CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nadiem Makarim: Dunia Tak Butuh Anak-anak yang Jago Menghafal
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5df2f3c365b24d0915057a33/nadiem-makarim-dunia-tak-butuh-anak-anak-yang-jago-menghafal

Nadiem Makarim: Dunia Tak Butuh Anak-anak yang Jago Menghafal

Nadiem Makarim: Dunia Tak Butuh Anak-anak yang Jago Menghafal

Nadiem Makarim: Dunia Tak Butuh Anak-anak yang Jago Menghafal

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menggagas konsep kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar" selama periode menjabat. Nadiem menuturkan, konsep ini mengambil esensi dari pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Konsep ini diharapkan bisa membebaskan instansi pendidikan agar bisa berubah serta diharapkan bisa menjadi solusi agar anak-anak bisa berkreasi dan berinovasi.

"Ini yang Indonesia butuhkan di masa depan. Mohon maaf, dunia tidak membutuhkan anak-anak yang jago menghafal," kata Nadiem saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 12 Desember 2019.

Nadiem mengatakan, konsep ini tengah digodok dan sedang digarap oleh Kemendikbud. Dia meminta semua pihak bersabar dalam waktu beberapa bulan ke depan untuk dimatangkan. Dia juga menyayangkan kritik-kritik yang disampaikan sejumlah pihak bahwa Nadiem coba-coba dalam mengubah sistem pendidikan.

"Jadi setiap kali, saya sedih kalau mendengar reaksi bahwa percobaan itu bukan suatu hal bisa dilakukan di dunia pendidikan. Saya selalu mendengar itu, sering sekali," ujar Nadiem.

Sementara itu, kata Nadiem, satu-satunya cara untuk berinovasi adalah melakukan berbagai macam percobaan. "Saya harus bicara seperti ini sejujurnya. Inilah yang seharusnya terjadi, para guru harus diberikan kebebasan untuk mencoba hal-hal baru, dan tanpa itu kita gak akan maju sebagai negara, itu namanya inovasi," ujar Nadiem Makarim.

Sejauh ini, Nadiem tengah menyiapkan empat rencana kebijakan pendidikan yang disebutnya dengan kebijakan “Merdeka Belajar” itu. Kebijakan itu meliputi perubahan pada USBN, Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.
sumber

☆☆☆☆☆

Sebelumnya, gw mau memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para Guru Besar, Rektor, Dosen, hingga para Profesor dan Doktor yang bisa menerima kehadiran seorang Nadiem Makarim, orang baru dalam dunia pendidikan yang dipilih Joowi sebagai kejutan di pemerintahan periode kedua ini.

Mas Menteri, itu sebutan kehormatannya.
Dan Mas Menteri ini sepertinya tidak main-main dalam menyiapkan konsep pendidikan kita agar sejajar dengan negara-negara lain yang lebih maju dalam bidang pendidikan.

Bahkan kritikan dari seorang JK pun mengenai UN, dijawab lugas oleh Nadiem. Dan memang benar, siapa bilang tanpa adanya UN membuat lemah generasi muda kita? Apa tolak ukurnya?

Bertahun-tahun, dunia pendidikan kita dipenuhi oleh buku pelajaran yang tebal. Dan ketebalan buku itu terkadang hanya berputar-putar pada permainan kata. Makin berputar, makin sulit dimengerti.

Seperti halnya sebuah soal matematika. Yang diperlukan adalah mengerti rumus. Percuma hafal rumus jika penyelesaiannya tidak mengerti. Dan karena hanya bisa menghafal rumus, ketika rumus tersebut dibalik, maka bingunglah yang mengerjakan soal. Ini konsep matematika.

Alangkah kasihannya generasi muda kita, dipaksa membawa buku pelajaran super tebal yang memenuhi tas sekolahnya. Dipaksa menghafal luar kepala isi buku sampai susunan kalimatnya. Hanya menghafal, tanpa mengerti apa yang dihafal.

