Kaskus

Entertainment

triwinartiAvatar border
TS
triwinarti
Naskah Film Pendek "Hadiah Kecil Untuk Ayah"
Naskah Film Pendek "Hadiah Kecil Untuk Ayah"

Naskah Film Pendek
"Hadiah Kecil Untuk Ayah"
Oleh Tri winarti


Naskah Film Pendek "Hadiah Kecil Untuk Ayah"
Sumber: depokpos.com


Premis: "Kisah di balik kasih sayang seorang kakek tua penyapu jalan sebagai orang tua angkat dari seorang gadis kecil lugu yang berakhir mengharukan".

Sinopsis: Berawal saat pertama kali Pak Nuri menemukan Risa, saat itu Risa masih bayi. Semua berjalan begitu cepat hingga dia merawatnya sampai sekarang. Rasa sayangnya muncul dan bertambah seiring waktu begitu pula Risa terhadapnya. Hingga suatu hari terjadi hal yang tidak di inginkan Pak Nuri, kejadian yang mengharuskan Risa membuat keputusan yang di luar dugaan.

Fade in

Scene 1. Di Pinggir Jalan Besar

Ada banyak kendaraan lalu lalang dan beberapa orang menyapu jalanan.

Voice Over: Suara kendaraan lewat dan lirih suara sapu dari penyapu jalanan

Cast:Pak Nuri, Risa, dan beberapa Penyapu jalan.

Camera:
Longshoot- mengarah pada Pak Nuri dan penyapu jalanan lainnya.
One Shoot- mengarah pada Risa 1 yang datang.
One Shoot- mengarah pada Pak Nuri 1 yang sedang menyapu.
Two Shoot- mengarah pada Pak Nuri 2 Dan Risa 2.

Dialog:
Risa 1: Ayahh...
Pak Nuri 1: Sini nak ( sambil menoleh kearah Risa )

Risa 2: Ini yah, aku bawakan bekal untuk ayah.
Pak Nuri 2: Oh iya nak, baik sekali anak ayah, terimakasih sayang.

Kehangatan kasih sayang antara ayah dan anak sangat terasa diantara Pak Nuri dan Risa

Cut to

Scene 2. Di Trotoar Pinggir Jalan

Cast: Pak Nuri dan Risa

Risa membuka bekal untuk ayahnya sambil duduk di samping ayahnya.

Camera:
Two shoot- mengarah percakapan Risa dan Pak Nuri

Dialog:
Risa : Ayah makan dulu ini sambil istirahat yah.
Pak Nuri : Iya nak, kamu perhatian sekali pada ayah sih

Risa : iya dong aku kan sayang ayah
Pak Nuri : Terimakasih nak (sambil meneteskan air mata haru)

Seusai makan Risa mengajak ayahnya untuk pulang.

Risa: Ayah ayo kita pulang.
Pak Nuri: ayo nak..

Cut to

Scene 3. Depan Rumah Pak Nuri

Ada sebuah mobil mewah terparkir di depan rumah Pak Nuri dan seorang Pria tua dengan pakaian mewah.

Cast: Pak Nuri, Risa, dan Pak Hasan.

Camera:
Longshoot- mengarah pada rumah Pak Nuri dari kejauhan.
Two shoot- mengarah pada percakapanan Risa dan Pak Nuri
Two shoot- mengarah pada percakapan Pak Nuri dan Pak Hasan.

Dialog:
Risa: Siapa itu yah ?
Pak Nuri: tidak tau nak, mungkin orang cari alamat.

Pak Nuri menghampiri orang di depan rumahnya.

Pak Nuri: Pak Hasan, ada apa? ( dengan wajah yang terkejut )
Pak Hasan: Iya ada perlu sama bapak tentang rumah ini.
Pak Nuri: Kenapa pak?
Pak Hasan: Saya kesini di suruh nyonya buat memberikan surat tanah rumah ini sudah di rubah atasnama Bapak, tapii...
Pak Nuri: Tapi apa pak ?
Pak Hasan: Tapi Risa harus pergi ikut nyonya karna dia keponakan kandung nyonya.

Tiba-tiba Risa datang dan terdiam mendengar percakapan itu. Dan Pak Nuri mendatangi Risa dengan menangis.

Pak Nuri: Ri..Risa.. Maafin ayah
Risa: Tak apa yah, aku sudah tau..

