CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ngeri Pak Jokowi, Pabrik Pupuk RI Terancam Setop Operasi!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de9d5f08012ae67e23f61ce/ngeri-pak-jokowi-pabrik-pupuk-ri-terancam-setop-operasi

Ngeri Pak Jokowi, Pabrik Pupuk RI Terancam Setop Operasi!

Ngeri Pak Jokowi, Pabrik Pupuk RI Terancam Setop Operasi!


Jakarta, CNBC Indonesia- Anggota Komisi VII DPR RI kesulitan menyembunyikan ekspresi wajah mereka usai mendengar paparan dari Direktur PT Pupuk Indonesia Holding Company Aas Asikin Indat, kemarin.

Salah satu anggota, yakni Kardaya Warnika, bahkan sampai menyebut kondisi industri pupuk mengerikan usai mendengarkan paparan Asikin. Ini tak lain karena beberapa pabrik pupuk terancam setop operasi akibat kekurangan pasokan gas.

"Melihat supply dan demand, bukannya ngeri. Tapi ini ngeri sekali!" ujar Kardaya, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama PT Pupuk Indonesia dan pemangku kepentingan sektor ESDM yang bertanggung jawab memastikan pasokan, yakni Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), BPH Migas, dan Kementerian ESDM sendiri, kemarin.


Di hadapan para anggota dewan, Dirut PT Pupuk menjelaskan Banyak kontrak gas yang akan berakhir dalam dua tiga tahun mendatang, dan belum ada kepastian perpanjangan bagi pabrik-pabrik pupuk.

"Industri pupuk memerlukan pasokan gas yang jangka panjang, sementara ini 2-3 tahun kami harapkan bisa jangka panjang. Mayoritas gas berakhir di 2021-2022, dan banyak yang belum ada kepastian gasnya termasuk alokasinya belum kami terima," ujar Asikin, saat rapat dengar pendapat bersama pemangku kepentingan di gedung dewan. Kamis (05/12/2019).

Selain soal kepastian pasokan gas, harga gas untuk pupuk juga dinilai masih terlalu tinggi. Padahal, gas bumi adalah bahan baku utama untuk produksi pupuk urea dengan komposisi kurang lebih 70% dari total biaya produksi.

"Jadi gas dalam biaya produksi itu menempati 70% sehingga harga gas ini sangat berpengaruh pada harga pokok dari pupuk sendiri," kata Asikin.

Ia menjabarkan dan memberi contoh, harga rata-rata gas yang dikenakan untuk pupuk dalam negeri ada di kisaran US$ 5,8/MMBTU. Sementara, harga pesaing bisa di rata-rata US$ 3,95 per MMBTU.

Asikin juga menceritakan salah satu contoh di Pupuk Iskandar Muda di mana terdapat dua pabrik dengan kebutuhan gas sampai 110 MMSCFD, tetapi baru punya alokasi kepastian gas 30 MMSCFD. "Jadi kurang 80 MMSCFC, sehingga dari dua pabrik baru bisa jalan kurang lebih 1 pabrik."

Meskipun sudah coba diakali dengan meneken perjanjian jual beli gas dengan Pertamina, namun perjanjian tersebut belum juga efektif. "Jika tidak dijalankan maka mulai 2020 dua pabrik di Iskandar Muda ini tidak bisa jalan."

Sementara untuk Pusri Palembang, pasokan gas tidak ada masalah sampai 2023. Tapi alokasi untuk 2024 belum terjamin dan diperkirakan akan kurang. "Gasnya belum ada, mungkin 2024 kalau ini tidak dipenuhi pabrik di Palembang semua akan berhenti."

sumur


https://www.cnbcindonesia.com/news/2...-setop-operasi


profile-picture
profile-picture
profile-picture
onee643 dan 13 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
menteri esdm nya sekarang khan bekas juragan pupuk
mestinya sudah lebih faham emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jasperjaka dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dwiatmaja
gini dah klo gas dijual murah pada jamannya .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
ane mau posting ni masalah ini, cuma terlalu sensitip bet hahaha
industri trilyunan tapi ribet bgt ya industri pupuk ini emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
esaka.kedua dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Terus kenapa masalahnya sama gas? Kok gak dijabarin sampe situ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
dijual murah lalu dansa-dansa, kurang ? impor lah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mioman70 dan 4 lainnya memberi reputasi
Balasan post sudarmadji-oye
Semakin besar nilainya semakin ribet bisnisnya

Mau simple jual gorengan aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bergen000 dan 4 lainnya memberi reputasi
Ya semoga pemerintah bisa mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan beberapa persoalan yang sedang dihadapi sama Pabrik Pupuk.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan simsol... memberi reputasi
Balasan post sudarmadji-oye
@kakeksaya industri kimia nya amonia, ente tau gak di dunia ini gak bisa bikin pabrik amonium nitrat tanpa persetujuan dari amerika?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jasperjaka dan 2 lainnya memberi reputasi
Balasan post sudarmadji-oye
[mention]sudarmadji-oye[/mention] lah masalhnya kan di supply gas

Gak baca berita?
profile-picture
profile-picture
simsol... dan angelo.ogbonna memberi reputasi
dulu jamanya mbok meg ada lobi dansa2 di tiongkok trus pulang2 ada pengmuman blok gas masela dijual murah ke tiongkok sampai sekarang kontraknya belon abisss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pdt.henderson dan 7 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Balasan post sudarmadji-oye
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
Bebaskan aja biar bisa import gas alam dari negara lain.
profile-picture
profile-picture
aceng.fani dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
KERJA-KERJA
profile-picture
profile-picture
atmajazone dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
PGN kemana? Belom bisa ngelayanin?
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
pake gas kentut aja...





emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nouah dan 2 lainnya memberi reputasi
Nah



emoticon-Ultah
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


Btul bgt..
Jd inget waktu ane diskusi mo bangun pabrik sanitair , salah satu stake holder blg..gasnya drmn? Yg skrg aja pasokan parah..
profile-picture
profile-picture
Tiebo dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


Sebagian besar gas di indo itu diexport gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
samradler dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di