CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sakiti Hati Mantan Pendukung Prabowo, Surya Prabowo Jadi Oportunis Tidak Ketulungan?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2d1d6710d2953a321cde1d/sakiti-hati-mantan-pendukung-prabowo-surya-prabowo-jadi-oportunis-tidak-ketulungan

Sakiti Hati Mantan Pendukung Prabowo, Surya Prabowo Jadi Oportunis Tidak Ketulungan?

Kaget saya membaca cuitan akun Twittet @BertemanM. Akun Twitter ini milik Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo; seorang tokoh militer yang gigih memperjuangkan kemenangan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI pada Pilpres 2019 lalu. Namun realitas politik mendudukan Jokowi dan Mahruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Lewat Twitter, Suryo Prabowo menulis : “Dalam pelaksanaan tugasnya Menhan RI BERTANGGUNGJAWAB kepada Presiden RI. Bukan kepada netizen yang gak bisa move on dan baper.” Tak lupa ia melampirkan video pembelaan Presiden Jokowi atas kerapnya Menhan Prabowo melawat ke luar negeri.

Kita tahu Suryo Prabowo baru saja diangkat sebagai “penasihat” Menhan Prabowo—apakah ini terbilang bagi-bagi jabatan, silakan pikir saja sendiri. Jadi wajar kalau Suryo Prabowo membela Prabowo. Yang keliru adalah demi membela Prabowo, Suryo Prabowo menyakiti hati mantan pendukung Prabowo di Pilpres silam. Menurut saya, ini terang laku politikus oportunis, politikus yang suka main: habis manis, sepah dibuang.

Sebagai mantan pendukung Prabowo-Sandi, saya terang kecewa dengan bergabungnya Prabowo dalam kabinet Jokowi–Ma’ruf Amin. Pasalnya Pilpres lalu merupakan manisfetasi dari tubrukan dua visi-misi yang bertolakbelakang. Model pengelolaan pemerintah versi Prabowo dan Jokowi begitu berbeda sehingga publik tidak bisa membayangkan Prabowo mau jadi “anak buah” Jokowi. Namun, realitas politik tidak begitu. Kita bisa apa lagi selain kecewa dan terus bergerak supaya Indonesia bisa lebih baik.

Meskipun begitu, saya masih lihat ikhtikad Prabowo. Betapapun kuatnya serangan, Prabowo tidak reaktif. Dia tidak gebrak-gebrak meja. Dia tidak menyalahkan pendukungnya yang kecewa. Prabowo lebih memilih untuk mengajak mantan pendukung supaya mau menerima realitas politik hari ini.

Argumentasi Prabowo menurut saya: omong kosong! Namun setidaknya sikap Prabowo bisa dibaca sebagai apresiasi atas jasa-jasa mantan pendukungnya. Dia terkesan paham totalitas relawan Prabowo-Sandi. Mereka yang berjuang siang-malam, habis waktu, tenaga bahkan uang. Ada yang turun ke jalan, bahkan digelandang ke kantor polisi. Termasuk para relawan medsos, para netizen itu.

Ini yang tidak ada pada Surya Prabowo. Alih-alih mengerem dan coba menenangkan situasi, Surya Prabowo malah balik menyerang netizen. “Gak bisa move on dan baper!” tudingnya. Lewat cuitan terbukalah “belang” Surya Prabowo. Lewat tudingan itu saya membaca bahwa Surya Prabowo menilai Pilpres cuma permainan elit. Kurang asin banget!

Padahal dahulu Surya Prabowo adalah sosok terdepan dalam mengkampanyekan narasi kegagalan pemerintah. Relawan-relawan Prabowo-Sandi menggemakan narasi ini. Tidak bisa ditafik bahwa narasi-narasi Surya Prabowo turut membangun persepsi publik bahwa Pilpres bak baratayudha, perang antara kebaikan versus kejahatan.

Pasca perhitungan Pilpres, Surya Prabowo pula yang paling depan menghujat Zulkifli Hasan (PAN) dan Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat). Padahal dua tokoh ini tengah mengupayakan rekonsiliasi bangsa pasca Pilpres. Hari ini kita saksikan bahwa mereka masih tegak berada di kalangan oposisi. Sebaliknya, Prabowo Subianto dan Surya Prabowo yang bergabung ke pemerintahan. Apesnya, ini kenyataan, bukan drama korea!

Pendek kata, kecaman Surya Prabowo bukan hanya tidak elok. Menurut saya, itu sudah masuk kategori “tidak tahu diuntung”. Oportunis tidak ketulungan.

Ada baiknya Prabowo mengevaluasi keberadaan Surya Prabowo di sampingnya. Kalau tidak hati-hati, Prabowo bisa makin menuai serangan mantan pendukungnya gara-gara oportunisme Surya Prabowo. Padahal konon kabarnya Prabowo masih berminat untuk maju Pilpres 2024.

Oleh Rahmat Thayib, mantan pendukung Prabowo-Sandi

http://politiktoday.com/2020/01/saki...ak-ketulungan/
Opini boleh dijadikan bahan berita?? cius nanya
Lihat 1 balasan
wajarlah wong penasihat MenHan kok... sangat wajar malah...
jir kebayang gimana militanny kampret2 itu
profile-picture
tukangbeling7 memberi reputasi
Kadrun kampret emang pada tooollloolllllllllll


profile-picture
tukangbeling7 memberi reputasi
Sakiti Hati Mantan Pendukung Prabowo, Surya Prabowo Jadi Oportunis Tidak Ketulungan?

Move on ya mpret
Emang kalian semua itu ga lebih dari batu pijakan emoticon-Ngacir
profile-picture
..Minyak.BABI.. memberi reputasi
PS dan Gerindra sudah tau sejak awal ketika memutuskan akan bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi, pasti akan dihujat, dimaki habis²an dari para pendukungnya, wajar.
lah kirain suryo prabowo jadi menteri kelautanemoticon-Bingung

ebuset ternyata edhy prabowo, ada banyak nama prabowo yahemoticon-Takut
Diubah oleh yusuko
astajin Suryo Prabowo Tapir mantan komandan kadrun emoticon-Marah
profile-picture
tukangbeling7 memberi reputasi
balada hati seorang ex yg dicampakan emoticon-Turut Berduka
namanya jga politik klo udah dapat jatah ya udah diem, yg goblok ya pendukungnya sampe kek gitu, bela-belain mpe fitnah paslon lain, mpe masuk penjara. klo mau nyesel ya sekaranglah waktunya emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
codoth2000cc dan tukangbeling7 memberi reputasi
Gerindra itu rata2 kadernya politisi "normal".. emoticon-Malu (S)

bukan kaya kader pkshit yg udah masuk koalisi malah jadi kaya oposisi.. kan goblog.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
rajkapoor dan tukangbeling7 memberi reputasi
sakarepmu....



emoticon-Traveller
profile-picture
Lord.Dexvils memberi reputasi
Balasan post Chandra757
Quote:


boleh. bnyak juga trid sumbernya seword.
Pilpres hanya permainan elit
Serius lu baru tau? emoticon-Leh Uga
thread mewek??? opini pribadi??? masuk STFH sono cuk emoticon-Ngakak
Berita apaan ini ? emoticon-Hammer (S)


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di