CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e11db4fa2d1957b5b433fd0/mereaksikan-kamu-dan-aku-menjadi-kita

Reaksi Hati

Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 7
Quote:


Semoga kita semua sehat selalu. Suasana memang baru tidak menyenangkan, semoga cepat selesai pandemi ini.
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Lapak sebelah yang cerita fantasy udah update.
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lori mulai post lagi cerita horor bisik kematian. Udah ga digembok lagi ya. Ini linknya (New) Bisik Kematian

Atau bisa klik gambar ini
Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita

Hiatus

Mohon maaf karena belum bisa melanjutkan cerita di kaskus karena Lori update 3 cerita on going setiap hari. Kalau mau baca cerita ini bisa cek di instagram Galeri_lori.
Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita


Edit by Canva

Reaksi Hati

Judul cerita akan berubah dari "Mereaksikan Aku dan Kamu Menjadi Kita" menjadi "Reaksi Hati"

Cerita ini akan mulai update lagi ya.
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan

Reaksi Hati

Ada event nih buat pembaca. Yuk ikutan dukung Elok dari Reaksi Hati, dengan cara :

Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
profile-picture
jiyanq memberi reputasi

Reaksi Hati

Berubah



Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
Gambar by : IztaLorie
Edit : Ibis Paint


"Selamat sore, Om. Saya Elang, salam kenal."

Mata Elok membulat ketika mendengar suara ramah yang keluar dari mulut Elang. Dia bertemu pandang dengan Rindu dan sama-sama mengangkat bahu.

Katanya Elang sudah tidak lagi mau berhubungan dengan Jesi? Namun gerak tubuhnya saat ini berbeda. Perasaan Elok jadi nggak enak.

"Pacarmu tampan dan sopan. Lusa Papa pulang, ajak Elang makan malam bersama kita. Ada sesuatu untuk dia juga. Jangan lupa berbelanja bersama Elang."

"Siap, Pah!" seru Jesi dengan sikap manja.

Setelah menutup panggilan, Jesi tanpa basa basi menarik tangan Elang. Cowok itu juga tidak terlihat keberatan.

"Aku duluan ya, Lok. Nanti kuhubungi," ucap Elang sebelum mengikuti Jesi.

Cewek ular itu sempat menoleh, hanya untuk memamerkan senyum kemenangan yang terlihat licik. Perut Elok seperti kena tonjok melihat kepergian mereka.

"Lok, Lok, kamu nggak apa-apa?"

Tubuh Elok bergoyang mengikuti arah tangan Rindu yang ada di kedua bahunya. Otak terasa membeku hingga tak bisa berpikir.

"Lok, jangan gini dong. Kita ikuti mereka aja yuk," ajak Rindu dengan suara bergetar.

"Aku pulang aja, Ndu."

Elok meninggalkan kantin dengan langkah sekaku zombie. Dia hanya harus nunggu kabar dari Elang. Langkah Elok dihentikan oleh Rindu yang menghadang di depannya.

"Kamu pulang naik apa? Sama siapa? Bukannya mau pulang sama Elang?"

Kedua bahu Elok terangkat dengan lemah. Haruskah dia tetap menunggu Elang di sini?

"Jangan bodoh! Nggak ada gunanya kamu nungguin Elang. Dia sudah pergi mengikuti cewek ular itu. Lebih baik kamu pulang sama aku saja," ucap Rindu yang menggandeng tangan Elok.

Butir air mata mengalir di pipi Elok. Teman dekatny ini memang paling bisa membaca isi hati. Sepertinya memang dia harus pulang dengan Rindu saja. Mengurangi resiko terdampar di bagian kota lain gara-gara pikiran kosong.

Pada akhirnya, Rindu benar-benar mengantar Elok sampai ke rumah. Padahal harusnya Rindu turun duluan dari angkot.

Sepanjang malam, Elok terus menerus mengecek gawai. Menunggu pesan atau panggilan dari Elang, tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda cowok itu akan memberi kabar.

...

