CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e21979710d2956059753711/lebih-pilih-toa-untuk-peringatan-bencana-pak-anies-gak-mau-pakai-aplikasi-ahok

Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?

Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?

Lebih Pilih Toa untuk Peringatan Bencana, Pak Anies Gak Mau Pakai Aplikasi Ahok?

WE Online, Jakarta - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana menyoroti langkah Pemprov DKI yang lebih memilih menggunakan alat pengeras suara atau toa untuk memberi peringatan bencana. Menurut dia, cara ini merupakan cara kuno.

Karena itu, ia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggunakan cara yang lebih modern seperti menggunakan aplikasi di ponsel.

Ia mengatakan untuk memberi peringatan bencana ini pernah dilakukan saat era Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Yakni, aplikasi bernama Pantau Banjir diyakini akan lebih efektif memberikan peringatan kepada masyarakat Jakarta.

"Pada 20 Februari 2017, Pemprov DKI meluncurkan aplikasi Pantau Banjir yang di dalamnya terdapat fitur Siaga Banjir," ujarnya dalam pernyataan persnya, Kamis (16/1/2020).

Lanjutnya, ia mengatakan Fitur "Siaga Banjir" dalam aplikasi itu, kata William, bisa memberikan pemberitahuan ketika status pintu air meningkat. Dengan demikian, masyarakat bisa bersiaga untuk mengantisipasi masuknya air ke rumah mereka.

"Fitur itu memberikan notifikasi ketika pintu air sudah dalam kondisi berbahaya serta berpotensi mengakibatkan banjir pada suatu wilayah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan aplikasi tersebut hingga kini memang masih bisa diakses. Namun, fitur Siaga Banjir itu sudah tidak ada lagi sejak pembaruan versi 3.2.8 pada 13 Januari lalu.


Sambungnya, pada versi terbaru, pengguna hanya bisa melihat ketinggian air di tiap RW, kondisi pintu air, dan kondisi pompa air. Karena itu, ia menyarankan Anies kembali mengembangkan dan memanfaatkan fitur "Siaga Banjir" sebagai sistem peringatan dini.

"Aplikasi berbasis internet gawai seharusnya lebih efektif dan lebih murah, ketimbang memasang pengeras suara yang hanya dapat menjangkau radius 500 meter di sekitarnya," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) M Ridwan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah enam perangkat pengeras suara atau toa untuk peringatan bencana kepada warga. Bahkan, anggaran yang disiapkan tidak tanggung-tanggung Rp 4 miliar untuk enam set toa.

Ia mengatakan nama alat tersebut adalah Disaster Warning System (DWS). Sambungnya, perangkat ini tergabung dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) BPBD Jakarta.

"Tahun 2020 pengadaan enam set DWS," ujarnya kepada wartawan Rabu (15/1/2020).

Sambungnya, ia mengatakan enam set DWS ini dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 yang terbagi menjadi dua komponen mata anggaran yakni untuk pemeliharaan dan pengadaan DWS.
sumber

☆☆☆☆☆☆

Ada yang punya penjelasan lengkap mengenai alat DWS yang dibilang "Bukan Toa Masjid" oleh bawahan Anies? 4 milyar lho.

Padahal kalau misalkan memakai internet dan bekerjasama dengan provider, nilai sebesar itu bisa ditekan jauh hingga dana yang ada bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting.

Kita coba pakai bahasa awam saja.

Di hulu sana, di bendungan-bendungan yang mengarah ke Jakarta, terpasang alat yang yang mengukur tekanan air ke bendungan, pendeteksi gerakan tanah, pendeteksi gerakan dinding bendungan, serta ketinggian air. Semua itu tercatat oleh sebuah program, terserah berbasis apa. Terpasang juga CCTV dari segala arah yang memantau langsung keadaan bendungan dan permukaan air. Lalu semuanya dikirim real time ke pusat siaga bencana di Jakarta. Dan di ruang server pusat siaga bencana Jakarta terpasang beberapa layar TV ukuran 40 inchi untuk menampilkan hasil grafis dan video dari bendungan di luar Jakarta.

Pusat siaga bencana Jakarta juga memasang alat deteksi ketinggian muka air sungai yang terpasang di beton agar tidak dicuri. Alat tersebut terpasang 3. Paling bawah kondisi normal. Tengah kondisi siaga. Atas kondisi bahaya.

Alat tersebut secara otomatis akan mengirim alarm ke pusat siaga bencana. Begitu kondisi air berada di posisi siaga, maka pusat bencana Jakarta mengirim permintaan sms blast ke provider-provider telepon seluler. Dari sana sms akan dikirim ke seluruh handphone yang berada di area terjangkau yang telah disepakati. Jadi masyarakat kan langsung bergerak siap-siap menghadapi banjir dan menjauh dari area terdampak.

Semua ini terhubung dengan internet. Mudah, murah, cepat. Tak perlu keluar uang hingga 4 milyar.

Beda masalahnya kalau memang banjir dianggap berkah seperti apa kata pendukung Anies Baswedan.

Orang bego kadang lebih nyolot. Apalagi soal uang besar. Ada aja alasannya.

