CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gajah Sumatera Mati di Kebun Binatang Medan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2c8b939775132b0b18b051/gajah-sumatera-mati-di-kebun-binatang-medan

Gajah Sumatera Mati di Kebun Binatang Medan

Gajah Sumatera Mati di Kebun Binatang Medan
Medan (XNews.id) - Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis)  bernama Neneng berjenis kelamin betina di Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo mati menghembuskan nafas terakhir karena tidak mau makan sejak 3 hingga 4 hari belakangan.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan, Putrama Al Khairy mengatakan, gajah Neneng mati pada usia 55 tahun. Gajah dengan berat 3 ton tersebut selama ini menjadi salah satu satwa yang menjadi daya tarik pengunjung di Medan Zoo kota Medan.

"Mati sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum mati, Neneng sempat menunjukkan tanda-tanda tidak mau makan. Mulutnya menutup terus, bahkan sempat diinfus sebanyak 57 botol dan diberi obat anti biotik," kata Putrama, Sabtu (25/1/2020).

Pasca kematian Neneng, saat ini hanya tinggal satu gajah sumatera betina bernama Siti di kebun binatang yang terletak di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. Neneng berasal dari Aceh, sedangkan Siti dari Taman Hutan Raya (Tahura).

"Keduanya menghuni Kebun Binatang Medan sejak 15 tahun lalu," ujarnya.
Ditegaskan Putrama, selama ini kedua gajah tidak kekurangan pakan. Selain mendapatkan jatah makan sesuai standar dari dokter hewan di Kebun Binatang Medan, Neneng dan Siti juga tidak dikurung. Keduanya dibiarkan makan di areal Kebun Binatang Medan.

"Gajah dilepas, dan hidup di aera lahan seluas 30 hektare di sini. Keduanya bisa dapat tambahan makanan," ucapnya.

Setelah diperiksa, Neneng akan dikubur di kawasan Kebun Binatang Medan. Nantinya alat berat akan dikerahkan untuk penguburan gajah sumatera itu. Alat berat yang diturunkan milik Dinas Pekerjaan Umum Pemko Medan.

"Nanti ditetapkan tempat penguburannya. Agar aromanya tak tercium ke luar di kawan Kebun Binatang ini,” tuturnya.

Dokter Hewan di Kebun Binatang Medan, drh. Sucitrawan menyebut, kematian gajah Neneng terindikasi karena faktor usia. Indikasi ini berdasarkan nekropsi atau bedah bangkai yang dilakukan pihaknya. Dikatakan Sucitrawan, tim dokter sudah merawat Neneng.

"Gejalanya enggak mau makan, lemah, lalu kita rawat, kita infus, kita kasih vitamin dan antibiotik," ungkapnya.

Sucitrawan menerangkan, untuk mengetahui lebih tegaknya penyebab kematian gajah Neneng, tim medis bersama BKSDA sedang mengautopsi, kemudian membawa hasil autopsi untuk dicek di laboratorium.

Diungkapkannya, saat pindah dari Kebun Binatang di Jalan Brigjen Katamso ke Simalingkar B, gajah Neneng masih sehat. Sucitrawan mulai memantau perkembangannya sejak 2008, dan tidak pernah melihat Neneng sakit parah, hanya diare biasa.

"Hari ini dia sudah mati, tim sedang mencari tahu penyebabnya," terangnya.
Plt Wali Kota Medan, Akhyat Nasution, yang mengetahui adanya kabar gajah betina mati langsung bergegas ke Kebun Binatang Medan. Setelah sempat berdiskusi dengan sejumlah dokter hewan, Akhyar memberikan keterangan terkait kematian gajah betina tersebut.

"Pemerintah Kota Medan turut berduka atas matinya Neneng. Gajah betina ini berada di sini sejak berusia 20-an tahun. Lebih dari 20 tahunan, sejak di Kebun Binatang di Jalan Brigjen Katamso, Neneng sudah dirawat," tutup Akhyar.

Berita ini sudah tayang di XNews.id dengan Judul Gajah Sumatera Mati di Kebun Binatang Medan
"Sucitrawan menerangkan, untuk mengetahui lebih tegaknya penyebab kematian gajah Neneng, tim medis bersama BKSDA sedang mengautopsi, kemudian membawa hasil autopsi untuk dicek di laboratorium."


Lah... bukannya sewaktu lagi hidup (semasa sakit) itu gajah di check kesehatannya di laboratorium, biar tahu kenapa tu gajah sakit.
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
Udah tua juga usianya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di