CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kapal China Masih Berdatangan Pasca-Kunjungan Jokowi ke Natuna, Istana Nilai Wajar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1d1283c9518b2f0d794e82/kapal-china-masih-berdatangan-pasca-kunjungan-jokowi-ke-natuna-istana-nilai-wajar

Kapal China Masih Berdatangan Pasca-Kunjungan Jokowi ke Natuna, Istana Nilai Wajar

Home News Nasional Kapal China Masih Berdatangan Pasca-Kunjungan Jokowi ke Natuna, Istana Nilai Wajar 

Kompas.com - 13/01/2020, 17:21 WIB 
BAGIKAN: 
Komentar (17) 

Kapal China Masih Berdatangan Pasca-Kunjungan Jokowi ke Natuna, Istana Nilai Wajar
Kapal Coast Guard China-5302 memotong haluan KRI Usman Harun-359 pada jarak 60 yards (sekitar 55 meter) saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) 

Penulis Ihsanuddin | Editor Bayu Galih 

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menilai wajar jika kapal China masih terus berdatangan ke Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia di perairan Natuna pasca-kunjungan Presiden Joko Widodo ke wilayah itu. Sebab, memang sejak awal ada perbedaan pandangan antara Indonesia dan China. Menurut Jaleswari, Pemerintah Indonesia berpegang pada United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 yang menyatakan wilayah itu adalah bagian dari ZEE Indonesia. 

Sementara China berpegang pada Nine-Dash Line atau sembilan garis putus-putus yang diklaim oleh sebagai batas teritorialnya. "Jadi soal klaim-klaim dan lain-lain, sepanjang Indonesia dan China tidak pernah satu ukuran untuk melihat klaim itu, tidak akan bertemu. Dan itu wajar saja," kata Jaleswari di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2020). 

Dengan perbedaan dasar itu, Jaleswari meyakini kejadian kapal China yang masuk ZEE di Natuna akan terus berulang. Namun, menurut Jaleswari, yang terpenting kehadiran Presiden memberi pesan yang jelas bahwa kedaulatan Indonesia di Natuna tak bisa ditawar. "Natuna adalah bagian dari Indonesia yang sudah ditegaskan presiden. 

Perkara tadi dibilang kapal China yang masuk, dan lain-lain, saya rasa kejadian itu selalu berulang setiap tahun, tiap saat. Karena kita ada perbedaan klaim itu," ujar dia. Menurut Jaleswari, yang terpenting saat ini adalah bagaimana Indonesia dapat mengamankan wilayah ZEE Natuna serta melindungi nelayan yang ada disana. "Dan bagaimana penguasaan efektif dilakukan dengan kehadiran negara terus menerus di Natuna baik soal kesejahteraan dan keamanan," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, reaksi keras pemerintah Indonesia terhadap pelanggaran perbatasan di perairan Natuna tampaknya tidak dihiraukan oleh kapal ikan asing (KIA). Pasalnya, pasca-kunjungan Presiden RI Joko Widodo dan gelar pasukan TNI di Pulau Natuna, keberadaan KIA di perairan tersebut masih terdeksi atau masih ada. 

Hal tersebut terbukti dari pantauan udara yang dilakukan TNI menggunakan pesawat intai maritim Boeing 737 AI-7301. Dari pemantauan itu, ditemukan sekitar 30 KIA yang masih menduduki Laut Natuna bagian utara. "Jumlahnya sekitar 30 KIA," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogabwilhan) Laksdya TNI Yudho Margono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/1/2020). 
Mengetahui ada temuan itu, Yudho langsung menginstruksikan tiga kapal perang, yaitu KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359 dan KRI Jhon Lie 358 untuk melakukan upaya pengusiran.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapal China Masih Berdatangan Pasca-Kunjungan Jokowi ke Natuna, Istana Nilai Wajar", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/13/17215741/kapal-china-masih-berdatangan-pasca-kunjungan-jokowi-ke-natuna-istana-nilai?page=all.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Bayu Galih
Diubah oleh my.agathis
kmrn banyak buzzer bilang cina terbirit2
profile-picture
my.agathis memberi reputasi
Wajar, karena saling klaim, kata Jaleswari
SOP pengusirannya seperti apa sih? apa boleh menggunakan senjata klo bandel?
Quote:


