alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Mengingat kematian bisa mengubah cara berpikir Anda Menyikapi Dinamika Kehidupan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc4d816c9518b4ddf0f75d3/mengingat-kematian-bisa-mengubah-cara-berpikir-anda-menyikapi-dinamika-kehidupan

Mengingat kematian bisa mengubah cara berpikir Anda Menyikapi Dinamika Kehidupan

Kematian mungkin adalah salah satu hal paling tabu untuk dibicarakan. Untuk mendobrak tabu ini, berbagai upaya dilakukan agar orang mau berdiskusi soal kematian. Misalnya, lewat kemunculan “Kafe Kematian” yang bermula di Swiss pada 2004, dan kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia.


Di kafe ini orang-orang diharapkan terbuka dalam mengungkapkan pemikiran mereka tentang mati sehingga hal yang paling terasosiasi dengan mati, yaitu ketakutan terhadap kematian, dapat berkurang.


Lalu sejauh mana rasa takut mati masih dianggap wajar? Dan bagaimana ketakutan ini mempengaruhi cara kita bertindak?


Dari lebih 200 eksperimen yang dilakukan lembaga studi psikologi di Amerika, orang-orang yang diteliti diminta membayangkan kematiannya sendiri,  ternyata lebih takut kehilangan orang yang kita sayangi daripada takut terhadap kematian sendiri. Dari survei yang sama, seseorang lebih khawatir terhadap proses kematian – rasa sakit dan kesepian – dibandingkan fakta bahwa dengan mati, hidup akan berakhir.


Yang lebih unik lagi, mereka ditanya apakah takut mati, sebagian besar ternyata menampiknya, dan mengaku hanya “khawatir sedikit saja”. Rendahnya tingkat ketakutan terhadap kematian, dianggap sebagai penolakan diri untuk mengakui bahwa sebenarnya kita benar-benar takut mati.


Tes pertama dilakukan terhadap sejumlah hakim di Amerika. Hakim-hakim yang diingatkan tentang kematian sebelum mengambil keputusan, ternyata memberikan denda yang lebih besar dibandingkan yang tidak.


Hakim-hakim yang diingatkan tentang kematian sebelum mengambil keputusan, ternyata memberikan denda lebih besar dibandingkan yang tidak.

Teringat soal kematian juga membuat membuat seseorang lebih merasa dekat dan terikat dengan kelompok dan apa yang dipercayainya, serta cenderung mempengaruhi sudut pandang politik dan agama seseorang.

Di satu sisi, ingat mati akan membuat orang yang liberal secara politik menjadi semakin liberal, sementara yang konservatif menjadi lebih konservatif.

Begitu juga dengan orang yang beragama. Ingat mati akan membuat orang beragama semakin taat kepada keyakinannya, sementara orang yang tidak percaya agama menjadi lebih mengingkari adanya agama.

Namun, di sisi lain, penelitian ini juga menunjukkan bahwa berpikir tentang kematian, akan membuat kita semua, baik yang relijius maupun yang tidak, tergoda untuk menjadi lebih relijius meskipun tanpa menyadarinya. Bahkan, jika terjadi peristiwa besar yang membuat kita benar-benar merasa dekat dengan kematian.

Sejumlah peneliti mengklaim bagaimana politik Amerika bergeser menjadi lebih ke ‘kanan’ (konservatif) usai peristiwa 11 September 2001.

Sejumlah peneliti menyebut, ingat akan kematian memaksa orang untuk mencari ‘keabadian’, mencari hidup yang kekal. Banyak agama menawarkan ini, misalnya lewat keyakinan bahwa ada hidup setelah mati.

Simbol-simbol keabadian juga telah mendarah daging di berbagai rupa budaya. Karena itulah, jika kita melihat individu yang dianggap melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma budaya, misalnya para koruptor, PSK, dsb.  kita jadi lebih gampang menghakimi.

Sejalan dengan teori ini, peneliti juga menemukan berkesimpulan bahwa ingat akan mati akan meningkatkan hasrat seseorang untuk menjadi terkenal dan punya anak. Keduanya adalah simbol dari keabadian. Orang ingin dirinya diabadikan melalui karya-karyanya atau DNA-nya.

Kembali ke pembahasan awal, jika ditanya soal mati, mungkin kita akan menjawab bahwa kita tidak takut mati. Kita juga mungkin tidak tahu bahwa berpikir soal kematian akan berdampak besar pada tindakan kita, seperti yang telah dijelaskan di atas. Namun, itu sebenarnya karena hanya ada batasan di setiap pemahaman kita.

Kita bahkan tidak tahu mengapa kita merasakan atau memahami sesuatu seperti yang saat ini kita rasakan. Jadi, sadar atau tidak, membawa isu soal kematian menjadi topik pembicaraan, akan membuka kotak pandora terhadap berbagai hal yang belum pernah kita pahami.


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di