CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Jumat, 10 Januari 2020: Mencintai itu Menyakitkan, Kan?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1834278012ae0f74237b91/jumat-10-januari-2020-mencintai-itu-menyakitkan-kan

Jumat, 10 Januari 2020: Mencintai itu Menyakitkan, Kan?

*baca story ini sambil dengerin lagunya Billie ELish ft. Khalid: Lovely"

Setelah sekian lama tidak merasakan apa jatuh cinta, aku memulainya kembali. Tapi, kali ini menyakitkan, sakit yang mungkin terulang seperti beberapa tahun lalu ketika aku menyukai Roni (akan aku ceritakan tentangnya, nanti). Aku hanya takut terjadi lagi, ketika aku sudah tidak mencintainya (lagi), dia datang.

Let's make it simple, guy. Kita belajar dari awal lagi untuk mulai saling mengenal, jalani dulu, apalagi kita sama-sama terluka oleh masa lalu. Tapi tidak semudah itu ternyata. Karena ini soal rasa. Dan aku terlalu egois memaksa rasa. 


Kadangkala cinta pandangan pertama pasti penuh pertanyaan, seperti "nggak mungkin, siapa tau cuma ngefans", "mungkin dia lagi butuh kasih sayang", "mungkin lagi selo aja". Awalnya ini terjadi ketika mau meet up sama temen, di salah satu kedai kopi ter-dabest buatku di Yogyakarta, why? karyawannya super baik banget, harga sangat murah, wifi okayyy, bahkan nggak jarang ngasih tester menu baru walau itungannya aku anak baru. Bukan mau endorse, mungkin kalian bisa cek sendiri KOBESSAH KOPI. Pertama kali banget buat ketemu sama temennya temen (aih) tapi satu almamater, yaa khaaan!!  jadi tidak ada keraguan dia penipu atau tidak (wajar takutlah ya banyak kenal di sosmed gataunya ga bener hm...)

Buat pertama kalinya juga aku kumpul bareng temen cowo setelah sekian purnama nggak mau nongkrong karena lagi suakit hati parah sama mantan, diputusin 3 bulan lalu dia udah tunangan donggasyikkkk :"D

Perjalananku setelah merayakan ulangtahunku sama Rina dan Mas Sigit, dari ambarukmo plaza ke kobessah laaaah, mas sigit izin jemput istrinya dulu dan nantiu nyusul. Di sana aku mau ketemu sama Gio, mahasiswa S2 Kedokteran di salah satu universitas favorit di sini.

Sesampainya di sana, kita ngobrol. Pandanganku tertuju sama temennya yang kusebut Poni Lempar. Wkwkw nama aslinya sih Puguh, anak nganjuk :O entah kenapa akhir-akhir ini selalu punya temen dari jawatimuran tapi mereka asik banget gak paham emoticon-Frown(

Laki-laki itu pendiam, sedang asyik dengan laptopnya. Ternyata dia baru ngerjain tugas akhir yang dadakan banget baru dikerjain, kami bertiga heboh ngobrol sementara sesekali dia melempar senyum padaku. Entah, hati yang begitu kosongnya merasa terisi dengan seyumannya. Mungkinkah ini cinta pandangan pertama?
"Kopi favorit di sini, apa?" tanya Rina sama Gio. Seketika Gio yang duduk disampingku dengan wajah manisnya dan kaca bulatnya itu memanggil salah satu karyawan kedai, bang Didin namanya.
"Loh kok kamu yang bayar? nggak nggaaak," aku menarik tangannya yang sedang mencari uang untuk bayar.
"Murah kok, udah tenang aja". Jawabnya sambil senyum padaku, aku jelas tidak enak karena ku pikir awalnya harganya mahal. Setelah tau uang yang Gio berikan ke Bang Didin senilai 7 ribu rupiah, dan masih kembalian, ternyata harganya sangaaaat murah emoticon-Frown cuma 5ribuan dong. Uang sisanya pun dipakai Gio buat beliin kerupuk, sebagai kado ulangtahunku, "lucu amat ni anak", gumamku.

