CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / Anime & Manga Haven /
Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1966c682d49562be6d3700/kenapa-adaptasi-anime-isekai-begitu-banyak

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?

Rasanya beberapa tahun belakangan ini pasti ada saja anime bergenre isekai yang diadaptasi setiap musim-nya. Bukannya satu atau dua saja, melainkan bisa lebih dari 5 judul pada setiap musimnya. Mengapa genre ini mendapat begitu banyak adaptasi?

Apa itu Isekai?
Isekai berasal dari gabungan kata I (異) yang berarti lain dan Sekai (世界) dunia. Umumnya cerita dalam genre isekai dimulai ketika sang tokoh utama mengalami suatu insiden yang tidak terduga dan terlempar ke dunia lain. Tentu saja, selain dengan tabrakan sebuah truk atau keluar indom*rt, masih banyak cara lain yang lebih masuk akal.

Setelah terlempar ke dunia lain, sang tokoh utama membangun kehidupan barunya yang biasanya terinspirasi dari MMORPG sebagai basisnya. Tentu saja mereka tidak membangunnya dari nol, tetapi mereka diberikan item starter, mulai dari kekuatan tidak terbatas, pedang super langka yang hanya bisa didapatkan ketika melawan raja iblis, atau seorang dewi yang selalu menemani kita pergi.

Lalu, mengapa begitu banyak literatur isekai saja yang mendapatkan adaptasi, sementara literatur yang boleh dikata sempurna dalam segi cerita dan artworknya tidak kunjung mendapatkannya?

Isekai Mudah Diproduksi
Lonjakan permintaan anime yang sangat besar dari dalam maupun luar negeri memaksa sebuah studio anime untuk terus memproduksinya setiap season apapun kondisinya. Tak heran, sering kita melihat anime “asal jadi” mendominasi pasar.
Hal ini diperparah dengan meningkatnya biaya produksi anime dari tahun ke tahun. Tidak sedikit kasus staf produksi yang tidak digaji sampai 3 bulan bahkan hingga sampai satu tahun.

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?
Märchen Mädchen, bukti kerasnya industri Animasi Jepang

Studio anime lebih memilih bermain aman dengan memproduksi anime yang mudah diproduksi dengan budget terbatas, tetapi tetap bisa menjaring banyak penonton. Genre isekai lah yang paling cocok dengan itu. Lalu, apa alasannya?

Pertama, tim produksi tidak perlu mengeluarkan effort berlebih untuk membangun dunia impian yang penuh dengan realitas didalamnya, dengan segala hal hal kecil di dalamnya.

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?
Kebetulan?

Kedua, setting isekai yang cenderung sama di setiap serinya. Raja dalam sebuah kerajaan besar yang sedang diganggu pasukan iblis, tak lupa suasana latar abad pertengahan. Dua alasan itu cukup membuat animator atau ilustrator latar tidak perlu repot-repot membuat desain dunia dari nol. Menggunakan ilustrasi yang sudah ada dan mengubahnya sedikit menjadi suatu kewajaran dalam beberapa anime isekai.

Isekai Banyak Macamnya
Para penulis genre isekai berbondong-bondong membuat cerita revolusioner yang tiada habisnya. Mulai dari hikkikomori yang mendapat kekuatan dewa, sampai program ke isekai bareng emak-emak. Semuanya bisa dilakukan di dunia yang bisa kita kreasikan sesuka hati ini. Hal ini yang menyebabkan jumlah literatur isekai sampai saat ini terus berkembang.

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?
Ke isekai bawa emak? Bye-bye gizi buruk.

Isekai diibaratkan seperti sebuah kanvas kosong yang memberikan suatu kebebasan bagi para penulisnya untuk merancang sebuah dunia impian yang diidamkan penulisnya. Maka dari itu, sumber daya dari sebuah cerita isekai tidaklah terbatas. Dibuat seaneh apapun itu masih dapat ditolerir, sebab ini isekai.
Hal ini tentu berdampak baik bagi studio anime, dimanjakan dengan banyaknya varian cerita yang ada. 

Isekai Surganya Fanservice
Sudah bukan rahasia lagi kalau anime isekai identik dengan genre harem, dan kita tahu potensi dari genre harem tidak lain adalah kadar fanservice yang terbilang banyak, meskipun kita tidak bisa menggeneralisasikan semua anime isekai begitu.

