CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mau Beli 1 Set Komputer Seharga Rp 128,9 Miliar, Ini Penjelasan Badan Pajak DKI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de983dbaf7e9301e31ef5ee/mau-beli-1-set-komputer-seharga-rp-1289-miliar-ini-penjelasan-badan-pajak-dki

Mau Beli 1 Set Komputer Seharga Rp 128,9 Miliar, Ini Penjelasan Badan Pajak DKI

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan, usulan pengadaan satu unit komputer lengkap dengan perangkatnya akan digunakan untuk memetakan dan mengetahui potensi pajak daerah.

Total anggaran yang diusulkan untuk pengadaan komputer itu sebesar Rp 128,9 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2020.

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka profiling pajak daerah. Dengan adanya kegiatan ini, kami dapat memetakan berapa potensi kemampuan yang dimiliki per jenis pajak," ujar Faisal.

Faisal menyampaikan itu dalam rapat pembahasan RAPBD 2020 antara Komisi C DPRD DKI dan Pemprov DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (5/12/2019).

Faisal menuturkan, sistem dalam komputer tersebut akan mampu meneliti potensi semua jenis pajak daerah secara digital.

Dengan demikian, BPRD DKI mengetahui angka riil penerimaan pajak daerah yang harus masuk ke kas daerah setiap tahunnya.

"Kami bisa mendapatkan berapa sebenarnya penerimaan (pajak) DKI Jakarta. Jadi ke depan kita (Pemprov dan DPRD DKI) tidak berdebat lagi (penerimaan pajak) harus sekian triliun, sekian triliun, tapi nanti by data, pajak restoran sebenarnya profiling-nya berapa untuk bisa kami raih, pajak hotel, parkir, hiburan, berapa," kata dia.

Selain itu, pengadaan komputer tersebut juga bertujuan untuk mencegah adanya kebocoran pajak daerah. Sebab, BPRD DKI sudah mengetahui angka riil penerimaan pajak.

"Kami bisa melakukan manajemen risiko dalam rangka untuk menekan kebocoran pajak," ucap Faisal.

Menurut Faisal, anggaran Rp 128,9 miliar itu juga termasuk untuk perawatan (maintenance) oleh penyedia barang selama tiga tahun dan pelatihan pegawai BPRD DKI.

"Tiga tahun untuk maintenance-nya, pendampingannya. Kami juga ada pelatihan tenaga di sini, setelah tiga tahun, baru kami yang melaksanakan sendiri (perawatannya)," tuturnya

Dilihat dari situs web apbd.jakarta.go.id, pengadaan komputer itu terdiri dari pembelian satu unit komputer, dua unit storage area network (SAN) switch, enam unit server, dan sembilan unit storage untuk mainframe.

Total anggaran yang diusulkan Rp 128.992.331.600 dengan rincian sebagai berikut:

- satu unit Komputer Mainframe Z14 ZR1 seharga Rp 66,6 miliar (dengan PPN)

- dua unit SAN switch seharga Rp 3,49 miliar (dengan PPN)

- enam unit server seharga Rp 307,9 juta (dengan PPN)

- sembilan unit storage untuk mainframe seharga Rp 58,5 miliar

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Probowo mempertanyakan besarnya anggaran untuk pengadaan satu unit komputer dan perangkatnya itu.

Dia meminta BPRD DKI menjelaskan hasil yang akan didapatkan pemerintah setelah menggunakan alat tersebut.

"Kalau sudah beli alat ini, maka bisa jadi nambah berapa PAD (pendapatan asli daerah). Jangan sampai beli alat, tapi enggak tahu buat apa, spesifikasinya enggak tahu apa, output-nya pun bisa jadi berapa," kata Anthony.

kompas.com

Mau Beli 1 Set Komputer Seharga Rp 128,9 Miliar, Ini Penjelasan Badan Pajak DKI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tikusil dan 26 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 15
mungkin tuh super komputer

bisa bikin anggaran sendiri

supaya wan aibon gak disalahin lagi
Balasan post kadalgurun19
@Hagemarux sekian2 persen lah bro... permasalahannya yg baik diem,. yg ga baik merasa kuat dan diterus2in, sori bro ane lagi incer yg lgsg berhubungan ama masyarakat, tau kan? emang beda klo kelas dia teknis dan kepalanya emang BENER
Balasan post bonchez
Quote:


