CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1e86b8f4d69502be695bfa/mahad-of-love

Ma'had Of Love

Ma'had Of Love


Sinopsis :
Aisyah. Gadis berparas cantik dan juga smart, namun kepandaiannya tak menjadikan orang tuanya bangga, terlebih sang Papi yang merasa tak mampu menghadapi kelakuan nakal Aisyah. Akhirnya memutuskan untuk memasukan Aisyah ke pesantren. Aisyah berusaha sekuat tenanga merubah semua kebiasaannya dengan jalan yang tak mudah, karena di tahun pertamanya takzir adalah sahabat yang selalu menemaninya.

Zuhri seorang senior sekaligus ustad, jatuh hati saat pertama kali bertemu dengan Aisyah. Dan di sisi lain terdapat Fikar teman bermain semasa sekolah dulu. Pinangan Zuhri membuat Fikar terpuruk dan memutuskan untuk kembali ke Kairo.

Namun jodoh sejatinya adalah kehendak Allah, terkadang dia yang sudah di depan mata bisa sirna begitu saja. Tugas seorang hamba hanya berusaha.

GERIMIS DI PAGI HARI

Jengkel, marah, benci menyeruak menjadi satu. Mengalir dalam aliran darah, mencuat dalam dada. Sesak!. Itulah yang saat ini dirasakan oleh Aisyah Putri. Gadis berwajah ayu yang tengah menarik asal kopernya. Bersiap untuk meninggalkan semua kesenangannya. Bergaul dengan segala hal yang tak ia sukai, namun keputusan seorang Ibrahim sudah tak bisa di ganggu gugat. Hari ini adalah keberangkatan Aisyah ke pesantren.

"Sudah siap berangkat?" suara lembut Ayu, Mami Aisyah.

"Hmm." Masih dengan wajah juteknya. Sebenarnya Ayu tak tega untuk melepasnya, di dunia baru yang serba berkebalikan dari kehidupan Aisyah saat ini. Namun kasih sayangnya tak membuat buta akan pentingnya mendidik anaknya secara agamis agar tak lupa dengan sang pemilik kehidupan.

Jika Aisyah pernah mengaji atau shalat itu dulu. Dulu sekali, sebelum dia masuk Sekolah Menengah Kejuruan dan salah pergaulan. Mungkin kini dia sudah lupa bagaimana mengaji dan sholat dengan baik. Itulah yang membuat Ayu yakin bahwa keputusan suaminya adalah hal yang paling baik.
Apapun yang di janjikan oleh Aisyah tak merubah keputusan Papinya. Jika Aisyah anak yang keras kepala, papinya lebih keras lagi. Keputusannya tak dapat ditawar.

"Pi, kenapa harus di pesantren sih!. Aisyah bisa berubah tanpa harus di kirim ke neraka." Suara Aisyah terdengar parau menahan tangis dan kekesalannya. Ingin dia meloncat dari dalam mobil, andai itu bisa membuat hati Papinya luluh.

"Sayang, pesantren itu bukan neraka. Itu adalah taman surga, tempat dimana para penuntut ilmu agama berada. Percayalah saat kau sudah di pesantren, kau tak akan ingin pulang."

KOLOT. Itulah yang di pikirkan Aisyah tentang kedua orang tuanya. Padahal belajar ilmu agama bisa dengan mendengarkan ceramah ustad di youtube, tak perlu repot untuk nyantri. Secara dunia sudah dalam era digital. Kenapa hidupnya harus serumit seperti sekarang.

Akhirnya Aku akan masuk neraka
.

Sesampai di pelataran pesantren, hati Aisyah semakin sakit. Dia merasa diasingkan dan dibuang oleh orang tuanya. Air matanya luruh tanpa di ketahui oleh kedua orang tuanya yang sedang berbincang dengan salah satu santri di dekat tempat parkir. Kedatangan mereka di sambut dengan sangat sopan oleh salah santri tersebut.

"Monggo pinarak. Abah masih ngaos," tuturnya kalem.

Aisyah jenggah melihat perigai santri tersebut. Sok alim pikirnya. Dia memilih mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Banyak santri lalu lalang dengan kesibukan mereka masing-masing. Tempat parkir dekat dengan asrama laki-laki, jadi wajar bila yang pertama kali menyambut mereka adalah para santri putra. Ada beberapa santri menyapu halaman, berkomat kamit tak jelas dengan memegang buku kecil (Nadhom). Sampai matanya tertuju pada seorang santri putra yang sedang berbincang dengan santri putri di dekat ndalem (kediaman Kyai).

