CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Sudahkah Kita Bersyukur Hari ini?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1a633009b5ca07fa4e91ff/sudahkah-kita-bersyukur-hari-ini

Sudahkah Kita Bersyukur Hari ini?

Sudahkah Kita Bersyukur Hari ini?
sumber

SYUKUR-Terkadang perasaan ingin lebih dari orang lain, selalu hinggap pada diri kita dalam jangka waktu yang cukup lama. Selama yang menjadi keinginan kita belum terpenuhi.

Tetangga yang beli kulkas, kita yang panas dingin. Tetangga yang beli mobil, kita yang sibuk memperhatikan. Terus menerus seperti itu tanpa kita sadari bahwa diri kita sudah berada pada penyakit hati.

Seharusnya, untuk kehidupan dunia, kita banyak-banyak melihat ke bawah. Dan untuk kehidupan akhirat, kita harus melihat ke atas.

Artinya, melihat ke orang yang lebih kurang dari kita itu sangat penting. Guna menanamkan kesyukuran dalam diri kita. Terkait dengan urusan duniawi, Allah memang sengaja membagus-bagusinya agar kita tetap tergiur dan cinta pada dunia.

Lain halnya dengan urusan akhirat, kita selalu melihatnya bagian terakhir. Padahal hidup kita yang sesungguhnya adalah di akhirat.

Ketika Allah mentakdirkan kita menjadi manusia yang kekurangan harta. Jangan pernah merasa hina. Karena kita adalah orang yang sangat spesial di mata Allah jika mampu menggunakan keadaan itu sebaik mungkin.

Sudahkah Kita Bersyukur Hari ini?
sumber

Kenapa kita dispesialkan? Karena orang yang kekurangan harta adalah orang yang pertama kali masuk ke dalam surga. Orang kekurangan harta hisabannya tidak ribet. Karena tidak diminta pertanggung jawaban tentang penggunaan harta selama di dunia.

Sedangkan orang yang banyak harta, mereka harus ngantri dulu mempertanggung jawabkan harta mereka. Apakah sebagian harta yang banyak itu mereka gunakan untuk infaq selama di dunia atau tidak?

Orang yang banyak harta tapi tidak infak, mengerikan sekali. Mereka diibaratkan manusia yang memakan daging ayam beserta semua kotorannya. Betapa serakahnya dia? Apa kita mau seperti itu? Padahal dari sebagian harta kita ada haknya orang lain.

Maka dengan segala keadaan itu perlu kita tanamkan rasa syukur dalam diri kita. Menanamkan rasa syukur itu dengan cara mencari jalannya syukur. Bagaimana caranya?

Syukur yang dilakukan dengan ucapan yaitu mengucapkan kalimat hamdallah, sadar bahwa semua yang ada pada diri kita adalah pemberian dari Allah. Selalu mengucapkan kalimat-kalimat yang baik.

Syukur yang kedua adalah dengan perbuatan. Bagaimana caranya? Tentunya dengan menggunakan apa yang Allah berikan pada kita dengan hal baik. Seperti, meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah. Menggunakan jasad yang sehat untuk mencari rizki yang halal demi kelancaran urusan ibadah.

Kaitannya dengan bersyukur atas keadaan yang Allah berikan pada kita. Pernahkah mendengar kisah tentang Julaibib?

Julaibib adalah seorang pemuda yang memiliki amalan andalan yaitu selalu semangat dalam melaksanakan perang. Setiap ada perang, Julaibib adalah orang yang pertama maju paling depan. Namun, dia memiliki kulit yang sangat hitam pekat sehingga banyak orang yang tidak mengenalnya seakan ia teracuhkan.

Suatu hari Julaibib ditanya oleh Nabi perihal rumah tangga. "Wahai Julaibib kenapa kamu belum menikah?" mendengar pertanyaan Nabi, Julaibib menjawab "Haha, Nabi ini, siapa yang mau dengan saya yang miskin, hitam, tidak punya apa-apa dan tinggal pun hanya di teras masjid!"