Mohon maaf harus dipotong sampai sini. Cerita ini dalam tahap revisi untuk buku cetak. Silakan kunjungi instagram Galeri_lori untuk informasi selanjutnya. Terima kasih sudah setia membaca Reaksi Hati.

...






Indeks cerita dapat di klik di sini.

Btw, Lori kan ada rencana cetak cerita ini lewat event Samudera Printing. Nah, Samudera Printing ini ngadain Giveaway lho. Yuk ikutan. Kali aja kamu yang menang.


Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Diubah oleh IztaLorie
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan

Reaksi Hati

Lepas Kendali



Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
Gambar by : IztaLorie
Edit : Ibis Paint


"Lang," panggil Elok dengan lirih ketika menemukan cowok itu berdiri kaku di belakang Fahmi.

Dengan cepat Fahmi berdiri menghadap Elang. Jemarinya merenggut kerah baju Elang.

"Apa kamu tidak bisa memperlakukan pacarmu dengan lebih baik? Jangan jadi cowok brengsek dan lepaskan dia," sembur Fahmi dengan sinis.

"Dan membiarkan dia bersamamu? Pergilah ke neraka!" seru Elang yang menepis tangan Fahmi.

Mata Elok membulat demi mendengar umpatan itu keluar dari bibir Elang. Tidak pernah cowok itu sekasar ini.

"Kamu masih berani berdiri di sebelahku sebagai sahabat ketika kamu melakukan kesalahan yang sama dua kali? Apakah Jesi tidak cukup bagimu sampai harus merebut Elok dariku?"

Jantung Elok terasa diremas, bukan karena mendengar tentang pengkhianatan Fahmi, melainkan karena Elang menunjukkan kepedulian terhadap Jesi. Apakah cowok itu masih cinta pada Jesi hingga mendendam dengan Fahmi? Jangan-jangan dirinya juga masuk dalam aksi balas dendam ini?

"Ada apa ini? Semuanya kembali ke tempat masing-masing. Kita mulai materinya!" seru Pak Setyo yang sudah berdiri di depan kelas.

Kedua orang itu berpisah di arah yang berbeda. Mereka seolah lupa dengan keberadaan Elok yang ditinggalkan di belakang.

"Ada apa dengan mereka berdua? Apa Elang putus dengan Jesi gara-gara Fahmi? Kenapa sih kehidupan cintamu rumit gini, Lok?" tanya Hera bertubi-tubi.

Namun, hanya Rindu yang ternyata memahami perasaan Elok. Cewek itu menepuk bahu Elok dengan perlahan kemudian membantu duduk.

Pikiran Elok sendiri malah semakin kosong. Dia sama sekali tidak bisa menyerap materi kuliah yang diberikan oleh Pak Setyo. Begitu juga keadaannya selama praktek. Dia hanya melakukan rutinitas tanpa banyak berpikir.

Anehnya, Elang seolah juga tenggelam dalam dunia yang berbeda. Mereka berdua tidak saling menyapa atau pun berdiskusi. Keadaan ini kembali seperti sebelum mereka menjadi parter.

Selesai praktek, Elok mencoba berbicara dengan Elang. Namun, cowok itu tidak menanggapi.

"Lang, apa kamu tidak akan menjelaskan situasi ini?"

Elok menarik Elang ke tangga yang menuju ke atas. Pandangan mata Elok sudah mengunci mata Elang. Sudah tidak lagi bisa bersabar karena setengah mati ingin tahu apa yang sedang disembunyikan oleh pacarnya.

"Waktunya tidak tepat. Hari ini aku ada janji nganterin Jesi buat beli sesuatu. Nanti aku kirim pesan kalau sudah sampai rumah," ucap Elang yang terburu-buru menuruni tangga.

...

Mohon maaf harus dipotong sampai sini. Cerita ini dalam tahap revisi untuk buku cetak. Silakan kunjungi instagram Galeri_lori untuk informasi selanjutnya. Terima kasih sudah setia membaca Reaksi Hati.

...





