CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e240607f4ae2f16bd450351/gaya-normalisasi-para-pimpinan-di-saat-banjir

Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir

1. Cerita Ali Sadikin Tongkrongi Pintu Air Manggarai dan Upaya Atasi Banjir Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir dan DKI Jakarta seolah menjadi dua kata yang tak dapat dipisahkan. Permasalahan yang satu ini memang membutuhkan perhatian khusus di bawah kepemimpinan gubernur siapa pun. Tak heran, jika dalam setiap pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta, salah satu yang paling disorot publik adalah solusi terhadap banjir.

               Gubernur ketujuh DKI Jakarta ini menyebutkan bahwa beberapa program dilakukan demi mengatasi banjir Jakarta. "Yang bisa saya lakukan hanyalah mengeruk muara-muara sungai, normalisasi sungai dan saluran, pembuatan waduk penampungan air dan pemasangan instalasi-instalasi pompa pembuangan air," tulis Ali dalam buku berjudul Bang Ali Demi Jakarta 1966-1977.                 Meski demikian, ia mengakui bahwa program-program tersebut tak bisa menyelesaikan masalah banjir secara keseluruhan.

Di masa kepemimpinan Ali, ada beberapa wilayah yang sangat rawan banjir saat musim hujan karena bentuk wilayah yang lebih rendah dari permukaan laut. "Tempat-tempat itu ialah di sebelah selatan Banjir Kanal. Tanah Abang, Gunung Sahari, daerah Menteng, Pademangan, Sunter, semuanya lebih rendah dari permukaan laut. Petanya pun sudah ada mengenai ini," lanjut dia. Banjir yang terjadi memang tak pernah lepas dari meluapnya sungai-sungai yang mengalir Jakarta sepertu Ciliwung, Cisadane, dan cabang sungai lainnya


2. Cerita Ahok, Butuh 3 Tahun Sosialisasi Sebelum Relokasi Warga demi Normalisasi Sungai

https://asset.kompas.com/crops/hVT3M...050014c9eb.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) merupakan gubernur yang dikenal keras dan tegas di era kepemimpinannya. Ketegasan itulah yang membuat Ahok kerap disebut tidak manusiawi, khususnya dalam permasalahan penertiban warga di bantaran sungai untuk kepentingan normalisasi sungai dan waduk guna mengatasi banjir Jakarta.

"Justru kalau saya membiarkan warga terendam banjir di setiap musim hujan lah yang tidak manusiawi," kata Ahok dalam Buku "Kebijakan Ahok" oleh Basuki Tjahaja Purnama.

                   Sebab, pemerintah saat itu merelokasi warga dari bantaran sungai ke sejumlah rumah susun (rusun) milik Pemprov DKI Jakarta. Saat proses sosialisasi kala itu, Ahok mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk membujuk warganya agar mau direlokasi demi menyelesaikan masalah banjir. "Apakah saya serta merta main gusur saja? Tanpa sosialisasi?" ucap dia.

                  "Sosialisasi soal normalisasi sungai dan waduk kepada warga ini membutuhkan waktu cukup lama. Saya membutuhkan setidaknya tiga tahun agar sebagian besar warga mengerti dan memahami soal program pengentasan masalah banjir ini," ujar Ahok. Kemudian, saat itu Ahok juga membuat kebijakan menggratiskan pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), bagi warga di bantaran sungai yang terkena proyek normalisasi sungan dan ingin membuat sertifikat tanah karena merasa tanahnya bukan tanah negara. "Dengan memiliki sertifikat, maka warga tersebut berhak menerima ganti rugi. Saya bahkan membuat kebijakan yang memudahkan warga mengurus sertifikat, dengan menggratiskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)," ujar Ahok.

                     Bagi Ahok, untuk mengentaskan masalah banjir di Jakarta, normalisasi sungai dan waduk merupakan hal yang wajib dilakukan. Tiap sungai dan waduk tentunya memiliki batas maksimal daya tampung. "Terlebih kurangnya daya tampung juga dikarenakan banyaknya bangunan yang berdiri di atasnya atau di pinggirannya. Karenanya dibutuhkan wadah atau tampungan air yang lebih besar, termasuk memperdalam dan melebarkan sungai dan waduk," ujar Ahok.


profile-picture
nomorelies memberi reputasi
3. cerita an*es baswedan

error 404
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akangckp dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Yang penting peringatan banjir

Mencegah banjir urusan belakangan


Logic Pribumi Yaman
profile-picture
priakuta memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post thegaronk
yg pnting gw dah ngasih tau ye
urusan lo kebanjiran bukan urusan gw
Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir
profile-picture
profile-picture
uclim.uclim dan priakuta memberi reputasi
begitu rupanya emoticon-Cool
anies : SSGB
Tak ada TOA ya ? emoticon-Bingung
Gak lucu emoticon-Turut Berduka
emoticon-Ngacir2
Quote:


coba kilat lihat diagram dws ini :

Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir

itu antisipasi banjir atau tsunami ?

meski disebutkan salah satu kegunaan untuk ews juga untuk banjir, tapi tujuan utama adalah untuk tsunami..

sebab tsunami ini tidak bisa dipredik dan penanggulangan menjadi sulit.

beda dengan banjir, yang penangulangannya sedikit terukur. contoh 2 kota yang melakukan antisipasi banjir :

Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir

Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir

nah sekarang langkah antisipasi apa yang sudah dilakukan wan abud ?



Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir

langkah antisipasinya : kerja bakti. emoticon-Sundul Up
Diubah oleh kadalgurun19
Balasan post pesekcuy
Quote:


Gaya Normalisasi para pimpinan di saat banjirGaya Normalisasi para pimpinan di saat banjir
Quote:


Lain anies butuh warga korban kebanjiran buat pencitraanemoticon-Belgia
udh bener itu warga jkt di kasih kolam emoticon-Ngakak
gabener jakarta kerjane koyo silitemoticon-Traveller


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di