Ternyata Nabi perintah pada Julaibib untuk segera melamar seorang gadis sesuai petunjuk Nabi. Sampai di rumah sang gadis, orang tua gadis itu menolak, akan tetapi si gadisnya menerima dengan alasan bahwa itu adalah perintah Nabi.

Akhirnya Julaibib melangsungkan pernikahan. Setelah acara selesai. Yang harusnya malamnya menjadi malam pertama bagi Julaibib. Tapi ternyata ada pengumuman akan diadakan perang. Secara spontan ia meninggalkan istrinya dan lebih memilih semangat ikut perang seperti biasanya.

Saat berlangsung peperangan, Julaibib tetap berada di barisan paling depan sendiri. Ketika perang selesai, Nabi mencari Julaibib tidak ada. Ternyata Julaibib mati.

Ketika Julaibib hendak dimakamkan. Nabi sendiri yang mengangkat jenazahnya, di depan liang lahat, Nabi menoleh ke arah kanan secara terus menerus. Hingga membuat pertanyaan para sahabat.

"Wahai Nabi kenapa engkau memalingkan wajah ke kanan terus?"

Nabi menjawab "Saya malu pada Julaibib, di sebelah kanan saya ada para bidadari yang menanti kehadiran Julaibib. Dan Julaibib ini adalah pemuda yang terkenal di kalangan malaikat"

Subhanallah, meski tidak terkenal di kalangan manusia tapi ia terkenal di langit. Semua makhluk langit mencintai Julaibib.

Maka pelajaran yang bisa kita ambil adalah kita harus tetap senantiasa mensyukuri apa yang sudah Allah kasih sama kita. Buruk menurut kita, tapi baik menurut Allah. Luar biasa.

Mari kita sama-sama mawas diri, intropeksi diri. Sampai sejauh mana tingkat kesyukuran kita. Meski kita pasti merasakan di zaman ini, bahwa kita hidup dalam keadaan di mana ucapannya orang yang banyak harta itu lebih di dengar daripada orang yang biasa saja.

Sekian. Cendol, komen and rate. Terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam santuy pagi.

Ocil di pagi yang dingin-
Sumber Tulisan : Pak Ustadz Sutejo dan Opini Pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh brina313
sudahkah kita bersyukur hari ini?
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan kelayan00 memberi reputasi
jangan lupa untuk senyum
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 2 lainnya memberi reputasi
Bersyukurlah untuk semburat mentari yang masih bisa kita nikmati pagi ini.
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan brina313 memberi reputasi
Dapat cerita ini dari mana Cil?
Ane pernah diceritain cerita ini sama Guru Ane jugak an 😆
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan brina313 memberi reputasi
Quote:


Senyum pepsodent bun..

Quote:


Insha allah.. untuk nikmat dalam setiap detiknya. Aku berterima kasih

Quote:


Ocil dapet ini mode tobat bang. Jadi dngerin pak ustadz ceramah. Abang mau jadi pak ustadz juga? Hihiiii
profile-picture
Ninaahmad memberi reputasi
terima kasih sudah mengingatkan untuk bersyukur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 2 lainnya memberi reputasi
Masya Allah.

kita lebih sering mengeluh daripada bersyukur.😓😓
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ninaahmad dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Terima kasih

Quote:


Iya bundaaa.. sedih ajaaaa
profile-picture
Ninaahmad memberi reputasi
bukan bahagia yang membuat kita bersyukur
tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia

jadi jangan lupa bahagia untuk hari ini, esok dan selamanya
profile-picture
Ninaahmad memberi reputasi
Quote:


emoticon-2 Jempol

Quote:


Bagus juga ceritanyaemoticon-Smilie
profile-picture
Ninaahmad memberi reputasi
aku brebes mili baca tulisan kamu Kak

Julaibib MasyaAllah banget yah

aku kok baru nemu kisah ini


Maturnwun sanget
i love you
profile-picture
Ninaahmad memberi reputasi
Quote:


Quote:


Senyum itu sedekah. Sedekah juga termasuk bersyukur.



profile-picture
Ninaahmad memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di