- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
Voting Pemakzulan Trump Digelar, Peristiwa Bersejarah Ini Jadi Pembanding
TS
ontasipit
Voting Pemakzulan Trump Digelar, Peristiwa Bersejarah Ini Jadi Pembanding
WowKeren - Nasib Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan ditentukan per hari ini (19/12). Pasalnya House of Representatives (DPR AS) menggelar sidang paripurna untuk mengambil suara terkait kelanjutan proses pemakzulan atau pelengseran Trump.
Dalam kesempatan tersebut, secara bergantian, politikus dari partai Demokrat dan Republik memaparkan argumentasi mereka. Debat pun acap kali tak terelakkan, meski situasi berlangsung kondusif.
BACA JUGA ...
Muhammad Ichsan Munthe Bantah Nikahi Vanessa Angel, Ternyata Ini Sosok Suami Eks Bibi ArdiansyahNajwa Shihab Jadi ‘Person of The Year 2019’, Kenakan Sepatu Karya G-Dragon ‘Iris’ Hati V.I.PPamer 'Muka Bantal', Agnez Mo Akui Pita Suara Bengkak Bikin Khawatir
Namun ada yang menarik dalam rangkaian argumentasi tersebut. Pasalnya partai Republik, yang notabene mendukung Trump, sempat menyampaikan argumentasi yang cukup "berani".
Barry Loudermilk membandingkan pemakzulan Trump ini selayaknya peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Menurutnya apa yang dialami Trump jauh lebih tidak adil ketimbang Yesus dulu, sebab sang presiden, menurut Loudermilk, tak diberi kesempatan memadai untuk bisa membantah seluruh tudingan.
"Ketika Yesus dituduh atas suatu hal yang salah, Pontius Pilate (pemimpin masa itu) memberi Yesus kesempatan untuk berargumentasi," ujar politikus perwakilan Georgia tersebut. "Selama persidangan, Pontius Pilate bahkan memberikan hak lebih daripada Demokrat saat ini terhadap presiden dan proses yang berlangsung."
Tak pelak argmentasi Loudermilk ini pun menjadi kegaduhan tersendiri. Banyak umat Kristiani yang menilai metafora tersebut tidak tepat.
Politikus Demokrat, Jerry Nadler, pun langsung membantah yang disampaikan Loudermilk. "Presiden sudah diberikan kesempatan untuk hadir dan bersaksi, bisa dengan mengirimkan kuasa hukumnya untuk membantah pernyataan saksi. Namun dia tidak melakukannya," tegas Nadler.
Hingga kini persidangan masih berlanjut. Saat ini parlemen tengah melakukan pemungutan suara terhadap masing-masing pasal pemakzulan yang diusulkan Demokrat.

The New York Times
Informasi terakhir, dilansir dari siaran langsung New York Times, menunjukkan besarnya kemungkinan proses pemakzulan Trump akan dilanjutkan. Hal ini sesuai dengan prediksi banyak pihak, mengingat DPR AS memang dikuasai oleh Demokrat. Bila disahkan, maka pemakzulan Trump akan dilanjutkan ke sidang senat, yang notabene dikuasai Republik.
https://www.wowkeren.com/berita/tamp.../00288591.html
Dalam kesempatan tersebut, secara bergantian, politikus dari partai Demokrat dan Republik memaparkan argumentasi mereka. Debat pun acap kali tak terelakkan, meski situasi berlangsung kondusif.
BACA JUGA ...
Muhammad Ichsan Munthe Bantah Nikahi Vanessa Angel, Ternyata Ini Sosok Suami Eks Bibi ArdiansyahNajwa Shihab Jadi ‘Person of The Year 2019’, Kenakan Sepatu Karya G-Dragon ‘Iris’ Hati V.I.PPamer 'Muka Bantal', Agnez Mo Akui Pita Suara Bengkak Bikin Khawatir
Namun ada yang menarik dalam rangkaian argumentasi tersebut. Pasalnya partai Republik, yang notabene mendukung Trump, sempat menyampaikan argumentasi yang cukup "berani".
Barry Loudermilk membandingkan pemakzulan Trump ini selayaknya peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Menurutnya apa yang dialami Trump jauh lebih tidak adil ketimbang Yesus dulu, sebab sang presiden, menurut Loudermilk, tak diberi kesempatan memadai untuk bisa membantah seluruh tudingan.
"Ketika Yesus dituduh atas suatu hal yang salah, Pontius Pilate (pemimpin masa itu) memberi Yesus kesempatan untuk berargumentasi," ujar politikus perwakilan Georgia tersebut. "Selama persidangan, Pontius Pilate bahkan memberikan hak lebih daripada Demokrat saat ini terhadap presiden dan proses yang berlangsung."
Tak pelak argmentasi Loudermilk ini pun menjadi kegaduhan tersendiri. Banyak umat Kristiani yang menilai metafora tersebut tidak tepat.
Politikus Demokrat, Jerry Nadler, pun langsung membantah yang disampaikan Loudermilk. "Presiden sudah diberikan kesempatan untuk hadir dan bersaksi, bisa dengan mengirimkan kuasa hukumnya untuk membantah pernyataan saksi. Namun dia tidak melakukannya," tegas Nadler.
Hingga kini persidangan masih berlanjut. Saat ini parlemen tengah melakukan pemungutan suara terhadap masing-masing pasal pemakzulan yang diusulkan Demokrat.

The New York Times
Informasi terakhir, dilansir dari siaran langsung New York Times, menunjukkan besarnya kemungkinan proses pemakzulan Trump akan dilanjutkan. Hal ini sesuai dengan prediksi banyak pihak, mengingat DPR AS memang dikuasai oleh Demokrat. Bila disahkan, maka pemakzulan Trump akan dilanjutkan ke sidang senat, yang notabene dikuasai Republik.
https://www.wowkeren.com/berita/tamp.../00288591.html
anasabila memberi reputasi
1
699
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan