CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2de71282d4951ed550c412/quotcandi-wurung-purbalinggaquot--ketika-pembuktian-rasional-dipaksa-untuk-mengalah

"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah

"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah

"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah
"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah

Halo Kaskuser.
Indonesia adalah sebuah wilayah yang luas, yang kental dengan berbagai macam peradaban kuno. Dari manusia purba hingga kerajaan pernah mendiami wilayah negeri ini.

Dan sebagaimana situs-situs yang telah diakui oleh negara sebagai situs warisan budaya dan arkeologi, candi adalah sebuah maha karya nenek moyang bangsa Indonesia.

Dalam perjalanannya, berbagai macam candi telah ditemukan, baik itu candi berlatar budaya Hindu ataupun Budha.

Dari sekian banyak candi yang telah berdiri kokoh hingga kini, ada pula candi yang karena usianya telah runtuh hingga menjadi tumpukan batu berserakan. Nah, diantara batu yang berserakan ini, ada beberapa candi yang disinyalir urung dibangun atau didirikan. Dan masyarakat Jawa umumnya menamakan bebatuan yang berserakan ini sebagai Candi Wurung. Wurung dalam bahasa Jawa bisa diartikan sebagai gagal atau tidak jadi.

Ada sebagian diantara batu yang berserakan ini telah berdiri sebuah pilar pendek. Jelas itu adalah buah tangan peradaban masa lalu. Namun ada pula yang hanya berupa batu berserakan tanpa ada pilar atau bentuk lain hasil karya manusia. Ini yang menjadi tanda tanya masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui, budaya Jawa kental dengan aroma mistis dan bumbu mitos. Biasanya mitos itu diceritakan turun temurun oleh tetua terdahulu hingga masa sekarang. Dari mitos atau cerita yang belum tentu kebenarannya itulah akhirnya menjadi sebuah 'kebenaran'.

Begitu pula bagi masyarakat di sebuah desa bernama Ponjen, yang terletak di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga.

Masyarakat disini sudah dijejali oleh cerita adanya sebuah candi yang gagal dibangun oleh sekelompok mahluk halus karena terlanjur kesiangan hingga datangnya fajar. Mirip dengan cerita Bandung Bondowoso yang membangun Candi Sewu untuk Roro Jonggrang. Bedanya, Bandung Bondowoso telah berhasil membangun 999 Candi. Akan tetapi karena Roro Jonggrang berlaku curang dengan merekayasa seolah fajar telah datang, akhirnya pasukan mahluk halus yang membantu Bandung Bondowoso langsung kabur. Bandung Bondowoso ketika tahu Roro Jonggrang curang, dia marah, lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung untuk melengkapi Candinya sehingga berjumlah 1000.

Nah, kalau di Desa Ponjen ini, cuma ada batu-batu yang berserakan.

Karena penasaran dan ingin membuktikan kebenaran cerita soal candi wurung ini, akhirnya pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mendatangi lokasi tersebut.

Hasilnya? Ternyata semua tumpukan batu tersebut adalah hasil alam tanpa adanya campur tangan manusia masa lalu. Semua batu tersebut adalah hasil proses alami yang disebut Columnar Joint atau Columnar Basalt.

Columnar Basalt adalah formasi bebatuan yang biasanya berbentuk hexagon (segi enam). Fenomena geologi ini terjadi karena adanya gaya pengkerutan yang terjadi karena proses pendinginan dan kejadian ini merupakan fenomena langka yang jarang ditemui.

"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah

Meskipun situs Gunung Padang juga terdiri dari batu Columnar Basalt, namun disana jelas ada campur tangan peradaban masa lalu dilihat dari susunannya yang sengaja dibangun.

Lantas apa yang diperbuat oleh pihak Desa setelah tahu kenyataan tersebut? Ternyata mereka tak peduli. Mereka justru akan merapikan wilayah tempat berserakannya batu-batu tersebut dan akan menjadikannya sebagai tempat wisata religi. Menurut mereka, mitos terlanjur dipercaya. Apalagi tempat tersebut sering digunakan orang yang percaya akan tuah sebuah tempat sebagai tempat semedi dan mencari berkah.

Ya sudah. Terserah.
Sama terserahnya bagi mereka yang percaya akan Sunda Empire atau Earth Empire.

