CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Dampak Negatif Terhadap Rangking!!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1586196df231581e3956fd/dampak-negatif-terhadap-rangking

Dampak Negatif Terhadap Rangking!!

Dampak Negatif Terhadap Rangking!!
Ada beberapa dampak yang diterima oleh anak saat orang tua menuntut ranking terbaik anaknya.


1. Tidak percaya diri

Akibat disbanding-bandingkan, anak menjadi tidak percaya diri. Dia tidak bangga lagi dengan kemampuan dan kecerdasan yang ia miliki. Ia akan berkiblat dengan orang yang disebut-sebut baik oleh orang tuanya. Sehingga dia tidak menjadi diri sendiri. Dia akan menjadi orang lain. Hal ini pula mengakibatkan anak pernah percaya diri dengan hasil yang ia peroleh dan tidak cepat merasa puas. Tidak cepat merasa puas akan baik jika positif, namun jika hal itu diakibatkan karena ingin mencontoh dan ingin lebih baik dengan orang yang dibandingkan dengan dirinya, hal ini menjadi seperti sebuah dendam tersendiri dalam diri anak.

2. Anak terbebani tuntutan orang tua

Anak belajar (dalam hal ini pendidikan di sekolah) seperti dibebani dengan tanggung jawab yang sangat berat. Anak tidak enjoy dengan proses belajarnya. Baginya, menyenangkan orang tuanya lebih membahagiakan baginya. Hanya sekadar mendapat pujian ketika rankingnya berada di peringkat tiga besar. Anak sudah tidak bisa menikmati proses demi proses perkembangan psikologisnya maupun perkembangan berpikir mulai dari anak hingga menjadi remaja, dan dewasa. Dia akan menjadi anak penurut terhadap orang tuanya dengan ikut bermacam-macam les demi kepuasan orang tuanya. Hal ini akan berakibat fatal, sebab dia bisa berlaku kurang baik di luar rumah.

3. Anak merasa dibanding-bandingkan

Orang tua menganggap anak seperti robot yang tak punya perasaan. Tanpa disadari orang tua membanding-bandingkan anaknya dengan kemampuan orang lain. Baik itu dengan saudaranya sendiri maupun dengan anak tetangga, teman, dan bisa jadi dibandingkan dengan teman-teman satu sekolah. Anak menjadi merasa dibanding-bandingkan. Bahwa kemampuannya tak lebih baik dari orang lain.

4. Mencari Pelampiasan di luar Rumah

Saat anak seperti berada di penjara, saat di rumah sendiri akibat dari tuntutan orang tua, akan mengakibatkan hal tak terduga di luar rumah. Hal yang mungkin terjadi, anak tak mampu bersosialisasi dengan baik dengan teman-temannya. Di antara teman-temannya dia akan menjadi orang yang memaksakan kehendaknya. Ingin menang sendiri dan tak mau tersaingi teman yang lain. Saat merasa disaingi dia akan berbuat nekad demi dirinya sendiri, bahwa dia harus menjadi yang terbaik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muthialaqilah dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Ini nih yg harusnya dipahami setiap orang tua. Bahwa ranking di kelas itu bukan sekalanya. Kasian ke perkembangan anak nantinya
Lihat 1 balasan
ranking kan cuma diakademik, jika anaknya berpotensi yg non-akademik kurang diperhatikan
bener nih ranking bukan segalanya. yg penting orang tua tau bakat anaknya apa dan dikembangkan. siapa tahu bisa jd bekal anak di masa depan...
Gw ga peduli ranking , gw ranking 30 bodo amat emoticon-Marah , yg penting wawasan gw seluas langit .
Quote:


Quote:


Quote:


sepakat nih aneee... ketiga opini agan-agan ini saling berkesinambungan banget.... karena sejauh ini penilaian sekolah dan ranking terpaku pada mata pelajaran tertentu padahal gak semua anak memiliki kecerdasan yang sama....
profile-picture
lalalay memberi reputasi
setujuh.. setau ane denger denger sistem ranking bakal dihapus nih sama pak nadim
Quote:


iya.. dulu jaman ane SMA yang jago seni pada dipandang ga pinter soalnya rank akademiknya ga bagus
profile-picture
lalalay memberi reputasi
bener bgt.. ranking bukan jaminan siapa yg paling tinggi dia yg terpintar.. krn pintar itu bukan berarti harus menguasai smua pelajaran yg ada..
Ranking tidak penting menurut ane.
gue dari kecil kebiasaan dengan sistem ranking, ya waktu itu kurikulumnya begitu sih ya di sekolah

tapi dampak ke gue malah oke, gue merasa bisa mengukur kemampuan ada ada sebuah pencapaian ketika ranking naik, ini pendapat aja sih ya
Quote:


nah ini kadang yg sering dilupain para ortu diluar sana. Mindset para ortu emg udh terlanjur mendewakan ranking, giliran ada anak yg gak dpt ranking lgsg dijudge sbg anak yg gak pinter. Pdhl kecerdasan anak gabisa cm diukur dr akademiknya doang yak. Nonakademik pun jg pntng. Sejatinya ranking jg menunjukkan prestise sih
Diubah oleh siangpenat
Quote:


nah ini positifnya gan, dan ane dulu jg begitu. Ranking itu sbg alat pengukur dan evaluasi diri. Tp mnrt ane jg gabisa diliat dr segi itu aja, beda lg sm anak yg emg akademiknya dibawah rata2 apalagi minderan. Itu hal yg sgt berat utk diterima, mau ngejar gak mampu, gak sanggup ngejar dikatain sm tmen, didesak jg sm ortu. Kasihan mentalnya
Quote:


Nah iya gan bener, kalau emang anaknya bakat di seni ya masa nilai kimianya harus 100? Matematika 100? Kan enggak juga, kasian ke anak, kasian bakat terpenamnya juga
Quote:


Nah iya, kadang rangking cuma dijadiin bahan pamer orang tua. Ini yg harusnya diubah. Padahal kalau ortu udah tau potensi anak, bakal lebih gampang ngembangin bakatnya
ranking semakin besar semakin baik, mmr saya 6000
sekolah skrg masih pakai rangking kah??
Quote:


lebih susah jg sih mnrt ane, karna kebanyakan sekolah jg mentingin akademiknya. Mending klo udh smp ato sma ya itu udh banyak penunjang nonakademiknya. Beda lg klo masih sd yg dipentingin cm akademiknya doang, karna emg dr sekolahnya sndiri gak menunjang nonakademiknya utk dikembangin lg
Lihat 1 balasan
Quote:


masih gan, tp biasanya yg diranking rata2 cm 5 besar ato 10 besar teratas. Selebihnya engga
bener nih, kadang anak gapercaya diri karena sering dibanding2in, siapatau aja anaknya malah pinter di non akademik? orangtua mestinya selalu mendukung apapun yg dihasilkan sang anak imo
o'ooowww ada benarnya juga yeesss..... jadi memang semua hal ada sisi positif dan negatifnya yeesss.... baiknya diambil baiknyaaa dan dijadikan bahan evaluasi dari sisi buruknyaaaa
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di