CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
IGI Sebut Jumlah Guru Honorer Jadi Akar Masalah Pendidikan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5df813f2349d0f5a270d8171/igi-sebut-jumlah-guru-honorer-jadi-akar-masalah-pendidikan

IGI Sebut Jumlah Guru Honorer Jadi Akar Masalah Pendidikan

IGI Sebut Jumlah Guru Honorer Jadi Akar Masalah Pendidikan

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia Ramli Rahim mengatakan akar masalah kesejahteraan guru honorer adalah jumlah guru yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Dengan itu Ramli menyatakan sebenarnya bola permasalahan bukan di Pemerintah Daerah tapi di Pemerintah Pusat.

"Pemerintah daerah sendiri bingung harus melakukan apa. Karena guru mereka yang pensiun tidak ada gantinya. Guru yang diangkat jadi pengawas sekolah, jadi kepala sekolah enggak ada gantinya," tutur Ramli kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/12).

Hal ini diungkapkan menanggapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Budaya Nadiem Makarim pada Munas Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia di Cawang pada Sabtu (14/12) lalu. Saat itu Nadiem mengatakan persoalan guru honorer ada di tangan Pemda.

Ia mengatakan tidak ada satu pun kabupaten/kota di Indonesia memiliki jumlah guru PNS yang cukup. Pemda dan sekolah harus merekrut guru honorer sebagai tambahan.

Namun perekrutan dilakukan secara asal dan tidak Mempertimbangkan kualitas guru. Langkah itulah yang menuai protes dari pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah.

Ramli berpendapat awal mula permasalahan ini seyogyanya harus dituntaskan pemerintah pusat.

"Memang yang tahu [kondisi] guru itu Pemda. Cuma semua data kan ada di Kemendikbud. Apa gunanya data kalau tidak bisa mengidentifikasi guru PNS berapa, kekurangannya berapa?," tambahnya.

Kurikulum yang padat ikut menambah persoalan. Kata Ramli, kurikulum yang padat jadi salah satu tekanan kepada guru. Dengan jumlah guru yang sedikit ditambah kurikulum yang padat, para pendidik mendapat beban kerja berat.

"Kurikulum dibuat pemerintah pusat, jumlah guru harus dipenuhi, pengangkatan PNS tidak ada, pengganti guru yang pensiun tidak ada. Tapi Pemda disalahkan. Salah besar Pak Nadiem kalau menyalahkan Pemda," ujar Ramli.

Sebelumnya Nadiem mengatakan Kemendikbud masih merumuskan kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan guru honorer. Mantan bos Gojek itu menuturkan pengelolaan sekolah yang ada di tiap daerah menjadi tanggung jawab Pemda.

"Maka kerumitan tentang siapa yang harus membayar guru honorer ini harus dirumuskan dengan kerja sama pemda, pusat, dan berbagai macam kementerian," katanya.

Dalam APBN 2019 pemerintah menganggarkan dana pendidikan senilai Rp 492,5 triliun (20% dari APBN senilai Rp 2,461 triliun).

Anggaran ini dibagi menjadi transfer ke pemerintah daerah sebesar Rp 308,4 triliun (62,6%), belanja pemerintah pusat Rp 163,1 triliun (33,1%) dan pembiayaan Rp 21 triliun (4,3%). (fey/wis)

SUMBER

KOMEN TS:
Penasaran ane gimana gebrakan Nadiem terkait isu yang gak ada matinya ini..
emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tikusil dan 5 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Bener juga sih. Tapi guru yg berjasa skrng tuh guru honorer. Soalnya guru yg PNS angkatan lama banyak yg cara ngajarnya gak efektif.


Beban tugas para guru honorer juga berat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Semua salah anies karena kerja ngak becus saat jadi metri
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cazzcuzz dan 5 lainnya memberi reputasi
Balasan post andrikfk
Tau dr mana? Jgn asal.