Tapi pendidikan kita sebenarnya seperti jalan ditempat. Sejak SD hingga SMA atau SMK. Baru setelah menempuh pendidikan lebih tinggi, pendidikan itu terasa lepas. Baru ada kebebasan disana. Dan ini yang mungkin akan diubah oleh Nadiem Makarim.

Sebenarnya masalah utama pendidikan kita adalah semboyan : Ganti Menteri, Ganti Sistem.

Tak pernah ada hal yang dibuat baku. Selalu berubah. Jika seorang Nadiem bisa membuat sebuah sistem yang baku, seperti sistem e-budgeting, maka arah pendidikan kita akan berubah cepat. Masalahnya tidak semua orang yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan punya konsep yang sama atau ego yang minim. Jangankan didalam bidang pendidikan, dibidang kelautan saja, menteri terpilih langsung menshutdown sistem yang telah 5 tahun dipakai. Ego? Bisa jadi? Sok jago? Gak tau. Tapi hampir semua menteri punya tabiat seperti ini. Jangankan menteri. Seorang Gubernur saja bisa membatalkan Pergub yang telah baku dan dipakai bertahun-tahun. Dan itu fakta.

Dan masalah terbesar bangsa ini, yang menghalangi kemajuan bangsa ini dalam bidang pendidikan adalah Korupsi! Banyak kepentingan yang bermain. Para pelaku pendidikan, para penerbit, para pengusaha percetakan, semua berkutat dengan jatah korupsi masing-masing.

Apa yang tidak dikorupsi dalam bidang pendidikan? Bahkan dana bantuan pemerintah untuk sekolah saja kena pungli. Turun 100 juta, sampai kebawah jadi 60 juta.

Dan ingat! Pendidikan kita terbagi dalam 2 jalur. Jalur umum dan jalur khusus. Jalur umum dikelola oleh Menteri Pendidikan, jalur Madrasah dikelola oleh Menteri Agama. Dan kedua Kementerian ini termasuk dalam lembaga terkorup!

Harus ada kolaborasi antara Menteri Pendidikan dan Menteri Agama untuk memajukan pendidikan kita. Ini jika kita mau memutus mata rantai yang membelenggu dunia pendidikan kita.

Bisakah seorang Nadiem Makarim merubah ini semua? Kita tunggu saja.

"Hallo Pak. Uang bayaran saya sudah saya bayar dengan Gopay ya Pak."

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Theist dan 102 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 20
tunggu setahun, apakah ada perkembangan yang signifikan atau tidak. yang penting tetap optimis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sisitmae dan 13 lainnya memberi reputasi
gak perlu jg org yg cm pandai tata kata
Nadiem Makarim: Dunia Tak Butuh Anak-anak yang Jago Menghafal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 46 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
setuju pak mentri tapi hati2 nanti pernyataannya bisa diplintir sama kadrun, dihubung2in sama hafiz

btw dunia jg gak butuh ojek online yg ngetem sembarangan & ngojek pake motor 4 tak knalpot ngebul emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
danz.kazuya dan 27 lainnya memberi reputasi
ini sih proyek jangka panjang ya wan.. tapi harusnya satu periode harus mulai keliatan hasilnya..

yang penting sing ganti menteri jangan ganti kurikulum.. sebagai mantan pelajar era 2000an ane rasain kyknya 2 atau 3 kali pergantian.. waktu kecil sih ga ngerti tapi kalau dipikir makin kesini yang ane dapatkan di sekolah semakin ga konsisten karena tidak adanya kelanjutan atau penyempurnaan kurikulum..