Cut to

Scene 4. Di Dalam Rumah Pak Nuri

Suasana sejenak hening dalam rumah, Risa termenung memandangi Pak Nuri.

Cast: Pak Nuri, Risa, dan Pak Hasan

Camera:
Longshoot- mengarah seisi ruang tamu di dalam rumah Pak Nuri.
Twoshoot- mengarah pada percakapan Pak Hasan dan Risa
Two shoot- mengarah pada percakapan Pak Pak Nuri dan Risa
Close up- mengarah pada Pak Nuri

Dialog:
Risa: Begini pak saya tidak bisa ikut bapak.
Pak Hasan: Kenapa nak nyonya sangat merindukanmu dia menyesal, sekarang dia sedang sakit.
Risa: Baiklah hanya beberapa hari saja.

Risa berbalik kearah ayahnya.

Risa: Ayah jangan khawatir, aku lebih memilih tinggal disini.
Pak Hasan: Tapi nak, dia keluargamu, pergilah nak (memalingkan wajah, mengusap air mata)
Risa: Hanya beberapa hari aku pergi, Aku akan kembali ayah..

Cut to

Scene 4. Di Halaman Rumah Pak Nuri

Cast: Pak Nuri dan Risa

Camera:
Two shoot- mengarah pada percakapan Pak Nuri dan Risa
Close up- mengarah pada Risa
Close up- mengarah pada Pak Nuri
Longshoot- mengarah pada mobil yang di naiki Risa yang mulai menjauh.

Dialog:
Risa: Ayah.. Risa pergi dulu ya aku akan kembali ..(sembari menghapus air mata di pipi)
Pak Nuri: Iya nak ( tak kuasa menahan air matanya)

Suasana hanyut dalam kesedihan, seperti tidak ada harapan lagi untuk Pak Nuri bisa bertemu putri tersayangnya lagi.

Sound Effect: Suara mobil yang di kendarai Risa dan Pak Hasan mulai menjauh.

Cut to

Scene 5. Di Rumah Bibi Risa

Rumah yang sangat luas dan mewah jauh beda dengan rumah Pak Nuri.

Cast: Pak Hasan, Risa, dan Bu Salma(bibi Risa)

Camera:
Longshoot- mengarah ke sekeliling rumah Bu Salma
One shoot- mengarah pada Risa yang sedang mengetuk pintu.
Two shoot- mengarah pada percakapan Pak Hasan dan Risa
Longshoot- Terlihat Bu Salma dari kejauhan
Two shoot- Mengarah percapakan Bu Salma dan Risa

Seorang pembantu membukakan pintu.

Dialog:
Pak Hasan: Itu beliau bibi non Risa, Ibu Salma
Risa: iya pak ( mengangguk saja )

Terlihat Bu Salma dari kejauhan, memandang mereka datang dengan bahagia.

Bu Salma: Putri kecil Bibi, aku merindukanmu.
Risa: Iya bi, bibi sakit apa ?
Bu Salma: Bibi sudah tua nak wajar sakit-sakitan, Bibi sangat senang akhirnya bisa menemukanmu sekian lama.( sambil memeluk Risa )
Risa: Iya bi.

Cut to

Scene 6. Di Dalam Kamar Bu Salma

Cast: Bu Salma, Pak Hasan, Risa

Camera:
Two shoot- mengarah pada Pak Hasan dan Bu Salma
Two shoot- mengarah pada Risa dan Bu Salma

Dialog:
Bu Salma: Pak, tolong tinggalkan kami berdua, saya ingin bicara sesuatu dengan Risa
Pak Hasan: Baik bu ( meninggalkan ruangan)

Bu Salma menarik Risa untuk duduk di sebelahnya.

Risa: Ada apa bi ?
Bu Salma: Sebelumnya, bibi mau tanya apa yang bisa bibi lakukan untukmu untuk menebus rasa bersalah bibi ?
Risa: Risa gak minta apapun bi, Risa cuma pengen tinggal sama ayah.
Bu Salma: Kalau itu bisa membuatmu bahagia baiklah, tapi boleh bibi minta sesuatu ?
Risa: Apa bi ?
Bu Salma: Apa kamu bisa menemaniku di sisa hidupku yang tak lama ini ?
Risa: Bibi jangan bilang begitu bibi pasti sembuh.( memeluk Bu Salma )

Risa tak tega meninggalkan Bibinya itu.