Hari itu, kami berempat ngopi sampai pagi. Sesekali Gio menegurku karena aku iseng online game  mobile legend :v. Aku mengajak kakakku, wisnu, untuk gabung. Kakak sepupuku yang selalu ada buatku, untuk datang menemaniku.
"Kamu ada yang ngikuti ya, perempuan". Tiba-tiba Gio berkata padaku. Dan aku kaget kenapa dia bisa melihat, nggak taunya bener dia bisa ngerti hal gituan. Jadi takuuut :v

Aku mengiyakan apa perkataanya, dan aku sesekali melihatnya bahwa dia emang orang punya kelebihan dan bukan orang yang biasa. Aku penasaran dengan kehidupanya dan masa lalunya, tapi aku mengabaikan itu semua karena dipikiranku tertuju sama Puguh. entah, laki-laki itu dengan wajah polosnya membuatku penasaran bahkan sampai sekarang..

                                          -------------------------------------------------------------------


Hari, berganti hingga pada akhirnya kami memutuskan bertemu lagi. Janjian di kedai kopi yang kami kunjungi pertama kali dan aku mulai menyukainya. Dengan naik ojek online, aku menyusulnya karena awalnya kami janjian dan menepati janjiku pada Gio untuk membantu Puguh mengerjakan skripsinya, aku skip sehari karena aku ahrus pulang ke rumah yang di pojok daratan provinsi ini wwkw

Baru 10 menit aku sampai, Puguh mengajakku pulang duluan karena mau kejar skripsinya dan maketnya, karena paginya dia harus sidang. Sesampainya di kosan, banyak teman-temannya yang datang dan aku happy banget karena dia anak baik menurutku, semoga feeling  ini tidak salah.

Selama mengerjakan tugas akhir dan maket, kami bersendau gurau, dia menceritakan beberapa masa lalunya yang tak lain dia juga habis putus dengan kekasihnya, sama-sama anak nganjuk.

"Coba lihat di poster itu," tunjuknya pada poster aktris yang tak lain JENNIFER LOPEZ dengan ukuran 2meter x 1 meter itu.

"kamu bisa baca?," imbuhnya. Ku pandangi poster itu yang ternyata ada tulisan arab di situ. "Ini apa bacanya,". tanyaku padanya. "ketenangan". jawabnya sambil tertawa kecil. Candanya membuat hatiku sangat nyaman, entah. "apa sih yang bener dong,' cubitku. "itu kenyamanan,". Jawabnya dengan bercanda lagi. Dia menatapku lama, dan aku mengalihkan dengan membuka camilan Roma Tiramisu yang kubawa sambil aku menata miniatur pohon yang aku bawa untuknya.

Aku sesekali mengingat dan mencari bacaan ayat tersebut, tapi entahlah sampai sekarang aku pun tidak ingat. Seandainya aku bisa menulis segala sesuatu yang ada di memoriku, mungkin akan lebih rapi. Tapi memori ini perlahan terganti dengan duka hati.

                                                        -----------------------------

Pemberianku mawar gold yang kuselipkan rokok favoritnya dan foto dirinya, ucapan agar semangat, mungkin pemberian terakhirku untuknya. Karena ternyata dia menyukai orang lain, perempuan Kalimantan. Pantas saja dia ingin kerja di sana, rasanya seperti diterpa angin begitu kencang.

Sepanjang perjalananku, lagu "Kina -  Can We Kiss Forever"  jadi favoritku, karena ini lagu pertama yang ia dengarkan denganku, di sepanjang perjalanan aku mengikutinya ke kampus untuk sidang.  Too stupid fallin' in love speedy. 

hingga pada akhirnya hari ini aku berusaha untuk melepasnya dari hati, aku tak tahu dan tak peduli masa lalunya, karena mungkin benar, cinta itu tak bersyarat.


cinta itu misteri yang kadang hitam dan putih
Lihat 1 balasan

Sabtu, 11 Januari 2020 #KobessahKopi - Cewek Ngomong Cinta Duluan?

"Aku selalu ndengerin #Kina - Can We Kiss Forever setiap nulis story tentang dia, entah. Bahkan cari yang bisa sejaman di youtube wkw " emoticon-rose

Seperti biasa, hari ini aku ada acara kerjaan yaitu jadi tukang dekor, usaha yang baru aku rintis bersama teman kecilku, gendud. Agenda hari ini ada dekor di Grand Sarilla Hotel, Yogyakarta! First time banget  dekor di hotel. Kayak seakan proyek gede gitu. Padahal yo enggak

 "Kita mau kemana, nih? nungguin 4 jam-an lama juga eee, jadi ragi aku nanti". tanyaku pada gendud yang asik nyetories hasil dekor yang ternyata lumayan wow  walau lowbudget. Start dekor dari jam 11 sampai harus cari material kemana-mana dulu karena nggak tega banget dekor di hotel tapi standing announcement klien pake papan tulis, berasa SD pindah hotel nanti walo klien yang minta gitu karena dia lowbudget. Huhu..

