknya untuk memenuhi pembayaran DP. Dengan adanya uang muka, maka suatu cicilan bisa dilakukan lebih mudah dan tidak memberatkan.


"Kalau mereka sudah biasa cicil dari awal 5% atau berapa dia akan ada tanggung jawab tapi akses cicilan 20-30 tahun tidak memberatkan," kata Erick lebih jauh.

Erick memang tak menyebut nama Anies Baswedan. Namun program DP Rp 0 ini merupakan program besutan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang digaungkan sejak kampanye beberapa waktu lalu.

Erick Thohir pun mengaku tidak ingin bank BUMN khususnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) ikut terlibat program tersebut.

"Tenaga kerja tidak semua BUMN bisa melakukan new job creation karena sulit. Kita dorong BTN dengan partner bunga murah dan bisa efisien," bebernya.

"Misalnya bangun 1 juta rumah buat kalangan milenial. Karena memang milenial sulit dapat rumah. Kita kasih izin akses," lanjutnya.

Erick pun menegaskan bahwa program 1 juta rumah sudah dibuat blueprint secara benar.

"Intinya kan akses dana. Ada berapa banyak AC, bingkai pintu meubel dibutuhkan ada sinergi swasta. Itu yang saya bilang add value ada new job ada strategi yang diturunkan. Jadi harus ada aturannya supaya add value job creation ada," tutur Erick.

Pendiri Mahaka Media ini juga menegaskan pada pekan ini dia akan berkunjung ke Jepang untuk memastikan kerja sama program 1 juta rumah untuk milenial.

"Saya minggu ini ke Jepang pastikan JBIC [Japan Bank for International Cooperation] 1 juta rumah buat milenial. Karena dengan dana bank sekarang ga mampu. Tapi bunga harus murah," kata Erick.

Tak hanya Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga pernah mengutarakan kekecewaannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran normalisasi sungai Ciliwung yang baru dilakukan sepanjang 16 kilometer (km) dari total 33 km.

"Mohon maaf bapak gubernur, selama penyusuran kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah dinormalisasi baru 16 km," ujar Basuki ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Saat itu, Basuki bersama dengan Anies dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo tengah melakukan tinjauan udara ke sejumlah titik banjir di Ibu Kota dan sekitarnya menggunakan helikopter.

Ketiganya melintasi ke sekitar 130 titik banjir se-Jabodetabek, terutama daerah-daerah yang terdampak banjir terparah di sekitar Sungai Ciliwung, Kali Krukut, Kali Sunter, dan Kali Grogol.

Basuki mengungkapkan bahwa daerah di sekitar wilayah sungai yang sudah dinormalisasi terlihat tidak tergenang banjir sama sekali, namun kondisi ini berbeda jauh dengan wilayah yang belum dinormalisasi.

"Di 16 km itu kita lihat insyaallah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang," ungkapnya.

Untuk itu, ke depan, Kementerian PUPR bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait bakal mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar daerah yang terendam banjir ke depan dapat lebih berkurang dari jumlah saat ini. 


sumur

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...serang-anies/1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Kenapa? Yang jelas untuk nutupin kelemahan jokkui cs :

1. Pelemahan kapeka yg direstui president
2. Janji seseorang yang diingkari. Dulu bilangnya : "kayalnya gak susah-susah amat urus macet & banjir jakartak" atau "banjir dan macet jakartak akan lebih mudah diatasi kalok jadi president"
edit :
3. Sekedar ikut2an bandwagon "fuck anies" aja. Sama kayak yang rame-rame ngebata gue karena butthurt junjungannya disentil.
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 49 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh wiry
Lihat 15 balasan
Krn BACOTnya ...

emoticon-Toast

Seperti 'Enemy of The State' Kenapa Semua Serang Anies?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh suryahendro
Koreksi diri sendiri udah bener belum?
Merasa gak kenapa semua menyerang dirimu?
emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zulfi888 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ora.w4r45
Lihat 1 balasan
Ya serang balik, kalau merasa diserang, kalau merasa apa yang dilakukan itu benar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 5 lainnya memberi reputasi
Ya ampun akhi ukhti kadrun....
Cmn gegara kerja ngawur ama ngacak ngacak monas diluar design dan spektek plus ngilangin 190 pohon yg puluhan taun, blm lg
banjir modarin puluhan org ampe GABENER PRIBUMI DARI SUKU BANGSA ARAB kitak dijolimih kanan-kiri-atas-bawah-depan-belakang ya akhi ukhti.....

Dasar ebong2 pendengki kebenaran HQQ kitak2 emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sorken
ya abis abud itu goblok, tolol, cm jago bacot, tukang kibul, munafik, gak bs kerja, pendendam, haus pencitraan, licik dan suka main klaim

cuma itu doang kok alasannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tonilinch dan 9 lainnya memberi reputasi
ibarat nanya
kenapa semua orang ingin menghajar pelaku penipuan? emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tonilinch dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
biasa aja, karena pejabat dan katanya kerjaaannya suka suka gue emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zulfi888 dan 3 lainnya memberi reputasi
Dimata pendukung nya wan toak itu guardian of the galaxy

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 4 lainnya memberi reputasi
Alasannya simpel: karena dia dongok emoticon-Leh Uga

Yg kerja bener2 kek bu risma ama rk aja hater banyak, apalagi yg gak kerja ye kan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tonilinch dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh areszzjay
Seperti 'Enemy of The State' Kenapa Semua Serang Anies?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 9 lainnya memberi reputasi
Balasan post wiry
move on,dong drunemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 9 lainnya memberi reputasi
Anies belum pernah rasain d demo smpe berjilid2.

Cengeng amat yg bekingan umat mayoritas puritan emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 11 lainnya memberi reputasi
Ayo umat 212, gubernur indonesia dijolimi. Demo berjilid gak ada?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
Balasan post wiry
Quote:


Jokkui dan PDIP memang blangsak
Tapi lebih blangsak lagi si Anoes.
Jadi tidak usah dihubung2kan, berita bahas keborokan Anoes bahas keborokan Anoes saja, berita kebusukan PDIPret bahas PDIPret saja.
Btw semoga pemilu depan kita terhindar dari Anoes, PDIPret, PKS, PAN, Demokrat, Gerindra, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura (tambahin kalau ada yg kurang) larena isinya blangsak semua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zulfi888 dan 7 lainnya memberi reputasi
karena doi dongo ng bisa kerja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tonilinch dan 4 lainnya memberi reputasi
Balasan post wiry
Karena Jokowi salah perhitungan.
Dikira dengan jadi presiden, Ahok jadi gubenur gampang disuruh kerja.....

Ehhh..... Si kapir kalah ama arab yaman.
Si arab pecatan menteri lagi karena ga bisa kerja, yah habislah sudah.

Disuruh menteri nge-bantah
Diomongin presiden ngeyel
Sekarang ngelawan perintah setneg

Jadi presiden pun susah urus jakarta, kalo gubenurnya nyolot mulu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tonilinch dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lpk02
Quote:


baru disamperin segelintir org aja udah kerahin fahira iblis dgn gerombolan premannya, apalagi demonya agak gedean, bisa2 mewek tuh org minta dipulangin ke yaman emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 8 lainnya memberi reputasi
karena onta arab itu bebal

itu sudah emoticon-Angkat Beer

bata?!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
Pilot nya kurang sip emoticon-Ngakak nabrak mulu
yak gitu hasil nya, gak karuan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di