Kok ga ada takut2nya ya KIA ini..emoticon-Marah
8 KRI + 4 f16 direspon 6 CCG + 1 Kapal Pengawas + 49 Kapal nelayan. emoticon-Leh Uga

wiwi perlu datang ke natuna lagi untuk usir kapal2 china
bila perlu bikin istana di tengah laut natuna, wiwi biar ngantor sementara di sana
Diubah oleh herberthus
sudah gw blg dr awal, emang wataknya beda sendiri / ga normal dari bangsa lain.

lagian hubungan indo-china termasuk yg bagus di dunia internasional, dan kita punya utang banyak.

pdhl kita "diberkahi" jadi negara yg bs nge blok kemana saja (terlepas dr isu osang aseng n kafir)

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

pd akhirnya gabisa ngapa ngapain, selama presiden asli sudah bersabda "tidak masalah"

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Diubah oleh KuwuRT
harusnya jokowi niru sikap jongun, tinggal rudal
Lihat 1 balasan
Balasan post MrJeffBezos
Rudal dari mana? Rudal B13B-212? Omaigat emoticon-No Hope
Quote:


Beli dong
Lihat 1 balasan
Balasan post MrJeffBezos
Beli pakai daun? emoticon-Leh Uga
ayo dong, naikin lagi anggaran pertahanan emoticon-Cool
pihak sono juga nganggep wajar kaprang kita ama pespur ngider disono, yang penting ambil ikan tetep jalan toh udah ada pemakluman iniemoticon-Traveller
sekarang penyebutan negara China bukan Tiongkok lagi ya ? klo gak salah kan udah diganti penyebutannya dalam bahasa Indonesia jadi Tiongkok
Tak ubahnya Junker dan Spammer dan Tukang Hoax yg dibredel Momod...

Muncul lagi, lagi, dan lagi...
emoticon-Angkat Beer
Oleh sebab itu diperlukan partisipasi kita semua untuk menjaga Hak Berdaulat Kaskus Raya...

Hak untuk Memperoleh Informasi Valid dan Bernilai-guna...
emoticon-Angkat Beer
Hak untuk mendapatkan Diskusi yg Berbobot namun mudah dicerna...
Lihat 2 balasan
Balasan post olahraga501
Quote:


Kapal China Masih Berdatangan Pasca-Kunjungan Jokowi ke Natuna, Istana Nilai Wajar
Balasan post olahraga501
Quote:


clon si crot
pengangguran penyebar hoax

Kapal China Masih Berdatangan Pasca-Kunjungan Jokowi ke Natuna, Istana Nilai Wajar

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Quote:


Ada beberapa poin yg mesti kita lurusin...

1. "clon si crot"...
Mengklaim seseorang melakukan tindakan cloning tanpa didasari bukti yg valid adalah termasuk Hoax, Kategori: Misleading Content...

Menghubungkan suatu id dengan id lainnya tanpa relevansi yg jelas termasuk Hoax, Kategori: False Connection...

2. "pengangguran penyebar hoax"...
Mengklaim suatu pihak sebagai pengangguran apalagi nyebar hoax tanpa bukti termasuk Hoax, Kategori: Manipulated Content...

3. Untuk perihal pic yg berisi persentase data yg dihubungkan dengan narasi "clon si crot, pengangguran penyebar hoax" gak jelas relevansinya jadi termasuk Hoax, Kategori: False Context...

Jadi kesimpulannya:
emoticon-Angkat Beer
Komeng agan "Hoax pangkat 4"...
profile-picture
my.agathis memberi reputasi
Wajar...keterbatasan ri dalam menjaga wilayah laut yg begitu luas. Ngga papa ikannya diambil...asal ngga mengklaim wilayah ri jadi milik mereka


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di