"Eh ke tempat ngopimu sama puguh aja, sama gio, apa sih namanya lupa. Sah?", saurnya. 

"Kobessah -_____________________-", imbuhku.

"Nah iya, ayo ke sana wae". jawab gendud sambil nyiapin berkas buat nagih uang ke klien.

Sambil mengemasi barang-barang setelah dekor, aku dan gendud pada akhirnya  memutuskan buat ke Kobessah Kopi. Di dalam hati udah bayangin nanti mau makan enak, biar ada manis-manisnya hasil kerja kita.

Sesampai di Kobessah yang harus muter dulu karena susah cari puteran di area terminal concat yang sangat padet, seperti biasa, aku selalu pesan cokelat original dengan harga 13k. Ekspetasi berubah, akhirnya nyobain rawonnya.

Sesampainya di sana, aku juga masih chattingsama dia karena mau janjian sama Puguh, dia mau nyusulin jam 2 setelah mandi. Karena dia semalaman habis begadang ngerjain DED-nya yang masih harus revisi. Nanti dia juga ada agenda buat jemput ayahnya, karena baru plesir sama temen kantor (pak e carik neng nganjuk rek). Katanya, pak e nggak suka buat tidur hotel, lebih suka tidur bareng-bareng sama anaknya apa keluarga, wow banget orangtua jaman old di era sekarang yang tidak egois, kayak familybangettt. Mauu banget ada mertua kek gitu emoticon-Frown beda sama orangtuaku yang masih ego-oriented.

Selama chat, dia masih selalu saja memberikan uluran tangan bantuan buat lepas dekor, dan aku takut baper :" tapi aku mikir, mungkin lah ya dia mau balas budi karena aku bantuin dia nyelesain maket. Tapi aku takut banget sama perasaan ini.

Perasaanku dari awal sampai sana udah deg-degan gakkaruan, bingung memulai pembahasan apa kalo dia udah dateng nanti. Nih ya guys, bener banget kalo emang uda baper dan minder jadi satu tuh kayak jus sirsak campur kopi, bikin mules. Bingung buat bersikap biasa aja.

Waktu berlari, dari jam 12 sampai jam 2 aku nungguin dia dateng, dan aku kepikiran kayak rasanya mungkin gak sih kalo cewe nembak duluan? mungkin nggak sih? aneh gak sih? Tapi baru kenal semingguan mungkin rada aneh, cuman nggak bisa diteba gitulah rasa. Aneh bin ajaib!

Waktu mulai marathon, sambil wifian gratis aku menulis ini, dan udah menunjukkan pukul 14.13, dan kamu juga belum dateng, udah mulai resah banget rasanya, pengen banget ngenalin kamu ke sahabat terdekat aku tapi kok rasanya bukan hal yang mudah ya, karena aku coba telepon kamu, tapi nggak kamu angkat emoticon-Frown

Dan sekarang udah 14.28 rasanya kayak sudah satu abad buat nunggu. Kok gelisah banget ya ampun, jatuh cinta yang menyebalkan :" menunggu itu membosankan banget.

Hingga pada akhirnya, ada mobil parkir xenia item dengan velg (yang sebenarnya gak nyambung kamu mas kalo pasang semacam velg VR Racing buat Xenia, tapi ya gak papalah kamu kan unik makanya aku suka wkw). Udah pukul 16.48 dan bodohnya aku masih saja menunggu, supaya aku bisa ngenalin kamu ke sahabat baikku. 

"Hey, dah lama nunggunya ya? Maaf ya aku tadi ketiduran lagi,". Puguh nyamperin aku setelah menaruh tasnya ke kursi yang cukup luas karena dia mau ngurusin DEDnya, anak arsi pasti tau. Hehe.