Indeks cerita dapat di klik di sini.

Btw, Lori kan ada rencana cetak cerita ini lewat event Samudera Printing. Nah, Samudera Printing ini ngadain Giveaway lho. Yuk ikutan. Kali aja kamu yang menang.


Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan 69banditos memberi reputasi
Diubah oleh IztaLorie
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Baru sadar kalau selama ini sudah salah nempel link indeks cerita. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Link indeks di tiap part sudah diperbaharui ya.
profile-picture
69banditos memberi reputasi

Reaksi Hati

Hati ke Hati



Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
Gambar by : IztaLorie
Edit : Ibis Paint


"Kenapa diam?" Tangan Elok bersedekap ketika membelakanginya Elang.

"Kenapa kamu nggak mau jawab?" tanya Elok dengan nada ketus.

Betapa terkejutnya Elok ketika kembali membalikkan tubuh dan menemukan Elang hanya menatapnya saja.

"Kenapa malah senyum-senyum? Elang nyebelin!" Suara Elok makin lama makin naik hingga akhirnya menjerit.

"Kamu cemburu sama Jesi?" Senyum lebar menghiasi wajah Elang.

Elok melirik Elang. Bisa-bisa cowok itu menanyakan hal yang sudah jelas.

"Aku sudah bilang kalau nggak ada hubungan lagi sama Jesi. Soal Fahmi dan Jesi, aku bisa jelaskan. Lebih baik kita duduk, karena ceritanya panjang."

Elang menuntun Elok ke kursi terdekat, kemudian membantunya duduk. Setelah itu Elang duduk di seberangnya.

"Jadi?" tagih Elok setelah menunggu selama beberapa menit dalam keheningan.

...

Mohon maaf harus dipotong sampai sini. Cerita ini dalam tahap revisi untuk buku cetak. Silakan kunjungi instagram Galeri_lori untuk informasi selanjutnya. Terima kasih sudah setia membaca Reaksi Hati.

...


Indeks cerita dapat di klik di sini.

Btw, Lori kan ada rencana cetak cerita ini lewat event Samudera Printing. Nah, Samudera Printing ini ngadain Giveaway lho. Yuk ikutan. Kali aja kamu yang menang.


Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita


profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Diubah oleh IztaLorie
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan

Reaksi Hati

Rencana Elang dan Jesi



Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita

Gambar by : IztaLorie

Edit : Ibis Paint


...

"Om, apa kabar? Lama nggak bertemu," sapa Elang yang sudah balik badan untuk menghadapi orang tua Elok.

"Sudah malam, sebaiknya kamu pulang," usir ayah Elok dengan terus terang.

"Baik, Om, Tante. Saya pamit dulu."

Elang pun menghampiri keduanya untuk berjabat tangan. Namun, ayah Elok malah beranjak ke dekat pintu, menanti dirinya keluar dari rumah.

Suara pintu yang dikunci setelah Elang melangkah keluar membuat Elok membelalak. Belum pernah Ayah bersikap sekeras itu sebelumnya.

"Ayah kok gitu sih? Bukannya Ayah sudah lama tidak bertemu dengan Elang?"

"Ya, gitu deh kalau orang baru cemburu. Ayahmu itu belum siap menyerahkanmu pada cowok lain," sindir Bunda yang melangkah ke ruang keluarga.

"Kalau udah seperti ini, Bunda pasti dicuekin deh," lanjut Bunda yang menjauh dengan memamerkan goyang pinggul.

"Nggak gitu, Bun. Ayah tetap cinta sama Bunda. Elok itu masih kecil, jadi belum waktunya berpacaran," ucap Ayah yang langsung paham kalau istrinya sedang merajuk.

"Terus, Elok boleh pacaran kalau umur berapa?" teriak Elok sambil berjinjit karena kedua orang tuanya sudah masuk ke kamar.

...

Mohon maaf harus dipotong sampai sini. Cerita ini dalam tahap revisi untuk buku cetak. Silakan kunjungi instagram Galeri_lori untuk informasi selanjutnya. Terima kasih sudah setia membaca Reaksi Hati.