"Mi, kata mami santri putra dan putri tidak diperbolehkan berduaan!. Nah, itu apa?" sambil menunjuk ke arah di mana santri itu berada.

"Sayang! Jangan suudhon. Siapa tahu mereka saudara atau memiliki keperluan," tutur Ayu tetap kalem dengan menurunkan tangan Aisyah yang menunjuk santri yang sedang berbincang.

"Heleeh, paling itu alasan yang mereka buat-buat," kesalnya.

"Tujuan Kamu ke sini bukan untuk mengoreksi kesalahan orang lain Aisyah. Betulkan sendiri sikapmu yang selalu membuat Papi naik darah," tegas Ibrahim.

Aisyah melengos dengan kepalan tangan serta gigi yang mengertak. jika yang berbicara itu bukan orang tuanya, pasti Aisyah sudah melayangkan tinjuan ke mukanya.
"Papi." Ayu memberi isyarat pada Ibrahim agar diam.

Terdengar derup langkah kaki serta deheman dari arah ruang tengah. Nampak sosok Kyai menyibak tirai. Pembawaannya yang berwibawa dan teduh membuat hati tenang.

"Assalamualaikum, ada tamu jauh rupanya," ucap Kyai tersebut lalu duduk di dekat Papi.
"Apa kabar Ayu, Him?" Sapaan beliau terdengar begitu akrab terhadap kedua orang tua Aisyah.

Ibrahim menyampaikan tujuannya ke pesantren tersebut. Aisyah hanya dapat meremas gamis yang dikenakannya. Bagiamana tidak, Papinya menceritakan semua aibnya pada Kyai tersebut. Kyai itu hanya manggut-manggut dengan senyum yang tak lepas sejak keluar menemui keluarga Aisyah. Kyai Dahlan memanggil abdi ndalem untuk mengantar Aisyah ke asrama putri.

"Nduk, ternoh cah iki nang asrama (antarkan anak ini ke asrama)." Tanpa basa basi wanita sebaya dengan Aisyah itu mengajaknya masuk.

Bersambung

Sumber gambar : di sini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sofiayuan
Halaman 1 dari 2
Resaved
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan bekticahyopurno memberi reputasi
Resaved
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan bekticahyopurno memberi reputasi
Resaved
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan bekticahyopurno memberi reputasi
Resaved
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan bekticahyopurno memberi reputasi
mantap.. premisnya cba disolid kan lagi. ini sperti sinopsis.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Oke sis. emoticon-Peluk Makasih krisannya nanti di perbaiki lagi emoticon-Genit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Nimbrung, 🤭
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan sofiayuan memberi reputasi
Quote:


Sama2

Untuk premis, cukup dengan
Protagonis beserta motifnya dan antagonis beserta motifnya. Tujuan dan halangan protagonisnya.

Kemudian dikembangkan menjadi sinopsis (singkat cerita samai ending)

Tentukan tokoh beserta karakternya

Tujuannya, supaya kita punya arah dalam menulis dan konsisten.

Semoga berkenan dan
Smoga Bisa membantu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
lanjutkan, Sist. fighting!
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan sofiayuan memberi reputasi
Quote:


mari gan
Quote:

Iya sis terimakasih banyak. emoticon-2 Jempol Di save dulu nanti otw perbaiki
Quote:


Makasih banyak sis.emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Alhamdulillah akhirnya bisa juga, selanjutnya tinggal menulis dan nikmati prosesnya ya.
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan sofiayuan memberi reputasi
Quote:


Iya bang makasih bimbingannya. pertama nulis di forum ini Alhamdulillah masuk hot thread
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan andrialong05 memberi reputasi
keren, langsung HT
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan sofiayuan memberi reputasi
Quote:


Sama sama, sist
Quote:


Iya di syukur i gan. Kata suhu itu bonus emoticon-Leh Uga
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
siap membaca ceritanya sampe tuntas, mau nyantri disini
Quote:


Iya mohon d tunggu update selanjutnya.
Monggo emoticon-2 Jempol
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Setia selalu menunggu updatean
profile-picture
sofiayuan memberi reputasi
resaved
profile-picture
sofiayuan memberi reputasi
lanjutin kaak emoticon-Jempol
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di