CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dcce1f382d4955c8d45f010/3-kebiasaan-orangtua-yang-bisa-menyebabkan-anak-menderita-fobia-sosial

3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial

Psikologi, parenting, keluarga

3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial
Sumber gambar: styl.id


Ada orang sukanya menghindari kerumunan, menyendiri dari teman yang saling cakap. Sering ia tampak kaku saat diajak bincang. Cenderung menghindarkan mata dari tatapan orang. Ia lebih menyukai kesendirian serta dunianya. Ia membenci sosialisasi.


Jangan buru buru menuduhnya sombong dan anti-sosial. Bisa jadi ia hanyalah korban dari orangtuanya yang kurang tepat dalam mendidik.


Hingga ia mengalami kelainan mental akut yang irasional, yang (sebenarnya) sekuat tenaga coba ia lawan. Yang sebenarnya membuat ia selalu merasa terasing, cemas, panik, bahkan gemetar di antara perkumpulan orang.


Sebuah fobia sosial yang tidak biasa serta berlebihan. Dalam bangku pendidikan, orang biasa menyebut dengan istilah social anxiety disorder.


3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial
Sumber gambar: dictio.id


Ah, lupakan sebuah istilah. Mereka butuh perhatian, rangkulan, dan sapa hangat. Setidaknya, dengan tidak menyudutkan.


Betapa kelainan sosial ini sungguh merugikan. Bayangkan saat seseorang takut bersosialisasi, cemas bertemu orang, menghindar dalam berinteraksi sosial. Tentu saja akibatnya bisa sampai pada mental si korban, prestasi, kehidupan sosial, keinginan menjadi paling sempurna, bahkan depresi yang bisa saja membawanya kepada jurang yang lebih nista lagi, misalnya menggunakan alkohol atau obat obatan terlarang sebagai pelampiasan.


Bahkan bisa jadi, lebih memilih untuk bunuh diri. Bisa jadi.


Memang, kita tidak dapat menyalahkan orangtuanya yang telah susah payah membesarkan.


Kita hanya bisa berusaha untuk menghindarkan hal hal buruk berikutnya terjadi, kepada anak anak kita nanti, terutama kita yang saat ini belum menikah dan belum memiliki anak.


Quote:



Inilah 3 kebiasaan orangtua yang bisa menyebabkan anak menderita fobia sosial:



1. Menyudutkan

3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial
Sumber gambar: stopphobia.blogspot.com

Sebenarnya, tidak ada orangtua yang dengan sengaja melakukan tindakan diskriminatif terhadap anak anaknya. Tentu saja mereka akan selalu memberi support dan perhatian.

Hanya saja, beberapa tindakan bisa saja tergolong menyudutkan yang akibatnya bisa membuat anak tertekan dan tidak memiliki kepercayaan diri. Misalnya, orangtua yang suka membanding-bandingkan, orangtua yang menganggap apa yang dilakukan anaknya selalu salah. Tidak ada dukungan terhadap suatu passion, sementara saat si anak gagal, orangtuanya bukan menguatkan, tetapi justru hadir menyalahkan, dan lain lain. Beberapa tindakan demikian bisa saja menjatuhkan mental sang anak, sehingga bisa berakibat pada kehidupan sosialnya.



2. Kebiasaan membentak

3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial
Sumber gambar: hellosehat.com

Orangtua adalah kekuatan bagi anak anaknya, tetapi di satu sisi mereka bisa menjadi kelemahan terbesar. Anak pernah melakukan kesalahan, tetapi tidak seharusnya diberi nasihat dengan keras atau semacam membentak. Banyak sekali dampak buruk yang terjadi pada anak yang gemar dibentak, atau dikit dikit dibentak, salah satunya adalah kehidupan sosialnya bermasalah. Ia menjadi penakut, bahkan takut kepada sesama manusia. Takut yang berlebih dan tidak wajar. Merasa selalu dihakimi, mentalnya down, dan merasa tak memiliki sedikit harga diri untuk berada di tengah tengah orang.



3. Memberi perlakuan traumatis

3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial
Sumber gambar: lifestyle.okezone.com


Namanya trauma, tidak mudah sembuh. Seseorang yang terjangkit trauma, bisa menganggap buruk hal baik sekalipun.


Tindakan tindakan yang bisa meninggalkan rasa trauma, seperti orangtua yang gemar bertengkar di hadapan anaknya, membentak, main tangan, dan hal hal traumatis lain yang membekas di hati, bisa menyebabkan anak kaku untuk bersosialisasi. Rasa trauma itu menyebabkan ketakutan sosial yang tidak logis.


