alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Penghayat: Jauh Sebelum Agama, Kami Ajarkan Kehidupan yang Beradab
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc4a65c349d0f368343efcb/penghayat-jauh-sebelum-agama-kami-ajarkan-kehidupan-yang-beradab

Penghayat: Jauh Sebelum Agama, Kami Ajarkan Kehidupan yang Beradab

Penghayat: Jauh Sebelum Agama, Kami Ajarkan Kehidupan yang Beradab
Andi Saputra - detikNews


Penghayat: Jauh Sebelum Agama, Kami Ajarkan Kehidupan yang BeradabSidang MK (ari/detikcom)

Jakarta - Penghayat Kepercayaan meminta agar keyakinan mereka bisa ditulis pada kolom agama di KTP. Hal itu sedang diperjuangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami sendiri merasakan di Bumi Tatar Parahyangan Sunda untuk meneguhkan identitas kami sebagai Sunda Wiwitan, itu dianggap aneh. Jauh sebelum agama-agama yang berkembang sekarang, leluhur kami sudah punya ajaran yang mengajarkan sebuah tatanan kehidupan yang beradab," kata Dewi Kanti Setyaningsih yang dikutip detikcom dari risalah sidang pada website MK, Jumat (5/5/2017).

Dewi sehari-hari beraktivitas di Komunitas Adat Karuhun Sunda Wiwitan. Dewi sebagai Penghayat Kepercayaan merasa terpinggirkan oleh negara, padahal telah ada jauh sebelum ada Indonesia.

"Kita punya tugas dari leluhur untuk menjaga sebagai paku bumi Nusantara, bagi kami istilahnya begitu," ujar Dewi.

[table][tr][td]Kami ada jauh sebelum negara kesatuan republik ini adaDewi Kanti Setyaningsih[/td]
[/tr]
[/table]

Kebijakan pemerintah yang menyatakan syarat organisasi penghayat disamakan dengan syarat organisasi kemasyarakatan seperti sedikitnya memiliki 3 kota. Padahal, banyak kelompok Penghayat Kepercayaan tersebar dan berdiri sendiri.

"Kami ada jauh sebelum negara kesatuan republik ini ada dan kami betul-betul ingin menitipkan suara hati anak-anak negeri ini," ujar Dewi dalam sidang pada 2 Februari 2017 lalu.

Saat ini Dewi mengosongkan kolom agama di KTP. Akibatnya, ia dan teman-temannya mendapatkan perlakuan diskriminatif.

"Keponakan saya sekolah di TK, masih umur 5 tahun, TK A, dan di dalam situasi sekolah itu sangat kental dengan warna agama tertentu. Dan ketika pola pendidikan di sekolah itu hanya mengatakan bahwa hanya itulah yang benar, ketika kembali pulang ke rumah, anak kecil itu, keponakan saya masih bisa bilang bahwa yang punya surga itu cuma agama A," tutur Dewi.

[table][tr][td]Baca juga: Ketua MK: Kenapa Agama dari Asing Diakui, Kalau dari Leluhur Tidak?[/td]
[/tr]
[/table]

Sidang gugatan itu atas permohonan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba dan Carlim. Mereka menggugat Pasal 61 ayat 1 dan ayat 2 UU Administrasi Kependudukan ke MK. Pasal tersebut berbunyi:

Keterangan mengenai kolom agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database Kependudukan.
(asp/rvk)




https://news.detik.com/berita/349266...-yang-beradab
profile-picture
profile-picture
general.maximus dan lostcg memberi reputasi
Tar ada yg ngamuk loh....


emoticon-Takut
Nyimak aja deh takut ada pro sama kontra. Tp yang pasti banyak yang kontranya emoticon-Nohope
cuma bisa menyimak
Agama itu sudah ada sejak manusia pertama mbah "Adam" di turun kan ke bumi. Ia menjadi yg pertama mengajarkan kepada para keturunannya mengenai Tuhan. Ajarannya segaris dengan yg ada sekarang kalau Tuhan selain harus diyakini, ia juga harus disembah dll.
sebagai suku sunda ,

kepercayaan gini emang udah biasa sih di lingkungan ane , waktu hujan aja bersyukurnya ke ratu (entah ratu apa)
tapi sekarang udah jarang banget yang masih 'kepercayaan' , mungkin kalo di jawa mirip kaya kejawen kali yah

yah namanya kepercayaan , ga bisa di apa apain gan
ibarat misal ada yang percaya kalo botol kecap itu dewa , ya di sembah juga
jangankan sunda wiwitan , dulu agama yang mau minta izin supaya ufo lepas landas di monas juga ada yang percaya

dibalik itu semua , ada point setuju , soal agama dihilangkan di ktp
hilangkan sj Kolom Agama di KTP, gw nggk melihat ada manfaat nya padahal Agama adalah urusan Pribadi

biar nti kelihatan bedanya mana yg munafik dan yg benar2 menghayati Agama nya.. supaya kelak Kita pun tahu Orang2 bisa Mati Nurani-nya karena Agama (Kitab + Junjungan) atau Bukan
profile-picture
1305Toto memberi reputasi


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di