Cut to

Scene 7. Di Ruang Tamu Bu Salma.

Cast: Bu Salma, Risa, dan seorang pembantu.

Camera:
One shoot- mengarah pada pembantu berlari menuju Risa
Two shoot- mengarah pada Risa dan seorang pembantu
Close up- mengarah pada Risa terkejut
One shoot- mengarah pada Risa yang sedang berlari menuju kamar Bu Salma
Two shoot- mengarah pada Risa dan Bu Salma

Dialog:
Pembantu: Non, Nyonya memanggil katanya sakitnya sudah parah sekali, sudah tidak kuat.
Risa: Ayo mbak kita kesana.

Risa berlari menuju kamar Bu Salma.

Risa: Bibiii..
Bu Salma: Saya sudah cukup bahagia bersamamu, terimakasih sa.. yaa.aang...
Risa: Bibiii... ( memeluk tubuh Bu Salma yang sudah menghembuskan nafas terakhirnya )

Cut to

Scene 8. Di Ruang Tamu

Cast: Pak Hasan, Pengacara, dan Risa

Suasana duka masih menyelimuti rumah setelah 40 hari meninggalnya Bu Salma.

Camera:
Longshoot- mengarah ke suasana dalam ruang tamu
Two shoot- mengarah pada Pak Hasan dan Risa
Two shoot- mengarah pada Pengacara dan Risa
Close Up- mengarah pada Risa yang terharu

Dialog:
Pak Hasan: Ini non pengacara mau menyampaikan wasiat dari nyonya.
Risa: iya pak

Pengacara: Begini Risa, dalam surat terakhir Bu Salma memberitahukan jika dia sudah membebaskan kamu untuk pergi dengan ayahmu lagi, dan mewasiatkan semua hartanya untuk kalian.
Risa: Saya sangat senang pak, akhirnya bisa pulang kerumah ayah saya

Risa terharu dengan wasiat Bibinya yang telah menepati janjinya untuk bertemu dengan ayahnya.

Cut to

Scene 9. Di Rumah Bu Salma

Cast: Pak Hasan dan Risa

Camera:
Two shoot- mengarah pada Risa dan Pak Hasan
Longshoot- mengarah pada mobil yang mulai meninggalkan rumah Bu Salma

Dialog:
Risa: Pak tolong antarkan saya ke rumah ayah sekarang ya.
Pak Hasan: Baik non.

Mereka pun bergegas menuju rumah Pak Nuri.

Cut to

Scene 10. Di Depan Rumah Pak Nuri

Sebulan Lebih sudah Risa meninggalkan rumah pergi kembali ke keluarganya. Pak Nuri hanya termenung memikirkan putri yang sangat dia sayangi itu.

Camera:
Longshoot- mengarah Pak Nuri terlihat sedang melamun di depan rumah dari kejauhan
Close Up- mengarah pada Pak Nuri yang terkejut
Longshoot- mengarah pada Risa yang baru saja datang
Two shoot- mengarah pada percakapan Risa dan Pak Nuri

Dialog:
Pak Nuri: Risaa, Kamu kembali nak (menangis terharu)
Risa: Iya ayah, aku tepati janjiku untukmu yah..
Pak Nuri: Risa...(sambil memeluk risa)
Risa: Ayah ijinkan aku disini merawatmu, hanya itu yang bisa aku berikan sebagai hadiah kecil untukmu ayah, aku menyayangimu ayah...
Pak Nuri: Iya naak... ayah juga sayang kamu, Kamu adalah hadiah terindah untuk ayah..

Suasana hanyut dalam haru, kasih sayang antara ayah dan anak walaupun tak ada ikatan darah.
Hadiah terbaik orang tua bukan sesuatu yang bernilai mahal, hanya dengan kehadiran anak yang berbakti, santun, dan sangat mengasihi orang tuanya itu sudah jadi hadiah yang terbaik.Tuhan sudah berpihak pada takdir yang menyatukan kasih antara ayah dan putrinya. Risa sangat tidak percaya bisa kembali lagi bersama ayahnya begitupun Pak Nuri yang sangat bahagia putrinya telah kembali bersamanya.

Fade Out
Credit Tittle
End


Diubah oleh triwinarti 24-11-2019 05:46
evywahyuniAvatar border
ilafitAvatar border
sebelahblogAvatar border
sebelahblog dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.6K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan