CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Biarkan Ini Jadi Cerita Tetapi Bukan Kisah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dd90c0568cc9556c01a1f5e/biarkan-ini-jadi-cerita-tetapi-bukan-kisah

Biarkan Ini Jadi Cerita Tetapi Bukan Kisah

Biarkan Ini Jadi Cerita Tetapi Bukan Kisah

Ya.. mungkin kalimat tadi terlihat gaje bin alay tingkat dewa. Memahami hati seseorang bukan perihal gampang.
Apalagi harus rela menjadi bodoh untuk mengetahui seluk-beluk karakternya. Tidak bodoh amat sih, hanya terlihat bodoh saja.

Quote:



Bagaimanapun juga, yang namanya hati kalau sudah terpikat oleh sesosok yang jadi pujaan hati. Tak lepas pula perjuangan demi perjuangan. Hingga hal absurd kerap terjadi, seperti bertanya perihal tentang keadaannya, soal makan, tidur hingga cebol mungkin ditanyakan. Sekali dua kali tak masalah, kadang tak terpikir saja. Kenapa harus berulang di setiap hari, bahkan sehari berkali-kali. 

       Cinta tak semudah film Somalia.., Korea maksudnya. Yang mungkin bagi pecinta korea paham kalimat cinta butuh perhatian di ikuti suara manja bikin merana ( Oppaa...) Haha.. tak payah mengikuti adegan itu, tak susah pula mempraktekannya.

Mohon maaf, saya bukan garis keras pecinta korea. Maaf juga bahasan kita sampai disini.
Saya seorang anak muda, yang kerap kali berimajinasi ketika melamunkan dia. Cerita bareng, tertawa bareng, nyanyi bareng, cari inspirasi bareng, dan belajar bareng. 
( Belajar baca situasi, lengah dikit ciuman ), gak lah bosku.

    Kadang berharap itu kenyataan yang nyaris
memang gak ada obatnya. Hal utama yang saya suka adalah stalking sosial medianya, selalu begitu pokoknya.
Kadang saya bisa sampai mencarinya hingga tengah malam. 

"
Loe ngapain coba, segitunya..kadang-kadang. "

Dia seorang wanita yang saya kagumi, sebut saja namanya Lian. Beliau yang membuatku betah untuk belajar dan semangat ke sekolah. Bukan berarti sebelumnya saya malas, tetapi lebih giat lagi. Bukan semata-mata dia doang yang bikin semangat, adapula yang lain. Teman yang kocak, yang gayanya uda kayak Jack Ma tapi paras masih wajah lama. 
Adapula dari mereka yang suka jail, usil, pintar cerita hal bikin cewek teriak " idiihh, iiihh... Apaan sih!! "

         Mereka sahabat-sahabat ku yang sangat bikin hari cerah. Tak pernah kita berantem selama tiga tahunan, ok stop disini. Lanjut dengan dia, yang rambutnya lurus, sedikit kriting di ujungnya. Memiliki senyuman sedikit manis, gak banyak. Saya sendiri gak tau kenapa bisa kepincut sama dia, hanya modal awal saja seperti nanyain tugas, kerja sama, terkadang nanyain perihal masa lalunya. Gak penting amat rasanya kalau di pikir-pikir. Yah.. mau gimana lagi, semua terlanjur sudah.

Satu hal yang unik darinya adalah dia tidak suka di tanya terus, meski saya si tukang nanya gak tau malu. Saya hampir sama disebut anak baru lahir kemarin, baru ngerti soal perasaan lalu takut kehilangan. Emang dasar lelaki tak punya etika. 
Saya menganggapnya unik karena suka sekali dia-nya tak membalas, lama membalas. Agak gengsi juga atay nutup ceritanya, agar tidak satupun yang tau kecuali Dia dan Yang Maha Kuasa. Tetapi kalau nanya perihal tentang tugas, lalu tempat liburan, horny eh hoby( maaf ), tentang cerita sahabatnya, ia cepat tanggap. Kadang dianya yang terlalu berlebihan. " Ntahlah, tik-tok apa yang merasukimu." 
Sebenarnya sudah lama, kita juga gak chat sudah masuk tahunan. " Wow..! ngapain di pungkiri lagi." Ya, sekedar cerita saja. Nostalgia ketika di saat lagi baik-baiknya. Lian ini juga suka perhatian, tapi sialnya gak lebih. Cuma sebatas hal sepele dan umum saja. Begitu sebaliknya waktu itu, masih menjaga rasa gengsi, tidak terlalu ngejar, masih memendam rasa meski beberapa persen saja. ( Akunya bukan dia ) Hingga mencapai puncak klimaks dimana memang saya sangat menyukainya. Bentuk perhatiannya(dia), simple tapi
bisa meggoda, " Apakah ini yang nama Cinta? ", bagi yang disana 
" Apakah ini yang namanya Musibaaah. ", kutipan dari seorang
stand up comedian, Babe Cabita.

Aku pernah mengalami masalah ini, yang ini adalah masalah, dimana kita saling panggil kakek-nenek. Kau bayangkanlah,
kakek-nenek. " How dare you!! ", lalu saya merasa senang juga, ya senanglah Cuk. Alhasil kita bisa seperti layaknya pacaran, lebih ke arah saya sih yang menganggap ini adalah pacaran, bagia dia ya gak lebih.
Dia juga menunjukkan sisi lain dirinya, bisa juga minta perhatian yang kita tahu bahwa dia gak pernah, dia gak segampang itu ferguso. Tapi kok tiba-tiba bisa.., gitu.
Terus proses mendekatinya lumayan ekstrim, lawan kita juga ada. Kalau gak salah,
kakak kelas satu orang, di ikuti
satu kelas dua orang plus saya, yang modal bacot dan jaringan saja. Lama kelamaan saya langsung iri, cemburu bahkan kayak bocah. Saya baru paham cemburu buta itu seperti apa rasanya, saya juga baru sadar kalau liat dia di ikuti orang lain bahkan dekat banget ( khusus cowok deketin dia ), saya cemburu bangke. 
Yang saya bilang, stalking dia sampai larut malam ya karena itu. Kadang dia juga kasih kita jebakan, posting status yang seperti mengarah ke yang satunya ( Cowok ganteng nan tajir, tapi soal otak aku bolehlah menjadi pemenangnya ) fiuww!