"Iya nggak papa, tapi aku abis ini balik mau bongkar dekor"

"Mau dibantuin gak? Ayok aku bantu"

"Hehe nggak usah, kan kamu ada agenda"

"Cuma DED doang, nggak papa yuklah aku bantuin"

"Eh kenalin, best friend, gendud"

Dia kemudian duduk di sampingku, dan kita ngobrol. Rasanya seneng banget aku sesekali melihatnya di pantulan layar HP. Tiba-tiba ada chat masuk di HP, kagetlah sumpah itu gendut !!! Yang duduk di depanku asem kan.. untung gak baca dia.

Kenal lebih jauh dulu wae. Cowok ganteng = okeh loro atine emoticon-Winkemoticon-Wink pengalaman wae indi, playboy to emoticon-Wowcantik selama ini kan mantanmu manis-manis, sek putih tinggi ganteng kan indi, liyane durung ono. tatag ke sek, memang lebih baik dicintai tapi sangat sangat baik sama-sama mencintai.

Sedih aku tu auto ditolak iki kayake aku, gupuh pisan emoticon-Frown 


Sepulangnya, sekitar pukul 17.00 baru beberapa saat kita bertemu, aku harus balik ke hotel buat lepas dekor. Rasa yang campur aduk menerpaku ketika aku sampai mobil, dan disitu aku merasakan bahwa, aku harus bilang.

Hampir 15 menit aku mengumpulkan rasaku, dan akhirnya aku beranikan diri buat telepon dia. Memang, terlalu cepat aku mengatakan ini. sih.

"Ndud yakinki aku telepon ambek dia?"

"Mending toktelepon to kon moro, nah engko aku pura2 neng toilet".

"Lha wediaku ki, mesti langsung auto tolak wong ra wajar kecepeten, kenal lagi tanggal piro".

"Wis ndangngomong daripada ra ngomong blas malah mung getun".

"Yoh, oke. Kudu jajal. Kan gurngomong ya udu ditembak"

Dan akhirnya aku meneleponnya dengan rasa yang campur aduk, dan diangkaat !!!

"Halo, ada apa Jenny?". Jawabnya lembut.

"Mas, masak aku suka sama pean to," dan dia pun hanya tertawa. Aku semakin bingung dengan rasa ini, "hehe sorry mas, yauda yah gitu aja". Jawabku langsung matiin telepon dan pergi dari parkiran. Setibanya di perempatan Gejayan, ada pesan masuk dari dia. Udah pasti sih ditolak, tulul banget baru kenal kok udah bilang suka. Halu bener dah aku ini.

Hehehe kan baru kenal masak udah seneng, kan belum terlalu tau tentang aku. Tapi Makasih ya udah sama aku. Maaf ya, mungkin saat ini kita lebih ke temenan aja ya, ak masih pengen fokus skripsi. Makasih

Setelah baca itu, rasanya di perjalananku menuju kantor hancur, kayak baru kali ini aja keruntuhan bangunan. Mungkin karena dia terlalu sempurna juga, ganteng, putih, tinggi. Apalah aku cuma item kan, modal tinggi doang emoticon-Smiliebukan siapa-siapa dan aku mulai sadar diri untuk tidak terlalu berharap lebih.

"Uwis rasah galau, koyo Yoga Arizona kae lho. Buah salak buah kedondong, cinta ditolak cari yang lain dong". 

" Tapi embuh lah ndud ancen roso ki wagu, aku nggak nyaman dengan kondisi seperti ini"

" Setel kalem, nek kancanan ya kancanan wae rasah koyo cah cilik terus ra gelem ngopi bareng atau apa, bersikap biasa wae rapopo, kancanan sek. Sing pacaran suwe iso kandas, sing lagi kenal iso dadi boojo, rasah sedih"

Sepanjang perjalanan gendud ngehibur aku tapi tetep aja ngga sih guys, yang kalian butuhin kayak bener-bener buat rebahan. Udah dulu ya, nggalau dulu. Nanti nulis lagi. Wkwk mwaah


Jumat, 10 Januari 2020: Mencintai itu Menyakitkan, Kan?
Diubah oleh chalovegood

Minggu, 12 Januari 2020 - Memulai tanpa Liat Last Seen. Matiin !

Tapi tetep aja, bangun tidur langsung cek foto profilmu emoticon-Frownpiye sih jadi orang gak jelas banget emang, huhu.

