CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Benarkah Bom yang Meledak di Medan adalah Paket yang Dikirim Melalui Jasa Ojol?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dce631a82d4955cee486b80/benarkah-bom-yang-meledak-di-medan-adalah-paket-yang-dikirim-melalui-jasa-ojol

Benarkah Bom yang Meledak di Medan adalah Paket yang Dikirim Melalui Jasa Ojol?

Quote:


Benarkah Bom yang Meledak di Medan adalah Paket yang Dikirim Melalui Jasa Ojol?
Credit: Tribunnews


Rabu, 13 November 2019 terjadi peristiwa meledaknya bom di Polrestabes Medan. Kejadian tersebut memunculkan narasi di media sosial bahwa bom yang meledak tersebut merupakan paket yang dikirim dengan jasa ojek online (ojol). Kabar mengenai hal tersebut muncul sehari setelah bom tersebut meledak dan beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp dan juga Facebook. Salah satu akun Facebook yang membagikan informasi tersebut adalah pengguna bernama Helmi Chikal. Akun tersebut membagikan gambar screenshot sebuah pesan WhatsApp dan juga narasi yang menyebut:

“Ternyata memang benar tuduhan saya, pasti ada yg naruh bom sama tukang gojek agar Islam pun di sudutkan di tuduh teroris, smoga husnul khatimah…“


Benarkah Bom yang Meledak di Medan adalah Paket yang Dikirim Melalui Jasa Ojol?
Credit: Tempo.co


Sontak informasi yang dibagikan tersebut menjadi perdebatan netizen, lantas bagaimana kebenaran informasinya?


PEMERIKSAAN FAKTA
Melansir dari Tempo.co, Hansip Hoax mendapatkan fakta dari keterangan Polri bahwa dapat dipastikan ledakan bom di Polrestabes Medan merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria yang bernama Rabbial Muslim Nasution.

Dalam rekaman CCTV yang dirilis oleh polisi, Rabbial yang mengenakan jaket pengemudi ojol terlihat menjauh dari kerumunan orang sebelum ia meledakkan diri di dekat deretan kendaraan polisi yang terparkir.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Rabbial datang ke Polrestabes Medan bukan untuk mengantar barang. Saat itu, petugas juga menggeledah tas yang dibawa Rabbial, tapi hanya menemukan sebuah buku. Rabbial pun diminta melepas jaket, tapi ia malah bergeser ke arah kerumunan orang. Bom itu pun meledak 30-40 meter dari pos pengamanan. Saat itu, Rabbial belum sampai di tempat pembuatan SKCK.

Setelah kejadian tersebut, polisi pun menangkan istri Rabbial yang berinisial DA. DA ditangkap ketika Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah Rabbial. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, dari hasil pemeriksaan, DA diduga terpapar paham radikalisme terlebih dulu sebelum sang suami. Bahkan, mereka berdua sudah berencana untuk melakukan aksi teror di Bali. Kendati demikian, rencana tersebut masih terus didalami oleh Tim Densus 88.

Selain itu, dikutip dari situs Detik.com, berdasarkan pengusutan Satuan Tugas (Satgas) Grab di Medan, Rabbial adalah mantan pengemudi ojol Grab. Menurut Ketua Garda Regional Sumatera Utara, Joko Pitoyo, Rabbial sudah putus mitra dengan Grab sejak 2018.


KESIMPULAN
Berdasarkan pemeriksaan fakta yang dilakukan Hansip Hoax, jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut bahwa bom yang meledak di Polrestabes Medan merupakan paket yang dikirim dengan jasa ojek online adalah informasi yang salah alias hoax. Karena Polri telah memastikan bahwa kejadian ledakan bom tersebut merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria bernama Rabbial Muslim Nasution. Rabbial memang mengenakan jaket pengemudi ojek online Grab saat melancarkan aksinya, namun sebenarnya ia sudah tidak menjadi mitra Grab sejak tahun 2018 lalu.