Industri memandang fanservice sebagai lahan marketing baru bagi anime. Persaingan antar industri yang semakin keras mendorong hal ini, dan itulah tujuan sebenarnya dari fanservice. Jika tidak bisa menarik minatnya, maka tariklah nafsunya. Bukan hanya nafsu birahi, fanservice lain berupa ASMR dari seiyuu misalnya, membuatnya lebih tidak sehat. Studio lebih senang mengeluarkan uang untuk menyewa seiyuu mahal daripada memperbaiki kualitas cerita atau animasinya.

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?
Kanan atau kiri ya? Why not both?

Beberapa judul isekai masih memberikan fanservice dalam kadar wajar, tapi ada pula yang terkesan terlalu berlebihan. Seperti terbang bersama dewi yang pakaian terlepas karena kecepatan angin. Selain berlebihan, kadang fanservice-nya tidak masuk akal, dan disisipkan di momen yang tidak sesuai.

Isekai Sebagai Bentuk Pelarian
Kehidupan di Asia Timur, terutama Jepang, tidak seindah yang dibayangkan orang-orang. Kasus bunuh diri yang meningkat bukanlah tanpa sebab. Seorang professor yang tampak gembira akan pekerjaannya, meskipun kerja 12 jam sehari, ditemukan mati tergantung di ruang kerjanya. Di Jepang, pemandangan seperti ini sudah menjadi hal lumrah.

Umumnya kita lihat tokoh utama dari merupakan seorang hikkikomori pengangguran atau NEET yang terserang depresi berat. Perasaan itu muncul karena ketidakmampuan dirinya di dunia ini. Tuntutan berat dari budaya masyarakatnya yang super teratur dapat membuat mereka yang tidak mampu menyingkir. Kemudian, secara tiba tiba, ia terlempar menuju dunia lain, dunia yang selama ini mereka impikan.

Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?
Hikikomori

Mereka yang awalnya seorang NEET tampil dengan bangga di dunia baru ini dengan kekuatan yang diberikan “dewa” untuk menjadi penguasa. Mereka dapat bebuat sesukanya, bebas dari segala hal yang mengekangnya. Apakah ada yang lebih menyenangkan dari hal itu?

Lalu pemilihan setting isekai yang cenderung kebarat-baratan bukanlah tanpa sebab. Obsesi Jepang terhadap budaya Barat sudah ada semenjak Restorasi Meiji. Pada masa ini, Jepang mulai terbuka terhadap pengaruh asing. Mulai dari dibolehkannya perayaan Natal di Jepang, hingga industralisasi ala Barat yang membuat jepang bangkit di awal tahun 1900-an. Walaupun pada periode Showa Jepang menjadi negara fasis, obsesi itu belumlah menghilang sampai saat ini. 

Kesimpulan
Apakah eksploitasi anime isekai yang dilakukan oleh studio anime masih wajar?

Bisa iya, bisa tidak. Isekai sendiri merupakan suatu genre revolusioner yang dapat mengembangkan imajinasi penulisnya ke arah yang tidak terduga. Kita bisa merancang dunia kita sendiri, makhluk apa yang menghuninya, sampai sistem pemerintahan yang bisa kita buat segila mungkin, tanpa mengesampingkan kebudayaan Jepang lewat tokoh utama yang kita miliki.

Namun, isekai saat ini cenderung digunakan sebagai mesin uang bagi para studio, tanpa peduli dengan kualitas animasinya, Studio lebih mementingkan fanservice atau seiyuu demi keuntungan perusahaan. Metode ini akan menghasilkan keuntungan lebih cepat, namun tidak bertahan lama. Pada saat inilah, studio akan memilih judul lain dan memproduksinya dengan cara yang sama, menjadikan sebuah siklus setan di dalam produksi anime isekai.
@Risa Media


Kenapa Adaptasi Anime Isekai Begitu Banyak?

profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 22 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MasUzzan
Halaman 1 dari 6
Komentar Para Kaskuser
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MasUzzan
Dan jangan lupa karena Pangsa Pasarnya juga relatif besar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
om.gembel dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Isekai lagi isekai lagi. Mau sampai kapan kutukan ini akan berakhir?emoticon-Mewek
Dekade lalu identik banget dengan berkembangnya isekai, yaitu sebuah sub genre dari fantasy yang mengadaptasi sistem RPG (kebanyakan). Harapannya dekade ini tren isekai mulai digeser sama yang lain, CGDCT misalnya.