Guru kelas yg capek.
profile-picture
profile-picture
cazzcuzz dan axeldead memberi reputasi
Saran yang baik

Quote:
profile-picture
cazzcuzz memberi reputasi
Quote:





Coba kasih tau capeknya di mana gan, guru masih dpt sertifikasi dllnya. Masih sebanding sm jerih payahnya. Guru honorer gajinya berapa?



Guru angkatan lama itu banyak yg ngajar gak cocok ke gaya milineal. Angkatan lama yg udj mau pensi kurang 5 th an...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh andrikfk
Lihat 3 balasan
dimana mana yang jadi korban ya honorer, kerja berat tapi pendapatan gak sesuai.. honorer gak bisa kerja paling mentok jadi kang foto copy, yang ditekankan sekarang banyak honorer kualitas jauh diatas pns guoblok tapi gajinya nyungsep.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 5 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
repot juga yak...
profile-picture
cazzcuzz memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ini saling salah menyalahkan juga akar masalahnya bakal ke anggaran, pemda seandainya anggaran cukup rekrut guru besar-besaran juga bisa tapi faktanya kemampuan keuangan pemda beda-beda bahkan ada tuh yg analisanya masuk kategori tekor/bangkrut karena PAD yg kecil dibanding pengeluaran.
profile-picture
cazzcuzz memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post andrikfk
Bener omm.. guru tampa tanda jasa sekarnag tuhu yang gtt yabg pns pada sibuk nyari jam sama settifikasi..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cazzcuzz dan 2 lainnya memberi reputasi
kekurangan dan pemerataan.

padahal tiap tahun satu univ aja udah berapa orang yg lulus.
cuma ya jarangnya rektutmen resmi, jatuhnya ke honorer buat back up.

kalo di yayasan sih masih mending.
kalo di sekolah negeri yg miris.

ujungnya kalo yg milenial nyambi ngajar di les-an dan ataupun guru privat.
sambil nunggu rekrutmen resmi.

guru pensiun usia 60.
apa kelamaan ya?
emoticon-Bingung
profile-picture
48y24rd memberi reputasi
Balasan post andrikfk
Itu tergantung dimana dia kerjanya. Saudara ada pns guru, beberapa hari ini dia sibuk bergadang buat dan isi data2 siswa ke aplikasi untuk raport.

Waktu naik kelas lalu juga sibuk bareng murid2nya ngecat kelas, buat pot bunga, dan tempat bunga, dll.

Jgn anggap karena sebagian pns malas trrus semua dianggap pemalas. Honorer jg ads yg capek klo dia tidak tau tukposinya. Jgn mau kerjakan semua hal. Kerjskan apa yg menjadi tugas mu sj.
Quote:


Sabar ya emoticon-nyantai
Balasan post andrikfk
@randit kalo yg ini bener , sering ga masuk alasannya kejar sertifikasi , sekalinya masuk langsung ulangan mana soalnya ga pernah di ajarin pula emoticon-Busa

kasihan muridnya emoticon-Berduka (S)
Rekrut guru pns disamakan dgn pns lain pakai sistem minus growth, ya ga akan kelar masalahnya, tiap tahun guru pns yg pensiun bisa puluhan bahkan ratusan di tiap kabupaten, sekolah dan dinas pendidikan bingung gimana cari pengganti, disdik ngajuin ke BKPSDM jumlah usulan guru ke BKPSDM bisa ratusan tiap tahun tp yg di acc cuma puluhan
Gaji tinggi guru daerah tertinggal n pinggiran.. kurangi jumlah guru di daerah kota besar.. biar kali2 rasain rotasi 4 kelas dalam sehari emoticon-Big Grin
kl gk ada guru honorer pusing pasti..mending angkat semua guru honorer yg qualified jd pns
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati emoticon-Traveller
Harus segera dituntaskan.
Quote:


Oemar Bakri. emoticon-Motret
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di