...



...



Indeks cerita dapat di klik di sini.

Btw, Lori kan ada rencana cetak cerita ini lewat event Samudera Printing. Nah, Samudera Printing ini ngadain Giveaway lho. Yuk ikutan. Kali aja kamu yang menang. Jangan lupa share informasi ini ya.

Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Diubah oleh IztaLorie
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Sebenarnya sudah dari sore mau update cerita Reaksi Hati, tapi dasar gaptek. Lori bingung gimana caranya post dengan tampilan web 😅
Akhirnya nunggu bisa online pakai hp baru bisa update.

Ngomong-ngomong, bagaimana kabar kalian. Sehat-sehat semua kan? Lori harap kalian taat dengan prokes mengingat kondisi sekarang. Terdapat lonjakan kasus Covid. Gimana dengan kondisi di daerah kalian? Salam sehat selalu

Reaksi Hati

Mengenalimu



Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita

Gambar by : IztaLorie

Edit : Ibis Paint


"Lalu aku harus percaya sama kamu?" balas Elok yang menepiskan tangan Fahmi.

"Apa kamu baik sama aku gara-gara mau balas dendam ke Elang? Teman baik macam apa yang senang dengan kehancuran sahabatnya?" lanjut Elok dengan nada tajam.

Fahmi bersedekap lalu memindai Elok dari ujung kaki hingga berhenti di wajah. "Aku benar-benar tidak mengenalimu sekarang. Kamu udah diracuni Elang hingga menentangku."

"Ternyata aku juga tidak mengenalmu dengan baik. Sikapmu ketika tidak ada Elang sangat berbeda ketika ada dirinya. Apa ini wajahmu yang sebenarnya?" Jari telunjuk Elok terarah pada Fahmi.

"Terserahlah, pokoknya aku sudah memperingatkanmu tentang Elang. Kalau nantinya kamu patah hati, datanglah padaku. Aku akan menghiburmu," ucap Fahmi sebelum meninggalkan Elok.

...

Mohon maaf harus dipotong sampai sini. Cerita ini dalam tahap revisi untuk buku cetak. Silakan kunjungi instagram Galeri_lori untuk informasi selanjutnya. Terima kasih sudah setia membaca Reaksi Hati.

...




...

Indeks cerita dapat di klik di sini.

Btw, Lori kan ada rencana cetak cerita ini lewat event Samudera Printing. Nah, Samudera Printing ini ngadain Giveaway lho. Yuk ikutan. Kali aja kamu yang menang. Jangan lupa share informasi ini ya.

Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Diubah oleh IztaLorie
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan

Reaksi Hati

Calon Besan



Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita

Gambar by : IztaLorie

Edit : Ibis Paint


Elok beringsut mendekati Mas Bagus kemudian duduk di sebelahnya. Suara helaan napas Ayah terdengar berat, hingga membuat Elok jadi gelisah. Jarang-jarang beliau mengumpulkan seluruh anggota keluarga untuk berbicara. Biasanya yang lain sibuk dengan kegiatan masing-masing.

"Nanti malam kita ada acara makan malam dengan keluarga calon besannya Ayah. Ayah dan Bunda mohon agar kalian berpakaian formal dan rapi. Jangan sampai membuat malu."

Ucapan Ayah membuat dahi Elok berkerut. Tanpa dikomando, Elok dan Mas Bagus saling pandang lalu angkat bahu secara bersamaan.

"Calon besan? Siapa maksud Ayah? Bagus saja udah putus," ucap Mas Bagus mewakili Elok yang sedari tadi menyikutnya.

"Nggak usah banyak tanya, nanti kalian juga akan tahu," lanjut Ayah dengan mata berkaca-kaca.

Bunda mengelus punggung Ayah dengan wajah tak kalah sendu. "Ayah jangan nangis, nanti matanya bengkak. Nggak enak dengan besan."