Quote:

Lho kok argumennya kontradiktif satu sama lain?
Katanya setting isekai hampir sama semua, tapi disini isekai diibaratkan kanvas kosong?
Kalo menurut ane sih justru isekai membatasi kreativitas kreator dalam membuat cerita, lha wong template nya aja udah dipakemkan gitu kok. Kreator tinggal menggeneralisasikan tokoh, skill, atau member haremnya. Sedangkan plotnya, jiplakan. Meskipun pada kenyataannya kreator dibikin mudah dalam membuat cerita namun bobot ceritanya hanya sebatas itu saja, udah. Kebebasan yang mereka rasakan hanya kebebasan semu, karena tolak ukurnya popularitas, balik lagi ke duit.
===========
Sebenarnya fenomena isekai ini mirip dengan superhero di hollywood, yang sangat disederhanakan. Banyak tuh para sineas idealis yang geram mengecap film superhero enggak layak disebut film karena hanya bertujuan untuk memuaskan para fans fanatiknya, dan tolak ukur mereka dari pendapatan film. Namun secara literatur, film2 yang dikritik tsb enggak memberikan kontribusi untuk kekayaan perfilman itu sendiri. Melihat dari silang idealisme para kreator ini, isekai memang benar berfungsi sebagai mesin pencetak uang. Senjata mereka ialah fanservice dan seiyuu, sama seperti film superhero yang menggunakan CG dan aktor ternama.

Tempat dimana kreator bisa berkarya lepas adalah di ranah indie, namun hal ini jarang banget ditemui. Atau studio besar, yang punya modal besar dan passion yang tulus. Ane rasa studio2 tersebut enggak usah ane sebutin ya. Nah ide2 yang revolusioner inilah yang bisa para kreator kembangkan. Senggol Mamoru Hosoda, Mari Okada, Masaaki Yuasa, Tetsurou Arakiemoticon-Embarrassment. Para kreator idealis tersebutlah yang menjadi harapan di industri anime, supaya menghasilkan karya yang bermutu dan diakui sebagai media hiburan yang bermartabat di kancah internasional. Karena jujur saja, sepopulernya sub genre isekai, hal ini sama sekali enggak bisa ane banggakan untuk ane bawa ke forum2 diskusi.

Bagaimanapun juga, para kreator dan staffnya masihlah manusia. Butuh makan dan penghasilan. Apalagi tuntutan kerja di jepun ketat banget, khususnya para animator. Jadi udah kayak bukan waktunya lagi untuk memusingkan idealisme, wong dapet gaji aja udah bersyukur.

Quote:

Ane sih kagak masalah dengan fanservice...udah brand mereka itu. Namun kadang mereka enggak baca suasana sih ya. Kelihatan banget fanservice digunakan untuk clickbait supaya orang pada nonton. Itu yang ane enggak suka. Fanservice ada namun masih dalam konteks cerita, it's okay, even I can appreciate that. Tapi kalo asal2an, halah auto drop ntu anime, apalagi kalo desain karakternya jelek, wasted banget mesti fanservice nya.emoticon-Kagets

===========

Menyambut event besar yang akan datang nih, ada Tokyo Olympic 2020 musim depan. Musim ini aja udah diramaikan Haikyuu. Ini bisa jadi momentum yang pas untuk menggerakkan tren baru, yaitu tema sport! Ane tau sih udah banyak cabor yang tercover anime (basket, badminton, soccer, rugby, shogi, karuta, volleyball, baseball, dll), namun bukan anime namanya kalo enggak bisa inovasi. Cabor2 nyeleneh yang enggak ada dan enggak mungkin ada di real life pun ada animenya kok (keijo). So kemungkinan masih ada untuk tren isekai digantikan. Ane sih optimis aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
snailconnection dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Ikutan bandwagon emoticon-Ngakak (S)

Ane sih juga berharap tren ini segera berakhir.

CGDCT sih bagus dengan healing effect nya, namun rata2 anime CGDCT tidak bisa menjangkau semua kalangan usia. Rata2 wibu2 yang baru kenal anime lebih memgharapkan anime dengan cerita intens ketimbang anime nyantai dengan SOL nya. Soalnya ane dulu juga gitu pas baru kenal anime, nonton non non biyori baru beberapa menit langsung ane close emoticon-Ngakak (S)
Tapi pas sekarang ane udah masuk dunia kerja, dan ane coba tonton ulang non non biyori lagi, hasilnya bisa beda 180 derajat. Ane disuguhkan latar pedesaan yang nyantai dengan plot santai yang bikin ane senyum2 sendiri. Mungkin ini bisa ane anggap pelarian ane dari dunia kerja yang syarat penat dan stress.

Oke, kayaknya ane salah pas kanvas kosong. Tapi maksud ane sang penulis bebas membuat karakter senyleneh mungkin dengan cerita seaneh mungkin tanpa terkekang oleh tatanan dunia nyata saat ini. Tapi ya pada akhirnya para penulis lebih memilih stick ke template awal yang sudah teruji merauk banyak cuan & popularitas.