Aku menemukan satu hal, dimana disitu ada tulisan
Quote:

diikuti fotonya yang memang betul " SOKLET "
Semakin lama semakin dalam pula rasa penasaranku, aku gak bisa membiarkannya terjadi. Sampai disatu titik yang benar
membuat saya tak berkedip, beliau ada blog yang isinya memang curhatan dia. Ternyata dia juga galau soal dicampakkan. Meski blognya lewat beberapa tahun tapi kan itu juga membekas. Aku tak lanjutkan soal blog itu untuk menanyakan ke dia. Ya, biarin itu ditutup dalam-dalam oleh dirinya yang memang tidak gampang jatuh cinta. Kenapa saya tahu ini, apa saya pernah menyatakan perasaan? bukan soal ini saja, tetapi banyak sekali yang memang mengincarnya.
Beliau tak gampang melepaskan hatinya. Lalu ada satu lagi, dimana katanya 
waktu itu, beliau pernah pacaran with si anak bos tempat dia pratek kerja. " Oh M G " ( Loe bilang tak gampang, kenapa bisa pacaran dan.. ) Gaje bener.

Aku sendiri masih ragu akan hal itu, belum lagi dianya tak bisa keluar kemanapun, dirumah terus. Namun ada sedikit persen untuk mempercayai pacarnya adalah anak Boss, dari orang dekatnya yang kasih tau. And yeah, that's really so sad, cause it's true, Cuk. 
Tapi tak pernah juga ungkit masalah itu, saya biarin secara perlahan untuk bisa move pikiran yang bikin sakit hati. Alhasil ntah ada angin apa, beliau minta ditemanin lekas putus katanye. Dia gak bisa pacaran secara diam, milih mundur dan layangannya ntah siapa dapat.
Ini baru saya rasakan padahal saya juga belum jadi siapa-siapanya, hanya sekedar teman curhat.

Dia juga pernah meminta saya dipihaknya ketika ada yang ngeledekin dia bersama teman sekelas, sebut saja Ifky.
Dari guru saya yang mengajar juga ikutan " Tuh si Ifky, kasian digantungin ", lanjut juga yang lainnya bersorak.
               Agar terlihat saya mendukung dan tak ada masalah, maka dari itu saya ikutan teriak lalu usilin,

" Ky, uda...tunggu apalagi. ", disahut sama yang lainnya juga.

Dia, si Ifky tak muluk-muluk tertawa sembari melontarkan,
" Ya tenang saja, kalian dukung jiak bah. " cieehh...!! sahut lainnya
Kau tak paham senyumanku sudah berubah, munafik sedikit sambil mendukung kalimatnya,
" Tenang jiak, kite same kite tuk bhe ", gayaku berasa kayak orang lagi gak ada masalah. Mohon maaf, itu bahaya melayu, yang
artinya " Tenang saja, kita sama-sama tahu. ", sama-sama tahu apaan! saya yang mau melontarkan kalau saya yang cemburu.
Tapi apa dayaku, disaat itu juga tak berapa lama dia kirim pesan, " Kamu ini jangan ikutan, udah tau aku gak suka. Bukannya
kamu dipihak aku. " ditambah emoticon cedih...!

Kesalahanku selama ini, yang pertama : saya terlalu gengsi kadang, uda gitu sok-sok'an tak peduli tetapi ingin tahu perihal dirinya,
tidak mengungkap hanya memendam, karena dari perhatian saja sudah cukup mewakili.
Tidak semua saya tuliskan disini, masih panjang perjalanannya. Tapi saya akan akhiri dengan kalimatnya waktu itu, yang dimana
kita bentar lagi mau lulus sekolah.

" Aku gak tahu harus seperti apa, aku gak ada perasaan sama siapapun ", ungkapnya ketika saya tanya siapa yang kamu sukai.
" Aku gak berani, orangtua ku juga pinta untuk fokus sekolah ", ingin ku tanyakan siapa cowok itu. di tempat kamu pratek kerja.
" Masih banyak wanita yang bisa kamu suka ", dia pasti tau, aku lebih perhatiannya bahkan alay gak ada mati-matinya.
" Kita masih bisa jadi sahabat, lebih dekat lagi. Baru lanjut yang lainnya ( Cinta ) ", itu hanya sebuah cerita fiktif belaka.
" Jika ada seseorang yang bisa membuatku jatuh cinta, aku gak bisa menolaknya ", berarti itu petanda kalau saya tak punya
kemampuan mengarah kesana, tak bisa buat dia jatuh cinta. Malahan aku yang nekat lontarkan kalimat cinta. Jijik kali.

Dan semoga bisa menjadi penutup cerita. Kisah cinta tak pernah sampai, meski perhatian lebih.
Salah saya pokoknya, sudah!!

Salam buat mu yang disana, sudah lama tak dengar kabar mu. Semenjak kita pisah lulus sekolah, sudah 7 tahun lamanya.







Diubah oleh AgentKampanK


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di