CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Violet - Awalan Ceritaku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1fd80d5cf6c4108245e8e0/violet---awalan-ceritaku

Violet - Awalan Ceritaku

       Namaku adalah Kuina Violita, aku biasa dipanggil oleh teman-temanku dengan sebutan Kuina atau terkadang Vio. Aku ini seorang idol, oh maaf, idol yang aku maksud di sini adalah idol di sekolah dan entertainment tentunya.  Aku ini pemain FTV dan juga Youtuber, dan juga aku ini Idola di sekolahku dan menjadi incaran para laki-laki di sekolahku. Aku sekarang duduk di kelas 3 SMP di sekolah swasta yang cukup terkenal di kotaku, tapi tempatku bersekolah memiliki banyak cabang, yang mungkin ada hampir di setiap kota yang ada di Indonesia, jadi menurutku sekolah ku salah satu sekolah yang terkenal di Indonesia, terutama soal biayanya yang menurutku sangat mahal ini, tapi aku tidak peduli tentang itu aku terlalu malas untuk memikirkan lebih jauh tentang hal yang tidak penting seperti itu, lagi pula biaya sekolahku orang tuaku ini yang mengurusnya, dan ditambah lagi aku selalu mendapatkan beasiswa berupa potongan SPP, karena selalu mendapat juara umum nomor dua di sekolah, yang seharusnya orangtuaku bersyukur akan hal itu, jadi aku tidak perlu peduli soal itu, selama itu tidak mengganggu uang jajanku yang aku dapatkan dari bermain FTV dan Youtube aku tidak akan peduli.

       Mungkin saat ini kalian akan langsung mencapku sombong dan tidak tahu diri saat aku mengatakan semua hal itu tapi. Memang seperti itulah diriku, aku sadar kalau aku ini sombong dan angkuh, bahkan aku sudah menyadari bahwa teman-temanku selalu membicarakanku di belakang, dan hanya ingin ikut bersenang-senang denganku ketika aku senang, tapi aku juga tidak peduli soal hal itu, asal mereka patuh terhadapku dan tidak membantahku, aku masih bisa menerima mereka, lagi pula aku hampir tidak menganggap mereka temanku, melainkan mereka hanyalah peliharaanku yang setiap hari hanya bisa menjilati kaki ku.


Violet - Chandra

Violet - Awalan Ceritaku

Chandra

      Setiap pagi aku selalu menggunakan kereta untuk berangkat ke sekolah ku. Bukannya aku tidak memiliki mobil dan supir untuk mengantarku ke sekolah, tapi aku memiliki sebuah alasan untuk berangkat menggunakan kereta, karena aku ingin melihat reaksi orang-orang yang berada di kereta saat aku berada satu kereta dengan ku. Uuhh, membayangkannya aku sudah merinding, mereka pasti melihatku dan bingung kenapa orang terkenal seperti ku mau naik kereta seperti mereka, dan pasti mereka ingin meminta tanda tanganku dan foto denganku. Mereka seperti melihat dewi yang turun dari surga saat melihatku berada di kereta.

"Permisi kamu Kuina ya ?". tiba-tiba seseorang menyebut namaku.

"Ya benar ada apa yang bisa saya bantu ?". jawabku dengan ramah kepada seorang murid lelaki SMA yang berdiri disampingku.

"Saya sama temen-temen saya boleh minta foto ?" kata lelaki itu.

"Boleh kok kak." Jawabku lagi kepada lelaki itu.

Setelah kejadian mereka minta foto banyak orang yang langsung datang
kepadaku untuk minta foto denganku. Aku sudah menduga dan sudah memperkirakan kalau hari ini juga akan seperti ini, hampir setiap hari hal seperti ini terjadi, aku tidak keberatan akan hal ini, bahkan aku senang, karena aku seperti dewi saat mereka melakukan hal ini, dan mereka seperti seekor anjing yang menjilat kaki ku, hahaha, aku tertawa dalam hatiku, karena hari ini aku sukses menjadi seorang dewi lagi.

       Setelah sampai di stasiun yang paling dekat dengan sekolah ku akupun langsung keluar dengan segera dari kereta, karena aku tidak ingin terlambat, karena aku tidak mau citraku buruk karena terlambat masuk sekolah, dan ketika aku sedang berjalan menuju pintu keluar stasiun tiba-tiba ada seseorang mengatakan kepadaku.
"Permisi, tapi saya belum sempat berfoto dengan anda tadi". Terdengar suara seorang lelaki lagi.