Olimpiade 2020 harusnya sih bakal jadi momentum yang pas untuk genre sport agar naik daun di dekade ini. Tapi apakah itu cukup untuk menggeser kepopuleran isekai yang sudah merekat kuat di komunitasnya? Who knows
Ane sih berharap muncul sub genre2 baru untuk anime sport.

Sport + shounen, udan biasa.
Sport + super power, biasa juga.
Sport + isekai???
profile-picture
profile-picture
profile-picture
llalan26 dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:

Well iya juga. Karena secara demografi yang nonton anime kebanyakan cowo, jadi selera mereka lebih prefer ke aksi. Sedangkan yang berangkat dari SoL termasuk langka. Yah kembali ke selera juga akhirnya. Para normies sih banyak yang udah puas merasakan anime hanya di permukaan saja dan kagak eksplor ke genre lain. Barulah kalo udah berumur, kalo masih stick di anime ada perubahan selera. Itu pun kalo masih nonton anime lho ya karena umumnya kalo dah veteran dah pada males nonton, banyak yg beralih ke hiburan lain.

Quote:


SPORT + CGDCT FOR THE WINemoticon-Selamatemoticon-Perancisemoticon-Kolombiaemoticon-Menang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
llalan26 dan 3 lainnya memberi reputasi
kebanyakan isekai jadi males nonton gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Ya karena mereka kehabisan ide gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Isekai booming menurut ane karena jalan ceritanya yg pendek. Makanya studio berani karena dibuat untuk jangka pendek.
Coba kayak One Piece, Hunter X Hunter, Naruto dan masih banyak anime yg season nya udah wah ampe dibuat side story ketika booming.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Raaiiinnn dan 4 lainnya memberi reputasi
alasan yg sama mengapa anime manga yg berkisah ttg dunia luas begitu laku. jepang sempat tak membuka diri dan memang dr dulu terpisah dr dunia hanya berada di pulau kecil. mereka dr dulu berkeinginan ingin berpetualang bebas ke dunia luar, sehingga khayalan2 mereka ya ttg dunia lain dan itu pasti laku dr dulu. yg skrg kita sebut isekai iti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
llalan26 dan 4 lainnya memberi reputasi
emang paling gampang sih bikin cerita bertema isekai+fantasy, gak susah mikirin konteks cerita macam kesinambungan tiap alur cerita, kedalaman antar development char, keteraturan power leveling (kalo genrenya action) pokoknya gak perlu ribet lah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:

Dipilih2 aja gan, karena nggak semua isekai jelek kok

Quote:

Dan akhirnya mereka daur ulang ide lama yang terbukti sukses

Quote:

Yoi gan, pendek tapi dapet untung gede

Quote:

Nenek moyang mereka bukan pelaut sih gan. emoticon-Ngakak (S)
Intinya mereka pengen kabur dari setting cerita yang jepang banget tanpa ribet, akhirnya muncullah isekai.

Quote:

Gampang + profit gede, siapa sih yang nggak mau?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Semua gara gara kiritod emoticon-Ngakak
Padahal isekai ini bukan genre baru. Digimon adventure sama inuyasha contohnya.
Isekai legend yang jalan ceritanya ga dilirik sama studio jaman sekarang.
Sesuai apa yang TS bilang, masih banyak hal yang bisa di eksplore di genre ini. Tapi pakem dan formula umum yang ada sekarang justru bikin kurang menarik emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
llalan26 dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Semoga tren ini nggak diikuti sama studio-studio papan atas.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
JoJo bukan isekai tapi tetep sukses tuh gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:

Jangan sampe deh studio kayak wit, ufotable, sama madhouse ikut tren kayak gini

Quote:

Jojo mah fanbase udah gede dari manganya, makannya animenya juga sukses
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Kup4s memberi reputasi
kalo mau fanservice mah langsung ke hentai aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Raaiiinnn dan 4 lainnya memberi reputasi
karena imajinasi itu lebih seru ketimbang real life mereka disana emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Gak ngerti sih, habis udah lama gak nonton anime. tapi rasanya tren isekai bakal tumbuh terus emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
NANIIIIIIII
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
isekai itu hampir mirip dunia impan nya penonton, anggaplah kalo ente gamer maka isekai dgn jalan cerita game pasti lebih masuk dlm interest ente.

atau penonton yg kategori orang depresi sama dunia dan manusia maka isekai2 genre yg twisted menarik bagi mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di