CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2dee8e88b3cb7145343c15/just-because

Just Because

Pada usia tertentu seorang lelaki yang kuat, bergaya, flamboyan dan merasa menggenggam dunia, akan memasuki masa di mana dirinya seperti berada dibawah pusaran air.

Berputar pada irama hidup itu-itu saja. Menimbulkan rasa bosan dan lelah pada dunia.

Bosan dengan pekerjaan yang telah dijalani bertahun lalu. Bosan dengan teman-teman yang telah lama dikenal dan akhirnya bosan dengan rumah tangga yang telah dibangun sejak muda (bosan pada istri yang ketika ia terbangun dari tidur mangenakan daster, hingga ketika akan tidur masih saja dengan daster).

Banyak hal yang kemudian dirindukannya. Rindu masa-masa muda dahulu, rindu pada petualangan ketika muda, rindu pada romansa yang telah lama lewat dan akhirnya rindu pada saat merasakan jatuh cinta seperti yang pernah dirasakan dulu.

Apa yang kemudian terjadi? Banyak yang akhirnya tersentak, merasa butuh tantangan baru dalam hidupnya, sensi baru.

Sensasi ini akhirnya hanya berujung dengan mencoba berkenalan dengan hal-hal baru dalam hidup.

Teman-teman baru yang kemudian membawa kepada petualangan baru, hobi baru dan semacam bersenang-senang dengan perasaan cinta baru yang menumbuhkan perasaan muda, umurnya terasa mundur beberapa tahun kebelakang, masa yang seru.

Lebih mengasyikkan dari ketika dia jatuh cinta pada istrinya pertama kali. Karena sekarang perasaan itu juga diikuti rasa was-was, rasa mendebarkan tapi membuat ketagihan, rasa takut ketahuan kalau ia berselingkuh.

Anehnya mereka menikmati perasaan ini dan ketika ditanya tetang kesiapannya bila ketahuan istri apa akan bersedia berpisah dengan pasangannya, sebagian dari mereka malah berkata sangat takut kehilangan istrinya.

Entah karena masih cinta atau karena telah terbiasa dengan rutinitas yang telah lama dijalani dengan si istri.
Rutinitasa yang dikata membosankan tapi sebenarnya sungguh mereka cintai tanpa sadar.

Mencintai pasangannya yang ketika dinikahi berbody sintal dan kini telah melar di mana-mana. Mencintai daster yang dikenakannya yang kadang berbau bawang bahkan mencintai wajah berantakan istrinya ketika pagi bangun tidur.

Diam-diam sebenarnya mereka mencintai semua hal yang dikata mmembosankan itu, tapi tak disadari hingga nanti saat selingan dari rasa bosannya diketahui si istri lalu menimbulkan prahara dalam rumah tangga. Mereka menyesal dan berharap semua kembali seperti semula, ke area yang tadinya dianggap membosankan.

Lalu apa sebenarnya yang dicari dari semua selingan tadi, tak lebih dari keisengan semata, melarikan kepenatan ke jalan yang salah, lalu semua berakhir ketika sudah berada dalam titik terendah, entah rumah tangga yang akhirnya bubar atau harta yang habis terkuras simpanan.

Dan anda tahu dititik usia berapa biasanya lelaki mengalami hal seperti ini?

Hati-hati untuk yang berumur empat puluhan, diusia ini segala keimanan dan ketaatan anda di pertaruhkan. Usia empat puluhan adalah usia kematangan bagi para lelaki. Hidup yang telah mapan, keluarga yang sejahtera dan semangat yang sedang menggebu-gebunya.

Bagi yang mampu bertahan dari godaan daam fase ini saya ucapkan SELAMAT, setidaknya satu tahap dari usia yang bergolak sudah berhasil anda lewati.

Hanya sebentuk renungan ringan, tanpa maksud menyudutkan.
mari kita bersiap-siap emoticon-Embarrassment


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di