       Aku langsung menengok kebelakang untuk menanggapi dan berfoto dengannya, lagi pula aku tidak ingin citraku buruk di depan fansku karena aku tidak mau berfoto dengan mereka. 

"Oh maafkan saya,tadi saya terburu-buru, kita bisa langsung foto sekarang." Jawabku dengan ramah dan menengok kebelakang.

Dan ketika aku melihat kebelakang hanya ada seseorang anak laki-laki yang aku kenal cukup lama dengan senyumnya yang lebar dan menyebalkan sampai matanya pun ikut tertutup.


"Waah, jadi aku beneran boleh foto dengan kamu nih, Violet ?" Jawab dengan senyum dan nada yang meledek.

Akupun langsung berbalik dan meninggalkannya untuk melanjutkan perjalananku kesekolah, tapi dia malah tetap mengikutiku.

"Oi, Violet, kenapa sih ? kamu marah ? langsung ninggalin aku, ooiii Violeet ? dengerin aku gak sih ?" Kata anak laki-laki itu.

"HAAH !? lo masih nanya juga kenapa ?" Jawabku sambil membalikan badanku dan menunjuk wajahnya.

"Lo pikir, lo tadi ngapain ? tiba-tiba minta foto, gua kira tadi lo fans gua, ternyata cuma lo." Lanjut ku bicara.

"Ya maaf, kan aku cuma ingin bercanda denganmu, tadinya aku ingin samperin kamu di kereta, tapi ternyata banyak orang yang meminta foto sama kamu, makanya aku tidak jadi samperin kamu, dan aku gak tau kalo kamu bakal marah." 

"Hehm.! gua gak peduli sama penjelasan lu, lagian kenapa sih lu gangguin gua mulu ? kagak ada kerjaan lain apa ? dari SD lu gangguin gua terus apa urusan lo sama gua ? Pokoknya sekarang lo jangan ikutin gua ke, gua gak mau diliat orang dateng barengan sama lo ya, ngerti kagak lo ? Chandra !!!". Kataku menanggapi penejelasannya dan disusul dengan meninggalkan dia dibelakang.

Aku menyadari dari tadi pembicaraanku didengar oleh banyak orang dan mereka melihatku dengan tatapan yang tidak menyenangkan. Ini semua terjadi karena dia membuatku marah sehingga orang-orang melihatku seperti ini. Tidak akan pernah aku maafkan dia.

Akupun berjalan dengan terburu-buru menuju ke sekolah dengan rasa kesal.

"Huft... akhirnya sampe sekolah juga, ngapain sih tuh si Chandra selalu gangguin gua aja, kaya kaga ada kerjaan lain aja. Apa jangan-jangan dia suka sama gua ? gak heran sih kalo dia suka sama gua, secara gua yang banyak disukain banyak cowok, masa dia kagak suka sama gua, ditambah dia, satu SD sama gua, makin gak ada alesan buat gak suka sama gua, hahaha."

"Hayoo...!!! ngomongin apaan ? pagi-pagi kok udah ngomong sendiri." Tiba-tiba aku dikagetkan oleh cowok yang ku kenal, dari pada disebut "cowok yang ku kenal" lebih cocok disebut cowok yang paling dikenal di sekolah, dia mantan ketua OSIS sekaligus idola para cewek di sekolah, Arya Dharma. Aku sering dengar dari orang lain kalau dia suka sama aku, dan banyak yang menginginkan aku pacaran dengan dia, tetapi tentu saja aku tidak mau hal seperti itu terjadi.

"Eh, Arya, bukan apa-apa kok, apu hanya sedang memikirkan untuk bikin video apa selanjutnya di Youtube hehehe." Jawabku ke Arya sambil sedikit berbohong.

"Oohh begitu... jangan sampai terhanyut oleh imajinasi ya, bisa bahaya, hahaha. Ngomong-ngomong mau bareng ke kelasnya ? kasihan tuh yang lain nungguin kamu lewat di gerbang, hahaha." Katanya, sambil bercanda.

"Eeh, maaf mengganggu jalan kalian." Kataku kepada orang-orang yang berada di belakangku, sambil sedikit menepi ke pinggir.

Akupun melanjutkan pembicaraanku dan menjawab ke Arya. "Gak usah deh Arya, lagian aku juga mau ke toilet dulu hehehe."

Arya pun menjawabku. "Oh, oke deh aku duluan ya Kuina, sampai jumpa lagi."

"Yaa..." kataku menjawab ucapan Arya.

"Iiih... apaan sih tuh cowok, caper bener sama gua." Gumamku sambil aku berjalan masuk ke sekolah.