Iseng aku nanya ke kamu, memberanikan diri buat bersikap biasa aja tanpa rasa yang luar biasa. Pesan terkirim dan langsung reply

udah ku tanyain sama bapak tapi bapak gak terlalu paham soal gituan, wkwk

 

tau ngga, aku iseng nanya gimana kalo watak dan perilaku weton Senin *pip*. wkwk basa - basi yang sangat aneh memang. Tapi karena dia pernah cerita kalo bapaknya mudeng kejawen, dari hal yang diimpiin dan segala macamnya. Bangun tidur, aku langsung dapat pesan juga dari Tono, alumnus Universitas Brawijaya yang berawal kenal dari instagram, yang katanya dia memang suka sama aku. Rasanya sama, aku suka sama Puguh saat pertama ketemu, kalo dia pas pertama liat foto instagram. Tapi aku sampai saat ini juga gak ada rasa apa-apa sama dia seperhatian apapun, mungkin itu juga yang dirasakan Puguh terhadapku. Emang ya, dunia tidak bisa ditebak rasa dan jalannya ke arah mana.


Masih dengan rasa yang sama, kemarin aku habis ngeprint fot puguh, ayah, aku dan akhirnya aku tempel di meja kerjaku. Berasa masang duri di diri sendiri. Padahal mau bersikap dan mencoba menghapus rasa suka sama orang, tapi susah. Yaudahlah ya anggap aja sebagai pengusir nyamuk juga. Next aku nulis pake foto deh biar greget

Selasa, 14 Januari 2020: Mencoba Dg Perasaan Biasa Aja

Seharian nemenin Teh Riri ke salon buat spa, alias sekalian ngurusin utangku sama teteh karena uda ngasih kado spesial di hari ulang tahunku. Dari spa di Flaurent, main ke Galeria buat ngobrol, dan finally aku ke #KobessahKopi malamnya setelah ketemu sama Bang Jemmes (katingku dari fakultas peternakan yang ternyata underground punya usaha gede banget di manajer investasi)

Pada akhirnya, aku ketemu lagi dengan Puguh. Sebenarnya hati uda bersikap biasa aja tapi masih ada salting-saltingnya gitu karena mungkin masih berasa bagaimana gitu. Iya bayangin aja ketika kamu berada dalam 1 situasi dengan rasa masih kayak adukan semen holcim, dengan kondisi hati kamu yang kesleo karena salah harap. Apalagi berharap agar dia nanti bisa sayang sama kamu. Tapi, kayaknya dia lebih ke wanita dengan fisik yang super oke. Tapi yaudahlah ya.

Seru banget di Kobessah bisa kenal temen temen-temen Gio yang lain, ada adek sepupunya juga, sama temen e yang namanya Lanange Jagad. Bahkan masih aja jadi bahan olok-olokkan gitu sama si ubay

Pulang dari kobessah, puguh berniat nganterin pulang. Bahkan seakan naksa gitu dan dengan saltingnya aku berusaha pengen turun, karena hati uda kelewat nggak nyaman sih.

Sepanjang perjalanan dg perasaan sbg teman biasa ala-ala, melewati malamnya kota jogja, dan yang kemudian saling melempar tawa, garis senyumnya selalu saja memaksa buat jatuh cinta.

Konyol emang mas, baru beberapa kali ketemu. Tapi itulah rasa, tak dapat ditebak apa maunya hati. Makanya aku berusaha mengikhlaskanmu.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi
Chat dari puguh emoticon-Cape deeehh dia minta maaf sama aku karena hati dia masih di nayla walo nayla gasuka sama dia. Dan dia malah tanya ke aku coba supaya ngilangin rasa itu bagaimana. Lah tululnya minta ampun emoticon-Frown

Wes jal perasaanmu tambah kayak remahan regal dikasih puding beras kencur kan?? Ambyar subhanallah. Mana tanya sama aku saking polosnya, kamu suka sama aku kenapa.

Iya aku jawab aku suka dia karena tanggungjawabnya. Dan dia nanya aku kan gatau masalalunya gimana lah apalah. Tapi aku kan masa bodoh dengan masa lalunya. Aku enggak peduli. Sudah khatam aku. Aku lanjut besok ya, uda jam 3 nih mau tidur dulu cinderella.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di