"Ayah kenapa? Kalau ada hutang, mending bicarakan dengan Mas Bagus saja. Suruh bayarin, nggak perlu menjodohkan anak dengan orang yang tidak diinginkan. Betul nggak, Mas?" tanya Elok yang sekali lagi menyikut kakaknya.

"Betul! Eh, tapi ada yang aneh dengan ucapanmu. Nggak gitu kali konsepnya, Lok. Masa aku disuruh bayarin hutang. Mending tumbalin Elok aja buat bayar hutang," balas Mas Bagus dengan ekspresi serius.

"Ayah tadi nggak bilang kalau mau nikahin aku, kali aja yang dimaksud itu Mas Bagus," ejek Elok dengan menjulurkan lidah.

...

Mohon maaf harus dipotong sampai sini. Cerita ini dalam tahap revisi untuk buku cetak. Silakan kunjungi instagram Galeri_lori untuk informasi selanjutnya. Terima kasih sudah setia membaca Reaksi Hati.

...







Indeks cerita dapat di klik di sini.

Btw, Lori kan ada rencana cetak cerita ini lewat event Samudera Printing. Nah, Samudera Printing ini ngadain Giveaway lho. Yuk ikutan. Kali aja kamu yang menang. Jangan lupa share informasi ini ya.

Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita



Reaksi Hati sudah hampir tamat. Satu hari setelah part terakhir di post, Lori mau hapus beberapa part karena cerita ini mau diterbitkan. Bagi yang berminat, bisa menunggu informasi lebih lanjut di instagram Galeri_lori. Jadi, jangan sampai ketinggalan informasi ya.
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
Diubah oleh IztaLorie
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Ayo update lagiiii.....
profile-picture
IztaLorie memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Reaksi Hati

Klarifikasi

Part Sebelumnya
Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita

Gambar by : IztaLorie

Edit : Ibis Paint


...

Part terakhir ya. Buruan baca sebelum dihapus.

...


"Alex? Mau apa kamu ke sini? Ini acara makan malam keluarga kami!" Kali ini ayahnya Elang yang angkat bicara.

Beliau bahkan menghampiri papanya Jesi dengan wajah merah padam. Sastro meraih kerah baju Alex yang berdiri dengan pasrah.

"Kebetulan ini juga acara makan malam keluarga kami dengan pacarnya Jesi," ucap Alex dengan kalem sambil melepaskan cengkeraman tangan Sastro.

"Jadi Jesi pacaran sama Elang? Ini gimana sih konsep makan malamnya? Elok kok bingung," cerocos Elok yang menoleh ke arah Elang, Jesi, dan ayahnya secara bergantian.

"Jesi itu anakmu? Ha,ha, lucu sekali. Bagaimana mungkin kamu membiarkan kedua anakmu menjalin hubungan," cemooh Sastro yang memutar tubuh karena ingin kembali duduk.

Secepat kilat Alex meraih tangan Sastro dan memaksa pria itu menghadap ke arahnya. "Apa maksud ucapanmu?"

...

Mohon maaf harus dipotong sampai sini. Cerita ini dalam tahap revisi untuk buku cetak. Silakan kunjungi instagram Galeri_lori untuk informasi selanjutnya. Terima kasih sudah setia membaca Reaksi Hati.

...




TAMAT

...

Indeks cerita dapat di klik di sini.

Btw, Lori kan ada rencana cetak cerita ini lewat event Samudera Printing. Nah, Samudera Printing ini ngadain Giveaway lho. Yuk ikutan. Kali aja kamu yang menang. Jangan lupa share informasi ini ya.

Mereaksikan Kamu dan Aku Menjadi Kita



Reaksi Hati sudah hampir tamat. Satu hari setelah part terakhir di post, Lori mau hapus beberapa part karena cerita ini mau diterbitkan. Bagi yang berminat, bisa menunggu informasi lebih lanjut di instagram Galeri_lori. Jadi, jangan sampai ketinggalan informasi ya.
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan 69banditos memberi reputasi
Diubah oleh IztaLorie
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 7 dari 7


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di