Gitu deh.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
feraldi2001 dan 42 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
Bagi orang yg terbuka akan teknologi
Ini cenderung mudah


Bagi yg masih ga mau terbuka, dirasa merepotkan
Malu sama menteri basuki sih

Lebih tua tapi ngikutin perkembangan teknologi emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 22 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
bego-bego 4 milyarnya bisa muncul, yang 1,6 trilyun buat kaleng rongsok juga masih ada, hahaha D
profile-picture
profile-picture
profile-picture
v1ncz777 dan 5 lainnya memberi reputasi
yang pentingkan anggaran terserap 200% emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 8 lainnya memberi reputasi
Toa tu sistem canggih, buktinya warga london banyak yg terselamatkan dari pesawat pembom luftwaffe emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rastareno18 dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Udahlah mending pakai aja aplikasi Pantau Banjir, ngak perlu gengsi, hemat anggaran juga. Dan lebih fokus ke pencegahan banjir.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
loncengbiru. dan 11 lainnya memberi reputasi
untuk pemberitahuan pake sirine/toa sebenernya sih bagus2 aja.. bisa ngasih tau soal banjir secepat dan sekeras mungkin ke warga sekitar.

pakai aplikasi juga bagus... cuma masih banyak kendala pas realisasi di lapangan.. belom semua warga punya hp, hp kadang kalo bobo suka ditaro di mana, kaga ada quota dll..

at least. ini cuma sebagai peringatan dini ke warga.. yg lebih penting adalah bagaimana meminimasi bencana banjir di DKI...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mas4d3 dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh khayalan
Lihat 5 balasan
ibarat pilihan adalah sebuah jalan..pokoknya wan abud itu mau beda jalan... mau salah jalan kek, atau kena gang buntu kek, atau ketabrak becak atau kena serempet bajaj pokoknya dia ga mau memilih jalan yg sama.. atau kalau sudah terdesak setidaknya dia mau berjalan di pinggiran jalan yang benar tersebut tapi wan abud tidak mau mengakui bahwa dia memilih jalan yg sama (beda istilah) . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
v1ncz777 dan 15 lainnya memberi reputasi
Wajar Gan, tonton ajah acara Rossi di kompas tv tadi malam, noh ahli itebeh yang TGUPP ngomong nya kayak apa. Udah terbukti teori naturalisasi dia gatot masih ngeyel.
Mosok banjir cuman dicegah pakek biopori. Biopori cuman nyerap air hujan itupun cuman dikit tergantung luas penampang, kedalaman biopori dan jenis tanah. Kalo tanah berpasir kayak di Jogja yah daya serapnya tinggi. Kalo tanahnya tanah merah atau liat yah daya serapnya kecil. Dan bukan solusi untuk banjir kiriman.
Jadi ide apapun kalo beda kagak bakalan diterima, apalagi ama orang kolot, dan lara pinter (merasa paling pinter orang lain bego)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akubebe dan 15 lainnya memberi reputasi
Balasan post atamlee
Quote:


Beda ukurannya dan suaranya kali.
profile-picture
rajkapoor memberi reputasi
gengsi lebih utama....


emoticon-Request
profile-picture
profile-picture
profile-picture
voorvendetta dan 5 lainnya memberi reputasi
Balasan post khayalan
Quote:


Mustahil dalam 1 keluarga di Jakarta gak punya hp Kang.

Bahkan pemulung2 dan tukang besi tua keliling aja pakai hp bagus2.

WAan dan nelpon mulu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hhendryz dan 10 lainnya memberi reputasi
Gengsi bos pake program lawan hahaha. Padahal udah waktunya masyarakat Indonesia maju dan memanfaatkan teknologi. Malah pengen diem di sini aja gak ada kemajuan. Negara lain udah berlomba2 bikin roket ke luar angkasa, Indonesia masih pake toa buat peringatan banjir emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
voorvendetta dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


suara dari sistem toa yg dipasang sekarang ini harusnya sih cukup..

cuma ya itu tadi.. toa, app penanda banjir (di jepang mah udah otonatis.. ada gempa/bencana alam lainnya.. ada peringatan masuk ke hp), atau kentongan sekalipun itu hanya berfungsi sebagai penanda bahwa banjir akan segera tiba..

yg penting gimana caranya agar masalah banjir bisa teratasi atau diminimalisasi..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vlad.eisenhauer dan 2 lainnya memberi reputasi
pada goblok nih netijenn...
ga tau apa itu toa bisa nuntun orang ke surga emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sanyhani dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
{thread_title}
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kenzakikazuma dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Balasan post khayalan
Kalo gitu pakek toa masjid justru lebih bisa diterima, kan dah terbukti buat pengumuman kerja bhakti dan orang meninggal berhasil menarik perhatian warganya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
roninthirst dan 4 lainnya memberi reputasi
Yang penting holol, dishalatin, dsbnya lah
Gaptek gaya sok intelek...
Males belajar ngaku akademisi..
gabener emang..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
barang siapa yg menyerupai suatu kaum.....emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
slider88 dan otak.100cc memberi reputasi
Quote:


masih ada kemungkinan di satu keluarga itu quotanya pada abis, lagi modar semua hpnya gara2 di cas, si suara hp dikecilin jadi kaga kedenger bunyinya kalo lagi bobo, dll

atau gini.. ane ganti analoginya... di hp ane ada app adzan.. tapi ane kebanyakan tau waktu sholat gara2 suara dari toa mesjid..

untuk soal harga wajar toa berapa, anies beli berapa.. beda soal...
profile-picture
profile-picture
vlad.eisenhauer dan kaiharis memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Halaman 1 dari 10


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di