3 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Menyebabkan Anak Menderita Fobia Sosial
Sumber gambar: psyline.id


Itulah tiga kebiasaan yang bisa menyebabkan anak anak mengalami fobia sosial, bahkan bisa berlangsung hingga anak dewasa (muda).


Rasa tidak nyaman dalam bersosialisai, cemas saat beradaptasi, sungguh mengganggu keberlangsungan dalam kehidupan sebagai makhluk sosial. Biasanya, penderita fobia sosial menyadari keadaan mental mereka, hanya saja tidak sanggup menghindari. Mari kita rangkul mereka, dan memperbaiki kualitas mendidik sebagai usaha meminimalisir.


Jika ada tambahan, sila share di bawah. Semoga bermanfaat 👌


___o0o___

Opini pribadi
-------------------------------
Tidak ada maksud merasa paling tahu dan menyalahkan siapapun. Terkadang kita hanya terjebak dalam suatu posisi menyakitkan yang menuntun batin kita untuk memberi tahu oranglain agar jangan sampai terjebak di posisi yang sama.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UriNami dan 16 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
wah ternyata hal-hal kayak gitu bisa bikin anak pobia sosial juga ya
ane baru tau...
duhh kasian banget sih kalo sampe ada anak yang merasakan hal itu, gimanapun juga kan manusia itu harus bisa bersosialisasi ya karena ngga bisa hidup sendiri
inilah pentingnya calon2 orangtua untuk belajar cara mendidik anak yang benar agar tidak menyebabkan anak menderita fobia2 sosial
Nice info sist... benar sekali sist jangan sampailah kita melakukan hal-hal yang TS jabarkan dalam thread, walaupun tak jarang kita dibuat kesel atas kelakuan anak-anak.. tapi kita harus menahan diri agar tidak marah atau membentak anak karena akan berakibat fatal pada psikis anak.
parenting itu emang harus diperhatikan banget sih. soalnya bakal bener bener berpengaruh ke kepribadian anak nantinya
waaahh setuju banget sih, itu bisa ngebuat anak jadi ngga berkembang dan menutup diri dengan lingkungan sekitar. parenting itu ternyata ngga gampang yaaa
Quote:


tetap saja ane ga mau berteman dengan orang2 dari dumay gitu deh pokoknya
Quote:


Tolong bedakan antara Sosial, Media Sosial, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Anti Sosial
Balasan post mbak.far
siappp, sama sama mbak farr wkwk semangat ngetritnyaa wkkw
huaduuu......

ternyata kebiasan orang tua di jaman moderen ini bisa menimbulkan masalah bagi anak yeesss.....

hati hati yaaachh agan sista yang sudah punya anak......
I think I'm the one of them 🙄
makasih gan infonyaa, bermanfaat bangett nih buat anee
para orang tua harus tau nihh supaya anak dapat berkembang dengan baik
Balasan post mbak.far
Ane ga pernah menyalahkan ortu ane. Justru ane yg harusnya bisa mengatur pikiran supaya ga menyalahkan diri ane terus.
Balasan post Helm.Proyek
Quote:


Sama2 gan. Semoga ente bisa menjadi orang yg bijaksana.
profile-picture
Helm.Proyek memberi reputasi
Quote:


terima kasih infonya gan, lekas sehat kembali emoticon-Smilie
Lihat 1 balasan
Balasan post Helm.Proyek
Pas ane didiagnosa panic disorder ane dikasih alprazolam itu dua tahun lalu.

Sekarang didiagnosa presistent mood affective disorder obatnya elizac.

Kedua penyakit itu ngebikin ane fobia social.

Obatnya ga dijual bebas, bukan obat generic jadi harganya agak mahal. Kalo beli tanpa resep ga bisa.

profile-picture
Helm.Proyek memberi reputasi
Diubah oleh telehole
Quote:


obatnya merek apa gitu gan, apakah dijual bebas?
Lihat 1 balasan
Balasan post mbak.far
Oke thanks sis emoticon-Angkat Beer
Balasan post mbak.far
Quote:


Bukan skizofernia. Dua tahun lalu ane didiagnosa panic disorder, terus ane periksa lagi dan baru2 ini didiagnosa persistent mood (affective) disorder.

Mental illness tuh gejalanya mirip2 tapi jenisnya banyak. Ane aja belum percaya penuh ama diagnosa dokter, rencana ane mau konsul ke dokter lain.
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di