CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5df440c610d295476d3349d9/sistem-pendidikan-tidak-terpaku-pada-hafalan-langkah-cerdas-atau-blunder

Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?



Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

Sepertinya di zaman modern hafalan menjadi tidak di perlukan, terlebih lagi sistem pendidikan yang tidak berkaitan dengan bacaan kitab suci, maklum di agama tertentu hafalan masih di perlukan untuk melakukan ibadah. Sosok Menteri Nadiem memang melemparkan hal itu ke publik tidak salah namun tetap hafalan masih di perlukan, namun konteksnya bukan menghafal secara text book tapi dengan memperdalam ilmu yang kita inginkan, maka untuk seseorang yang bakatnya di bidang mesin akan sering berkutat dengan hal-hal yang berbau mesin, hingga lulus menjadi tenaga ahli mesin yang handal dan siap untuk bekerja.

Disini terlihat arah Menteri Pendidikan yang ingin menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, bila ini berjalan dan menjadi dasar pendidikan di Indonesia bukan tak mungkin akan ada banyak SDM handal yang ahli di bidangnya masing-masing.

Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

Bila hafalan tak di perlukan dalam dunia pendidikan tentu saja permainan nalar hingga fungsi otak untuk kreatifitas serta merangsang inovasi bagi sang anak sangat di perlukan, sebenarnya hafalan bukan tak ada sama sekali, pastinya untuk bidang sejarawan hal itu akan sangat penting namun fokus pendidikan bukan hanya menghafal tapi kemungkinan nanti yang dipakai anak-anak di sekolah akan bermain dengan banyak logika, praktek dan penelitian. Maka bisa dipastikan kurikulum penjurusan pun di tentukan dengan bakat dan minat dalam kemampuan analisis otak si anak. Dengan cara apa? Tehnik tanya jawab, dan bila tidak tahu siswa akan mencatat materi yang disampaikan guru, jadi sebelum di terangkan guru, para siswa bisa mengembangkan kemampuan problem solving sejak dini.

 Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

Bila itu terjadi maka nilai sebagai acuan pendidikan juga terlihat tak begitu penting, karena metode tiap manusia akan berbeda-beda walau tujuannya sama. Disini siswa akan banyak di tuntut menggunakan otaknya dalam berfikir, apalagi ujian nasional akan ditiadakan maka penilaian guru terhadap siswa akan berubah.

Bahkan bisa jadi apa yang diajarkan guru akan dimodifikasi oleh mereka dengan waktu yang lebih cepat dan juga inovasi yang cemerlang, hingga akhirnya guru hanya menjadi pebimbing bukan pengajar. Karena siswa belajar lebih banyak mengembangkan wawasannya sendiri, dizaman internet sekarang ini semuanya akan terasa lebih mudah.

Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

Tapi tetap saja banyak orang yang kurang suka dengan perubahan, bahkan hafalan masih dianggap penting. Nah kalau menurut gan-sist bagaimana nih? Langkah cerdas atau Blunder?

Kalau buat ane sendiri ini langkah cerdas, di pendidikan modern hafalan sudah mulai di tinggalkan namun komunkatif dan interaksi lebih di tingkatkan.

Salam lur, saya c4punk see u next thread.




emoticon-I Love Indonesia

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2019
referensi : klik dan klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?
Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?
Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?

GIF




profile-picture
zeenanju18 memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
mau ga menghafal pun tetep aja pertama kali baca sesuatu harus paham. pemahaman didapatkan dengan menghafal kajiannya. ini tergantung orangnya sendiri sih.
tapi tetep pantau aja, semoga lebih baikemoticon-Big Grin
Menghafal itu ilmu jaman purba gan, kurang cocok sama ilmu jaman now, masa mekanika kuantum pake hafalan
Menghafal dirasa kurang efektif untuk diterapkan di sistem pendidikan saat ini
Para pelajar dipaksa untuk menghafal berbagai macam teori tapi minim praktek
Contoh kasusnya banyak pelajar yg sangat jago menghafal proses pembuatan, harga jual & spek suatu barang tetapi jika disuruh untuk menciptakan ujung²nya berteori tanpa menghasilkan sesuatu
Seharusnya teori dan praktek dilakukan secara bersamaan.

Spoiler for :
Quote:


Quote:


Quote:


Keren2 comentnya makasih gan 🙏🙏🙏👌
profile-picture
zeenanju18 memberi reputasi
dasar semua tetep baca dan menghafal sih ..
salah cuma satu kurikulum indonesia terlalu padat dan ga jelas ...
Jadi inget guru ane dulu pernah berpesan. Jangan menghafal tapi pahami konsep.
Bukan zamannya lagi
Semua sudah ada di Google



emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


Mantulll bnget
Quote:


Nah bner ini pak guru... 😁😁😁👌
Dan dokter pun melongo emoticon-Ngakak
Sistem Pendidikan Tidak Terpaku Pada Hafalan, Langkah Cerdas Atau Blunder?
yah setuju ane kadang kadang binggung waktu sekolah dulu... text book udah ada buat apa kita di suruh hapalin buku nya. lah kalau sudah di hapal apa gunanya punya buku nya.
lebih bagus ujian yg sifatnya studi kasus dan open book berdasarkan teori yg ada menyelesaikan kasus kasus.
terlepas menghafal atau tidak menghafal menurut gua yang penting siswa bisa mengerti dan memahami materi ajar yang disampaikan oleh guru dan siswa mampu mengamalkan atau menerapkan materi ajar tersebut dalam keseharian mereka sih, mau hafal atau ngga' hafal kalo ngga' ngerti dan ngga' paham ya sama aja sia-sia dong tujuan dari pembelajaran tidak tercapai, wkwkwk.
Tidak terpaku bukan berarti mengabaikan hafalan, hafalan penting tapi terlalu berlebihan dalam hafalan juga bukan hal yang dibenarkan.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di