Kadang penjelasan yang rasional memang harus mengalah dengan mitos. Tapi bukan berarti semua mitos itu hanya khayalan atau bualan belaka. Karena TS telah membuktikan mitos Nini Pelet di Ciremai yang berujud ular raksasa bukanlah isapan jempol. Legenda itu ternyata benar.

Begitulah.

"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah
Referensi : dari sini
Narasi disusun oleh TS.
Gambar diambil dari sumber dan dari Google.
"Candi Wurung Purbalingga" : Ketika Pembuktian Rasional Dipaksa Untuk Mengalah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Daniswara92 dan 21 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Seperti ada pihak/ kelompok yang
Menjauhkan kita dari leluhurnya
Dan tidak ingin kita mengenal identitas
Baik leluhur, sejarah dan jati diri bangsa

Seolah-olah kita bangsa baru yang
Tidak mengenal budayanya

Dimana jika kita mengenal diri sendiri
Maka disitulah kita mempunyai rasa
Percaya diri dan harga diri

Bagaimana mau percaya diri
Dan punya harga diri kalau
Kita tidak mengenal diri
Sendiri

Lihat saja
Antusiasme terhadap situs Gunung Padang
Seakan menghiraukan itu warisan budaya
Belum lagi buktinya knp bbrp naskah kuno
Kok sekarang ada di LN







emoticon-cystg
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arfanp dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Quote:


tempat kek gini ibarat gula buat pengemis emoticon-Malu
pemerintah desa tinggal tarik upeti dr tiap pengemis

emoticon-Leh Uga
Lihat 1 balasan
Balasan post Vandisk
Quote:


Bahasa kasarnya sih begitu.
profile-picture
servesiwi memberi reputasi
gw kaga tau soal yg candi wurung...

gunung padang rada abu2..

tapi yg jelas ada sisa2 peradaban yg tenggelam di perairan laut banten.. lokasi masih dirahasiakan.. beritanya sudah ada...

googling ndiri..
profile-picture
profile-picture
itkgid dan servesiwi memberi reputasi
Ane malah penasaran sama komen TS tentang mitos nini pelet
Mungkin Ts bisa buat trit tentang nya emoticon-Jempol
profile-picture
Tonozz memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Quote:


Ini film apaa gan??
Lihat 1 balasan
Sayang background saya bukan arkeologi, jadi gak bisa berkomentar lebih jauh.

emoticon-Nyepi
apa emang perlu edukasi yg lebih untuk masyarakat setempat yaa, antara yg benar2 peninggalan sejarah dan fenomena alam?
Ini yang katanya piramida yg lebih besar dari mesir ya?
Semoga ada eksplorasi arkeologi yang berkesinambungan di sana entah dari pihak pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun swasta emoticon-Cool
Lihat 1 balasan
Susah memang kalau kepercayaan yg ada diusik, sulit buat nerima teori lain.

Ntar candinya bakal jadi Wurung empayer? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
wen12691 dan kaiharis memberi reputasi
Nah kalo belom rampung karena kesiangan, harusnya para pasukan mahluk halus kembali lagi besok malem nya, buat ngelarin.

Emang ngehe tu mahluk halus. Disuruh kerja maonya bubar mulu emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
jlamp dan bilikikik memberi reputasi
Lihat 1 balasan
beuh candi jaman dulu
Balasan post langkasenenge
kontrak projectnya cuma sampe matahari terbit/ayam berkokok gan... wkwkwk
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
serasa kembali ke jaman Mpu Gandring.
wong pbg ana ana bae lah ..
Sepertinya masih banyak peninggalan sejarah yang belum ketemu

Yang terakhir penemuan candi di Ciamis di lahan sebuah bukit kosong yang dijadiin kebun
Diubah oleh uusDK
jadi inget owabong emoticon-Frown
meskipun katanya gak semua hal yg tidak bisa dilihat oleh mata itu gak ada.
tapi bagi ane selain gas, ane gak percaya sama semua yg belum ane lihat.
Lihat 3 balasan
si mbah jadi maen ke lonje nih sekarang emoticon-Big Grin
mitos itu memang ada yang bener, mbah..
kalo udah ngalamin sendiri.. emoticon-Big Grin
Lihat 2 balasan
Balasan post Ngeuepamajikan
Quote:


Di SFTH gan.
Misteri Ciremai.
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di