well bagaimanapun juga ane apresiasi langkah pak nadiem ini
. moga2 visi dia bisa tercapai paling tidak di periode Jokowi ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Lt.Evans dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ini... agak gimnaa gitu... trus hafiz quran gimana dong. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Incantus dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Kita lihat aja. Gini-gini dia lulusan Harvard dan udah pernah jadi praktisi kan (Gojek), pasti dia mengerti apa yang dibutuhkan Indonesia saat ini emoticon-Big Grin kalau ngaco ya sama kaya Wan Abud deh hahaha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
danz.kazuya dan 13 lainnya memberi reputasi
Anak disuruh ingat tanggal perang emoticon-Blue Guy Bata (L)
Anak disuruh ingat tanggal konverensi emoticon-Blue Guy Bata (L)
Anak disuruh ingat tanggal lahir emoticon-Blue Guy Bata (L)

Kalo ingat semua, anak itu perpotensi jadi sejarawan emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
danz.kazuya dan 34 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Gagasan yang baik, semoga dunia pendidikan Indonesia lebih baik nantinya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 6 lainnya memberi reputasi
Ini pasti konspirasi kapir

karena ini secara tidak langsung menyindir hafiz qruan dan mengejek aktivitas hafiz quran


ayo demo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Incantus dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Inti budaya sekolah kita seharusnya hanya berfokus pada:
1. tatakrama, melalui tatib sekolah
2. kepatuhan, melalui otoritas guru
3. semangat, melalui sistem prestasi

entah sejak kapan bergeser jadi hapalan..
mungkin karena UN adl sumber segalanya, sehingga untuk lulus pun harus menghafal,
bila kurang cerdas dlm menghafal? yaa.. ujung2nya mencontek atau mencuri soal

Semoga pembatalan UN menjadi terobosan baru untuk pendidikan Indonesia, supaya lebih fokus pada kebebasan berinovasi yg dimaksud
profile-picture
profile-picture
profile-picture
balineseryuu dan 23 lainnya memberi reputasi
Mungkin Maksudnya pak menteri anak2 harus paham dalam bidang yg di pelajari.

Misal contoh Hafidz bkn hanya jago menghafal Al Qur'an tp jg hrs paham isi Al Qur'an.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tinwin.f7 dan 35 lainnya memberi reputasi
Balasan post buatbarulagi
Quote:


gara2 itu gw jadi doyan sejarah sampai sekarang emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 14 lainnya memberi reputasi
uang sekolah bayar pake gopay cashback 10% kapan pak? emak2 menantikan iniemoticon-Ngakak

jadi mau matematika diperdalam pelajarannya? tolong jangan bikin anak2 stress, pak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MrJeffBezos
astajim, gimana nasib para hafidz ya akhi emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


gara2 menghafal ane jadi tau ibukota negara2emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
balineseryuu dan 6 lainnya memberi reputasi
Balasan post cipokan.yuk
Khusus untuk yg ini Pak menteri salah emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionleo dan 3 lainnya memberi reputasi
Jaman gw jamannya percobaan.. emoticon-Leh Uga
Mau Lulus SD.. msk SMP hrs tes emoticon-Hammer2
Mau Lulus SMP Kebijakan UN sistem tdk lulus diterapkan emoticon-Hammer2
Mau lulus SMA kebijakan UN 4 pelajaran diterapkan emoticon-Hammer2

Dan generasi gw yg pertama kali coba tuh sistem emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ruuuruuu
Lihat 4 balasan
hafal aja gak cukup, yang penting terapannya didunia kerja bisa ndak, jangan sampai masuk aliran sesat, kaya temen saya kuliah sosiologi masuk kerja di bank


















emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Setahun ga mungkin bisa bambanggg
Tau sendiri Kualitas guru di Indonesia masih blom tinggi... Butuh waktu untuk menselaraskan arah dari atas sampe bawah...

Tapi emang kelemahan di Indonesia, ganti menteri ganti sistem... Ini yang bikin bingung... Apa ga bisa dibikin kalau mau di ubah harus lewat DPR gitu... Kajian" dan Pembahasan, jadi supaya ga mudah berubah" untuk pendidikan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
balineseryuu dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


emoticon-Hammer2

Gagal komen dah gw.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 20


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di