Sebarkan ya informasi klarifikasi ini ke rekan dan keluarga kalian agar terhindar dari hoax yang menyesatkan.

SUMBER
Tempo.co
profile-picture
profile-picture
profile-picture
etaslim dan 28 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6
Lihat 1 balasan
Hmmm.... bisa gitu ya
profile-picture
jagotorpedo memberi reputasi
Diubah oleh warnacemerlang
Nah itu..
Kl liat video nya sih, kayak ga siap gt.. sama kek yg di sarinah.. ga keliatan kayak detonate the bomb gt.. kayak mejet2 ape kek.. tau2 meleduk aje.. kek detonate jarak jauh.. keliatannya spt lebih ke tumbal drpd rela meledukkan diri..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riskywira dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Di grup WA banyak yg seperti ini. emoticon-No Hope
Lihat 1 balasan
Ini kan memang teroris kenapa masih disangkal lagi emoticon-Army (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanka555 dan 5 lainnya memberi reputasi
gak dikarungin tuh yang nyebar hoax ya akhi/ukhti?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh foolbaby
Kan uda dikasih tau bini nya aja mao kamikaze juga di Bali, kenapa masih pada ngelak sih sampe bikin narasi ga masuk akal. Bego mah jgn kebangetan kali


jr
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanka555 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Klo emang ngirim barang, pasti waktu diperiksa di pos awal bakal bilang mau kirim barang ke siapa, sedangkan pelaku ngakunya kan mau bikin SKCK toh..

Klo mau ngecek mah gampang, tinggal ke server Ojolnya aja, dilihat record pesanan terakhirnya, kemana dan jam berapa, lgs deh ketahuan emoticon-Big Grin

Asal belain tanpa melihat kronologisnya aja sih..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
morone dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
masih simpang siur emoticon-Cool
profile-picture
kampakganesha memberi reputasi
sesama kadrun kudu saling menjaga... tul ndak
profile-picture
profile-picture
ambarawan dan bikerok memberi reputasi
Ya kalo paket mah pasti dibungkus, dan kena diperiksa di pos jaga. Sampe segitunya ya ngebelain, bikin alesan mengada-ada.
profile-picture
profile-picture
donothing dan bikerok memberi reputasi
Kelompok dungu mah gitu.. bikin alasan ya dungu Kabeh..
Berbohong demi agama itu akidah ya akhi 🙏🙏
profile-picture
mas.bodhonk memberi reputasi
Uhmmm..., mungkin bisa juga diambil hikmahnya ...
Untuk menyikapi agar apa yang dikatakan dalam hoax itu tidak sampai terjadi.

- Ketika terjadi proses pengiriman, si pedagang (yang mana mungkin aja teroris nyamar) harus memperlihatkan bukti bahwa dia memang berjualan online dan produk yang bersangkutan telah teregistrasi, di website yang bersangkutan pada gadget yang ia miliki.
- Tentunya pada saat yang sama, si ojol harus menyeksamai barang yang akan diangkutnya.
Kalau bisa, itu produknya diperlihatkan oleh si penjual sama persis ketika penjual itu memperlihatkan barang jualannya kepada pembeli yang sebenarnya. ===> Kecuali, kalau itu makanan. ===> Go*ood ...
===> Apa perlu dicicipi dulu, yah ? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
frm. dan jagotorpedo memberi reputasi
teman seperjuangan kadal gurun tolol lg membangun asumsi lgi..

bosen lah sama buzzer tolol kadl gurun..
profile-picture
profile-picture
television89 dan jagotorpedo memberi reputasi
hehehe menyudutkan hehehe
Hoax
tidak benar itu

ni pasti ulah wahyudi, mamarika , remason , kfc, mcd , emoticon-cih
profile-picture
profile-picture
bikerok dan jagotorpedo memberi reputasi
semoga selalu tentram negeriku
profile-picture
profile-picture
jagotorpedo dan paradose memberi reputasi
selamat malam
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di