temen ku anak PNS yang kerja di LAPAN dia bagian progamernya, jangankan jalankan software
doi yang bikin softwarenya
ga semua yang elu omongin bener, ya mungkin ada benernya.
tapi ga semua PNS gaptek IT + ga semua IT di PNS kerjaan nya cuman cek mouse atau restart modem kalau internet lelet itu yang harus elo cerna
kalau soal budaya sogok menyogok jangankan di perusahaan negri di perusahaan swasta tempat ane kerja juga gitu.
sampe sini paham ?
Balasan post kadalgurun19
@Hagemarux [mention]hattori hanzo[/mention] apaan wakakka orang PNS mana sih yg bisa mahir jalankan software? input data? kita tau selama ini klo ada servis hardware aja ambil pihak ke 3 (vendor luar), lo tau IT kerjaan paling banter cek mouse loncat2 ato tombol keyboard macet plus restartin router yg katanya lelet pdhl lg donlod bokep pake idm.
masalah OS rusak, ato query-in database rerata pake vendor luar dimana duitnya bisa nampol ke saku (ambil vendor laporan 100, vendor dapat 60, 40 masuk pribadi), budaya ini... budaya baik yg kudu dihapus
Mining bitcoin enak nih
Balasan post kadalgurun19
Windoz XP gan... Free.... Yg penting maen Solitaire kuwad hehehehe.... Beli bluegene ini ebat...
anggaran mulu disunat emoticon-Traveller
Balasan post dmaztfx
Quote:


Ya disitulah mengapa namanya sesuatu hal yang bersifat PUBLIK.

Publik berhak untuk belajar dan menjadi lebih pinter karena tuntutan jamannya seperti itu. Rekayasa dan ketidak wajaran memang pasti akan tercium, cuma kalau jaman NOW itu GPL (Gak Pake Lama) pasti kecium, beda ama jaman dulu dong...

Tinggal kita menyampaikannya dengan bahasa yang bagus dan solution oriented, biar yang lain bisa belajar dan mengambil manfaat baiknya.

Salam
Diubah oleh Jazed
mau saingan bikin server sama google nih. good job anies
Keputusan tepat Pakdhe Jokowi gantikan Anies dari Mentri pendidikan
emoticon-Cool emoticon-Cool
Balasan post Jazed
Quote:


Mungkin lho ya.... karena tender yang sebelumnya lolos maka yang proyek ini pun dalam pikirannya bisa lolos juga, eh malah sekarang publik jadi tau ada biaya 66M itu dengan server yang bisa dibilang "WOW".
Balasan post naladhipa
Quote:


lah pengemis pun punya tempat tinggal, menggelandang di mana2 bukan berarti enga ada markas.
Quote:


Coba juga buka KBBI arti dari markas itu apa, lah google belecetan dimana mana gitu
Lihat 1 balasan
ap ini PC setara am skynet ya, dan akhirnya memicu munculnya terminator emoticon-Bingung
Balasan post naladhipa
@naladhipa

coba aja ketik 'google headquarter' atau 'google data center' keluarnya apa.
Jika perbandingannya dengan PC yang biasa dipakai buat rumahan sepertinya itu suatu hal yang mahal, tapi nggak tau juga kalau itu untuk PC server, karena setau ane PC server emang mahal.
Jangan2 cuma buat muter winamp ama yutub aja breee

emoticon-Leh Uga
Balasan post qavir
gw demen lihat hidung lw nies, jadi ngaceng gw.
Balasan post Jazed
Quote:


Komputer kayak begitu seharusnya sudah sepaket sama aplikasinya.

Mana ada third party developer yang tertarik bikin software buat hardware yang jumlahnya di seluruh dunia hanya lusinan.
Diubah oleh kampret.strez
Balasan post dmaztfx
Quote:


Seperti biasa, tergantung seberapa berat transaksi/query dari aplikasinya, kalau berat banget ya perlu mesin supermen, kira-kira gitu.

Pertanyaannya :
1. apa iya business/user requirement-nya se heboh itu?
2. Kenapa budget hardware 128 M tidak menyertai paket aplikasi didalamnya? Takut ketauan kalo aplikasi-nya abal2 yang sebenernya perlu spek kecil? Atau enhancements dari aplikasi lama yang perlu Mesin Supermen? Mana Penjelasannya? Kagak ada kan?....emoticon-Cape d...

Nah silakan berspekulasi.emoticon-Traveller


Diubah oleh Jazed
Halaman 1 dari 15


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di