"Aku memang tidak terlalu suka dengan Arya, selain tingkahnya yang menurutku sok peduli kepada orang lain, aku juga tak suka dengan Arya karena dia juga terkenal di sekolah ini sepertiku, secara tak sadar aku malah menjadikan dia Rival dalam hal kepopuleran."

Akupun masuk ke sekolah dan menuju toilet untuk buang air kecil, dan juga membenarkan seragam serta rambut, setelah tadi aku lari dari stasiun ke sekolah.

Setelah selesai akupun langsung menuju ke kelas, karena sebentar lagi akan bell masuk sekolah.

Sesampainya di kelas aku disambut oleh teman-temanku seperti biasa, dan aku langsung saja duduk ditempat duduk ku.

Tak lama kemudian pak Roni guru Bahasa Indonesia masuk kelasku untuk jam pelajaran pertama di kelasku. Ketua kelas memberi komando untuk memberi hormat kepada guru.

Ketika Pak Roni mulai mengabsen nama-nama murid, dan saat nama Chandra disebut aku baru menyadari bahwa, Chandra belum datang ke sekolah, padahal tadi pagi aku bertemu dengannya di stasiun, akupun penasaran kenapa dia belum datang, apakah karena aku meninggalkannya di stasiun ? "pikirku sambil melamun memikirkan".

Ya sudahlah, biasanya juga aku melakukan hal seperti itu biasanya dia juga baik-baik saja, masa karena aku tinggalkan seperti itu dia depresi, tidak mungkinlah. Lagi pula buat apa aku memikirkan hal yang tak penting soal dia, kaya tidak ada kerjaan lain saja.

"Kring...!!!" bell sekolah pun berbunyi tanda pergantian pelajaran. Tidak lama setelah bell berbunyi dan pak Roni bersiap meninggalkan kelas, tiba-tiba Chandra berlari dan berhenti di depan pintu.

Melihat hal itu pak Roni langsung marah ke Chandra.

"Apa-apaan kamu Chandra, jam pelajaran saya tidak hadir, datang ke kelas dengan cara berlari. Kalo kamu memang tidak suka dengan pelajaran saya bilang sama saya, bukan dengan cara tidak hadir dan tiba-tiba datang di saat pelajaran saya selesai."

Dengan nada sedikit keras pak Roni bicara dengan Chandra.

"Tapi saya habis dari UKS pak, kalo tidak percaya tanya saja dengan bu Miya, saya benaran ke UKS kok." Jawab Chandra, yang membalas perkataan pak Roni.

"Alah alasan saja kamu, nanti saat istirahat kamu ke ruang guru ketemu dengan saya ya." kata Pak Roni ke Chandra.

"Baik pak, nanti saya ke ruang guru." Jawab Chandra ketika mendengar perkataan pak Roni. Setelah itu Pak Roni pun keluar kelas dan Chandra pun masuk ke kelas dengan muka yang cemberut dan menunduk. Seketika teman-temannya Chandra tertawa dan mendatanginya serta bertanya. Akupun ikut tertawa dengan menutup mulutku. Sungguh lucu saat melihat ekspresi Chandra yang kaget ketika melihat pak Roni tepat di depan kelas, mengingatnya lagi membuatku tak tahan untuk tertawa.

Di saat semuanya sedang tertawa dan gaduh, tiba-tiba guru Bahasa Mandarin di sekolahku Laoshi Suparman pun masuk ke kelasku. Semua murid diam, Chandra dan teman-temannya yang tadi berdiri pun langsung menuju tempat duduknya. Ketua kelas pun memberi komando untuk memberi hormat kepada guru.

"Kriiinnggg...!!!" Akhirnya suara bel istirahat berbunyi, sungguh sangat membosankan berada di kelas selama 3 jam dan hanya melihat tulisan dan mendengar video berbahasa mandarin, rasanya aku ingin langsung keluar dari kelas dan pergi ke kantin untuk pergi jajan.

"Kuinaaa... jajan yuukk..." Suara Gabby mengajakku untuk pergi keluar jajan.

"Ayuk Gab cepetan Aku juga udah bosen sama laper. Terus si Floren mana? gak ke kantin dia?" jawabku ke Gabby.

"Tadi katanya sih mau ke UKS, lagi gak enak badan kali dia." Jawab Gabby.

"Oh begitu, ya udahlah kita duluan aja ke kantinya Gab." Balasku kepada Gabby.


Violet - Awalan CeritakuViolet - Awalan Ceritaku
Diubah oleh Nadras


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di