CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Games / ... / Dota 2 /
DOTA 2 Game Addictive Penuh Emosional
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de2148865b24d0d277e2f92/dota--2-game-addictive-penuh--emosional

DOTA 2 Game Addictive Penuh Emosional

Moba merupakan salah satu jenis genre yang belakangan ini sangat hype dikalangan muda-mudi Indonesia. sebenarnya DOTA  sendiri perkembangan dari Warcraft 3, permainan ini mengharuskan setiap pemainnya untuk saling menghancurkan tower.

ciri khas dari permainan moba adalah komunitasnya yang kadang toxic. toxic disini berarti saling menghina satu sama lain. saya sendiri sebagai pemain sudah merasakan bagaimana toxicnya DOTA.

memang setiap permainan MOBA tidak bisa lepas dari sebuah komunitas yang toxic. ini  karena emosi mereka akan  sangat dipermainkan ketika memiliki anggota tim yang masih baru bermain ataupun tidak ahli dalam bermain.

Game Sebagai Barometer Matangnya Emosional Seseorang

DOTA 2 Game Addictive Penuh Emosional

memainkan sebuah game bisa jadi sebuah alternatif rileksasi setelah beraktifitas. tapi barmain game juga malah bisa jadi salah satu alasan berbagai masalah muncul. hal ini bisa disebabkan dari berbagai faktor didalam game tersebut.

game tidak berbeda jauh seperti film. beragam game bisa menyentuh hati pemainnya sebagaian bahkan bisa mengaduk-ngaduk perasaan kita. dan salah satu yang akan saya bahas disini adalah DOTA 2.

jika orang-orang yang masa SMAnya dihabiskan diwarnet mungkin sudah tidak asing dengan game ini. juga sering melihat banyak orang berteriak tidak karuan melampiaskan rasa kesalnya kepada monitor.

dimasa kini sebenarnya kematangan bisa dilihat dari cara seseorang bermain game. mampukah dia menahan tekanan yang diberikan didalam game tersebut. sebagaian bahkan menjadikan game sebuah pelampiasan.

tapi sebenarnya orang dewasa tidak membutuhkan pelampiasan ketika dalam masalah. atau ketika ia sedang kesal, yang dibutuhkannya adalah kesabaran sebagaimana rumitnya kehidupan.

Perkembangan DOTA 2 Hingga Sekarang

hal yang sering membuat kecanduan dari permainan DOTA ini karena ada  sebuah sistem ranking didalamnya. lalu kedua adalah karena dalam moba kita akan selalu kembali dari awal ketika bermain.

berbeda dengan RPG ataupun game bertemakan Battle lainnya. seorang Gaben mampu mengembangkan DOTA sampai sebesar sekarang karena dengan baik memanfaatkan fitur tersebut.


DOTA 2 Game Addictive Penuh Emosional

event turnamen tahunan atau T.I yang sampai sekarang sudah mencapai ke 9. selalu memberikan hadiah yang sangat spektakuler. sebenarnya DOTA sendiri bukanlah game moba online pertama didunia.

sebelumnya ada warcraft 3 pelopor DOTA, lalu ada avalon, league of legends dan masih banyak lagi. sekarang ini moba bisa dijadikan salah satu sarana mencari pundi-pundi rupiah.

seperti yang dilakukan salah satu youtuber terkenal. jadi dibalik addictivenya sebuah game dengan bantuan kemajuan teknologi malahan bisa membuat sebuah peluang kerja baru emoticon-Big Grin.
profile-picture
yasyah81 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
how sad, sekarang banyak orang pindah ke LoL.
Lihat 7 balasan
Post ini telah dihapus oleh sokie
yawla, jadi kangen 😢😢
banyak gamer yg punya banyak duit sekarang, semoga trend game semakin meningkat di tahun2 depab...
Quote:


Alasan nya kenapa gan?
Lihat 4 balasan
Balasan post KnightDruid
Bener sih.. harus sabar. Tp klo tim kita bobo putangina gago ya emosi juga emoticon-angry
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Balasan post Mizuiko
Banyak yang bilang sih lingkungannya gak baik. terlalu toxic no fun. Ada pro dan kontra sih. Tapi kalo gue udah emang gak main di dunia esport lagi lol. Stress cuy, gak bisa fun esport mah.
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
tapi kabarnya udah pada mulai pindah juga pemainnya. berkurang sejak update beberapa saat lalu yg membuat gamenya beda katanya. pd pindah mobile jg yg lbh fast-paced dan bisa dimainin di mana2
Game MOBA favorit ane gan
Main dari jaman DotA 1 tapi sekarang udah pensi SADKEKW emoticon-Berduka (S)

Tapi sampe sekarang masih aktif nonton tourney nya sama streaming nya si Bulldog

DOTA 2 Game Addictive Penuh Emosional

Ceeeeeeeeeeeebb
Balasan post Mizuiko
community toxic and elitist. ga ada regenerasi and pemain baru yang masuk sedikit, alhasil match making lama, bikin rank atas bikin akun smurf buat tanding di rank bawah.
apra pemula ketemu nih akun smurf, mereka ancur lah sambil di kata2 in. makin ilang pemain pemula.
disisi lain LOL berhasil ngiklanin game nya, masukin unsur2 budaya pop bahkan metal ke dalammnya. plus dana tak terbatas dari tencent makin jaya tuh game.
bikin animasi, lore, game2 baru berdasarkan lol.
yang main dota tinggal nerd2 fanaticnya doang, yang muda2 jarang. bisa diliat dari streaming pemainnya. di LOL masih byk cewek2 muda yg main LOL beda jauh ama di dota. terlalu complex nya dota ternyata backfired sekarang
profile-picture
KnightDruid memberi reputasi
Balasan post Mizuiko
@mblong88 ia bener, kek pernah gue baca juga di artikel.
Balasan post mblong88
@mblong88 jir bener juga sih gan reasonable banget mantap
Balasan post KnightDruid
Quote:



DOTA itu tidak prnah di tgglkan playernya breyy....ente aja kbnyakan maen GAME ML
dota tetep moba paling the best, main dari awal dota 1 tp sekarang dah pensiun emoticon-Cool
Balasan post KnightDruid
gan, server LOL yg paling populer itu yg mana?
Balasan post AlphabetNumeric
@AlphabetNumeric tergantung koneksi gan. Kalo di indo bisa main garena punya. tapi hati" bosan, heronya beli. Kalo progress sendiri ya kaya ML, lama lol.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di